
malam harinya Kiara merasa sangat tegang karena ini adalah kali pertama ia berada didalam kamar Arsen.
'ya ampun kok gue tegang gini sih , ' batin Kiara heran.
"huhhhh"
'tenang kia tenang , semua pasti akan baik-baik aja ' batinnya lagi menyemangati dirinya sendiri.
akhirnya untuk mengalihkan ketegangannya , Kiara pun memilih untuk membantu Darwin dan Rangga mendesain sepeda untuk usaha mereka bertiga.
Tak berapa lama tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka. ya siapa lagi kalau bukan Arsen.
"huhhhhh capeknya " ucap Arsen mencari perhatian Kiara.
Namun Kiara tetap saja fokus pada laptopnya dan tidak menghiraukan Arsen sama sekali.
'huhh gini nih kalo udah didepan laptop pasti nggak bakalan peduli sekitar ' batin Arsen menggerutu.
'ahaaa' batin Arsen menemukan ide.
Arsen berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengganti pakaiannya dengan piyama tepat didepan Kiara.
'tenang Kiara tenang , jangan hiraukan ' batin Kiara agar tetap fokus.
"hoammm" Arsen menguap.
"sayang kamu kok belum tidur , ini udah malem loh " ucap Arsen basa basi.
"tidur aja duluan " balas Kiara tanpa mengalihkan pandangannya.
"nggak bisa sayang , pokoknya kamu harus tidur , aku nggak mau kamu sakit " ucap Arsen sambil merebut laptop Kiara
"kok kamu maksa sih , kerjaan ku belum selesai. asal kamu tahu , seharian pun aku kuat buat nggak tidur " ucap Kiara dengan nada meninggi.
"kok kamu marah , bukannya kamu udah setuju dengan perjanjian kita ??" tanya Arsen dengan nada menggoda.
Kiara terdiam , ia lupa dengan janjinya. Kiara serasa ingin memukul kepalanya sendiri dengan palu.
"tapi kan nggak gini juga " jawab Kiara dengan nada sedikit rendah dari sebelumnya.
"tapi sayang ini perintah suamimu. apa kau mau suamimu ini berkunjung ke rumah mertuanya untuk mengadukan kelakuan istri tercintanya ???" ucap Arsen lagi.
"huhhhhh ,,,, kamu menyiksaku " ucap Kiara kesal.
sedangkan Arsen hanya tersenyum bahagia melihat ekspresi terpaksa Kiara.
Kiara pun akhirnya mulai merebahkan tubuhnya di sofa seperti biasa tempat dimana ia duduk.
"kenapa tidur di sofa ??? kamu lupa sama persyaratan ku yang kedua ???" ucap Arsen lagi.
__ADS_1
"kalo nggak mau jalan sendiri , aku kuat kok gendong kamu " ucap Arsen lagi
Mendengar kata itu Kiara langsung berlari menuju tempat tidur dan langsung berbaring membelakangi Arsen.
Kiara berpura-pura memejamkan matanya agar Arsen tidak bicara lagi.
Namun dugaan salah besar , justru Arsen menjadi semakin menyebalkan diatas ranjang. Dari belakang Arsen melingkarkan tangannya memeluk Kiara dan tangannya tepat berada di dada Kiara.
spontan saja Kiara berteriak dan meronta-ronta.
"apa yang kamu lakukan ??" tanya Kiara tegang.
"apa ??? aku hanya ingin memeluk istri ku saja " jawab Arsen polos.
"tapi aku tidak setuju " ucap Kiara masih berusaha melepaskan diri dari pelukan Arsen.
"bukankah tadi pagi kamu sudah setuju ??? kamu lupa dengan persyaratan yang ku berikan ??? TURUTI PERINTAHKU DAN JADI ISTRIKU SEUTUHNYA. ".ucap Arsen menekankan kalimat terakhirnya.
Kiara lemas , sungguh persetujuannya tadi pagi sangat-sangat merubah hidupnya.
"Tapi dulu kamu nggak akan maksa aku " ucap Kiara dengan nada lemah.
mendengar suara lemah Kiara membuat Arsen iba , sebenarnya ia juga belum melakukan hal lebih sebelum Kiara benar-benar menyetujuinya. Namun Arsen hanya ingin mendekatkan dirinya secara perlahan kepada Kiara.
"tenang aja , aku nggak bakalan ngelakuin itu tanpa persetujuan kamu " ucap Arsen lembut tanpa melepaskan pelukannya.
Kiara merasa lebih tenang setelah mendengar ucapan Arsen.
Kiara terdiam , ia sadar bahwa selama ini ia tidak pernah menghormati Arsen sebagai suaminya.
