
Andre mencoba kirim chat ke Erika, mencoba minta maaf dan ajak balikan kembali, berharap Erika mau menerima keinginannya untuk balikan, walaupun Andre harus menahan malu nantinya
" Harus bisa sabar dan menahan malu, demi fasilitas kembali" Batin Andre yang berusaha ikhlas untuk menahan malu punya pacar lumpuh seperti Erika.
Andre melihat Erika yang main handphone berharap mau menerima keinginannya, untuk diajak balikan supaya tidak terlalu lama penderitaan Andre.
Dilain sisi, Erika yang baca chat dari Andre, langsung punya ide untuk jahilin Andre dan bikin Andre kapok untuk bujuk balikan lagi.
" Mau dapat maaf, enaknya dikerjain seperti apa yah? Biar kapok dan menyerah untuk ngemis kata maaf dan berhenti berharap mau kembali lagi huh tidak Sudi saya" Batin Erika bingung apa yang harus dilakukan untuk kerjain Andre supaya kapok dan menyerah untuk ganggu kehidupan Erika lagi
" Dosen tidak ada Erika, enaknya kemana yah?" Tanya Andre berusaha menahan malu untuk ke mejanya Erika
" Kamu ajak saya jalan?" Tanya Erika melihat Andre yang tiba tiba ajak Erika pergi
" Iyah, kamu mau kan kita jalan bareng? dan kasih saya kesempatan yang kedua?" Tanya Andre berharap Erika mau luluh
__ADS_1
" Idih, tidak tahu malu dia yang campakin Erika, seenaknya, dan sekarang berjuang untuk deketin Erika demi mengembalikan fasilitasnya saja tanpa ada rasa cinta sama sekali, malu sih jadi laki laki" Ledek Mona tidak terima jika Erika dipermainkan oleh Andre
" Kalo dia ada malu sih, tidak akan paksa Erika untuk balikan yah, padahal jadi temen biasa kan bisa, beda jika dia punya tujuan jahat ke Erika, memangnya dengan balikan dengan kamu, Erika langsung sembuh?" Tanya Oki menatap sinis ke arah Andre
" Tapi kan saya bisa membantu Erika belajar jalan, dan temani Erika kemana pun Erika mau" Lanjut Andre berusaha sabar, menghadapi dua wanita tega, yang mempermalukan Andre dikelas
" Kalo kamu mau balikan dengan saya, apa kamu mau gendong saya dari sini ke parkiran mobil? dan dorongin kursi roda saya untuk jalan jalan di taman? karena saya mau jalan jalan ke taman kota, jika kamu mau berjuang akan saya fikirkan untuk balikan, dan jika menolak jangan harap saya mau balikan lagi dengan kamu dan membantu kamu untuk kembalikan fasilitas yang ayah kamu sita selama ini?" Tanya Erika yang akhirnya mendapatkan ide untuk kerjain Andre
" Bener bener sial perempuan ini, menguji kesabaran saya, dengan gendong dia dari sini sampai parkiran mobil dan dorongin kursi roda dia selama jalan jalan, tapi kalo menolaknya semua kegiatan dan rencana saya akan gagal total, astaga kenapa harus diberikan pilihan sulit seperti ini sih, bner bener sial Erika ini" Batin Andre kesel, dengan keinginan Erika yang dianggap keterluan
" Oke, dengan diam itu artinya kamu menolak untuk menerima tantangan dari saya, dan jangan harap bisa balikan dan memanfaatkan saya untuk mendapatkan fasilitas kamu" Lanjut Erika senyum sinis, melihat Andre diam saja
" Pulang yuk, didepan supir ganteng kamu sudah menunggu kita pulang, supir kamu saja tidak malu gendong kamu turun dari tangga, masa mantan sendiri malu sih, mana perjuangannya" Ledek Mona sambil dorong kursi rodanya Erika, Mona semakin lama semakin yakin untuk menutup pintu hati untuk Andre
" Yah kalah dengan supir, yang bisa dengan santai dan ikhlas membantu saya, mau balikan tapi masih ada rasa gengsi, yah mimpi saja untuk bisa balikan" Ledek Erika merapihkan buku bukunya dan siap siap untuk pulang, Erika senyum kemenangan karena berhasil kerjain Andre dan membuat Andre malu
__ADS_1
Erika langsung jalan untuk pulang, membuat Oki langsung dorongin kursi rodanya Erika sampai depan kelas, Andre melihat Erika pergi begitu saja langsung megepalkan tangannya, menahan emosi karena syarat untuk balikan sungguh berat untuk Andre lakukan..
Dilain sisi, Jaka menampar Ana saat Jaka tiba dirumah, karena tadi Farhan menceritakan apa yang Ana lakukan dikantornya Farhan dan membuat Farhan marah besar dengan kelakuan Ana tadi.
" Saya tidak menyangka, cara kamu murahan sekali, demi membantu anak kita, Andre itu salah dan tidak pantas dibantu kita, biarkan Andre berfikir sendiri untuk mendapatkan kembali haknya, bukan dengan kamu seperti tadi untuk merayu Farhan demi membujuk saya untuk mengembalikan fasilitasnya Andre" Bentak Jaka tidak menyangka jika Ana, akan melakukan cara murahan demi membujuk Jaka untuk kembalikan fasilitasnya Andre
" Maafkan aku ayah, habisnya aku bener bener bingung bagaimana caranya Erika untuk mau kembali dengan Andre, demi ayah mau kembalikan fasilitas anak kita" Ucap Ana menahan perih dikedua pipinya, setelah ditampar oleh Jaka tadi
" Bingung bukan bearti seperti itu dong sayang, mana harga diri kamu hah, memangnya kamu perempuan apa sih, mendapatkan ide menjijikan seperti itu?" Tanya dan bentak Jaka marah saat tahu Ana jauh jauh ke kantornya Farhan untk merayu Farhan
" Aku janji tidak akan merayu Farhan lagi dan janji tidak akan berusaha untuk membujuk orang tuanya Erika, tapi jangan ceraikan aku yah" Mohon Ana yang tidak siap hidup susah, jika Jaka menceraikannya
" Baik lah, saya tidak akan menceraikan kamu, tapi ingat jika kamu melakukan hal yang sama ke Farhan, hari itu juga saya akan menceraikan kamu, tidak akan membiarkan kamu pergi bawa barang barang mewah kamu, dan tidak akan membiarkan kamu hidup enak setelah kita bercerai mengerti? sekarang saya kasih kesempatan kedua untuk kamu, jadilah istri yang baik dan jangan seenaknya bertindak" Tegas Jaka yang tidak main main, karena Jaka tidak ingin memiliki istri yang menghalalkan segala cara demi anak yang membuat masalah dalam hidup orang lain
Ana janji tidak akan melakukan kesalahan lagi, dari pada membuat Jaka marah dan beneran menceraikannya, Ana tidak sanggup harus hidup sederhana jika Jaka beneran menceraikannya demi membantu Andre, dan pasrah melihat anaknya hidup dalam kekurangan selama suaminya menjalankan hukuman untuk Andre dari pada hidup Ana yang sengsara karena membala Andre dengan cara yang salah.
__ADS_1