"Dan satu hal lagi , aku tidak mau kamu panggil aku Arsen. Ketika kita sedang berdua kamu harus panggil aku dengan sebutan sayang , tapi ketika didepan banyak orang ,kalo kamu malu panggil aku sayang , kamu panggil aku Ken seperti panggilan bunda " ucap Arsen tak henti-hentinya mengerjai Kiara.
"ya Allah Arsen kenapa sih kamu menyiksaku " keluh Kiara
"eitssss " tegur Arsen.
"iya-iya " ucap Kiara dengan anda kesal
"jika kesabaran ku habis , aku bisa saja melakukannya sekarang " ucap Arsen lagi dan semakin mengeratkan pelukannya hingga menekan dada Kiara.
Kiara terkejut , baru kali ini ia merasa setegang ini dalam hidupnya
"oke oke sayang , maafin aku. Aku kan belum terbiasa. udah ya sekarang tidur biar besok pagi badannya fresh " ucap Kiara lembut seraya merayu.
"baik sayang " jawab Arsen langsung menenggelamkan kepalanya di leher bagian belakang Kiara.
"emmmm sayang , aku sesek , apa kamu nggak keberatan kalo singkirin tangan kamu dulu ???" ucap Kiara hati-hati.
"tidur atau aku mulai sekarang ??" ucap Arsen mantap.
__ADS_1
"iya-iya ,,,, huhhhh " ucap Kiara kesal.
'liat aja sayang suatu hari nanti kamu nggak akan bisa jauh dari aku. aku mencintaimu sayang ' batin Arsen sambil mengukir senyuman diwajahnya.
Kiara tak punya pilihan lain selain tertidur , matanya sudah tidak bisa lagi diajak berkompromi.
keesokan paginya Arsen terbangun lebih dulu , ternyata posisi tidur mereka berdua berubah yang kali ini Kiara menghadap ke arah Arsen sedangkan Arsen terlentang disamping Kiara.
rasa kantuk Arsen seketika hilang ketika melihat istri cantiknya berada disampingnya. Wajah polos Kiara ketika tertidur selain membuat Arsen jatuh cinta.
'ya ampun cantik banget istri gue , nggak rugi gue sabar nunggu selama ini. ' batin Arsen tersenyum melihat wajah Kiara.
Namun tak lama , Kiara tiba-tiba menggerakkan matanya seperti akan terbangun. Melihat hal itu Arsen pun langsung menutup matanya agar Kiara tidak merasa malu.
Dan benar saja , Kiara terbangun dan pandangannya pertama kali jatuh pada wajah tampan Arsen.
'huhh untung masih tidur , ehhh tapi Arsen ganteng juga sih kalo lagi tidur. ehhhh apa ini kok aku malah muji Arsen sih ' batin kiara menepis pikirannya.
Saat Kiara akan mencoba bangun dari tempat tidur tiba-tiba tangan Arsen melingkar di pinggangnya yang membuat Kiara berteriak.
"aaaaaaa , Arsen ???" ucap kiaa terkejut
"sayang tidurlah sebentar lagi , aku belum puas memelukmu " ucap Arsen dengan anda khas bangun tidur.
"tapi aku mau sholat " ucap Kiara kesal.
"sebentar saja " bujuk Arsen.
"huhhhhh ayolah " bujuk Kiara agar Arsen melepaskan pelukannya.
Arsen pun melepaskan pelukannya dan membalik badan Kiara menghadap dirinya lagi. Dan kini wajah mereka benar-benar berdekatan , Kiara tegang karena pasti Arsen akan menciumnya.
cup......
Benar saja , Arsen mencium bib*r manis Kiara dengan sangat dalam , namun Kiara hanya diam saja karena percuma menolak Arsen , ia akan terus memaksa Kiara melakukan apa yang dia inginkan.
cukup lama Arsen melakukannya hingga Kiara merasa sulit bernapas barulah ia melepaskannya.
"sayang , mulai sekarang mulai bangun tidur kita jangan lewatkan ci"man ya. supaya kita makin dekat dan hubungan kita menjadi kuat " ucap Arsen lembut sambil menghapus air liurnya dibibir Kiara.
"aku mau sholat dulu " ucap kiara dengan tampang sedih.
"iya , silahkan. maafin aku ya " ucap Arsen lembut.
"nggak papa kok sen " jawab kiara lembut.
"eitssss " selidik Arsen
"ehhh ..nggak papa kok sayang .maaf ya aku nggak biasa soalnya " ucap Kiara pura-pura lembut dan langsung masuk menuju kamar mandi
__ADS_1
di kamar mandi.....