Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
part 14


__ADS_3

Hari mulai malam dan para tamu undangan serta sanak saudara kedua mempelai sudah tidak ada lagi.satu persatu anggota keluarga beristirahat di kamarnya masing - masing, keluarga Dyfa pun sudah pulang beberapa saat yang lalu. mereka menolak tawaran Ibu Misya untuk menginap di kediamannya dan kini yang ada hanyalah para pegawai yang sedang membereskan rumah.


Dan pengantin baru pun sudah masuk kedalam kamar sejak tadi dan bergantian membersihkan diri di kamar mandi yang ada di dalam kamar.


Dyfa sangat gugup karena ini malam pengantin nya meskipun ini bukan yang pertama bagi mereka,dia berjalan mondarr mandir di dekat pintu balkon.hingga tanpa sadar jika Asgar memperhatikan nya sejak tadi.


"kau gugup" bisik Asgar di telinga Dyfa,kedua tangannya melingkar di pinggang Dyfa.


Dyfa membalikkan tubuhnya "aku ga gugup" jawabnya malu.


Asgar tersenyum melihat Dyfa seperti anak gadis yang baru menikah "jangan bohong " dia lalu mendekatkan wajahnya pada Dyfa.


Dyfa pun sontak memejamkan matanya saat sesuatu yang kenyal menempel di bibirnya.Asgarpun turut memejamkan matanya dan semakin memperdalam ciumannya hingga semakin memanas.


Tangannya mengusap punggung Dyfa dengan lembut,dia senang karena istrinya tidak memakai bra dan perlahan menyikap piyama yang Dyfa pakai.tangannya berpindah ke depan,di genggamnya kedua aset berharga milik Dyfa.


Dyfa tak kuasa menahan suaranya yang membuat pria itu semakin bersemangat untuk tangannya bermain di tempat yang kini menjadi tempat favorit nya.


"kau menyukainya,sayang" Asgar menghentikan aktivitas nya dan menatap wajah Dyfa.


Dyfa mengangguk malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Asgar.


Asgar mencium kening istrinya itu "aku akan membuat malam ini menjadi malam pengantin yang paling berkesan untuk kita."di lepaskan ya satu persatu pakaian Dyfa kemudian dia memboponng tubuh polos istrinya itu dan di baringkan di tempat tidur.


Dan pertempuran di malam pertama pun terjadi dengan beberapa ronde.


Dyfa terbangun menjelang subuh,setelah mandi dia pun membangunkan suaminya untuk melaksanakan salat subuh "Mas,bangun" dia mengguncangkan tubuh Asgar pelan.


Asgar menggeliat dan memeluk guling "bentar lagi bunda."


"ish..ga sadar apa kalo dia udah nikah" gumam Dyfa kesal,lalu di guncangnya lagi tubuh suaminya itu "Mas, bangun."


Asgar membuka matanya "wah,ada cinta pertamaku" ucap nya setengah sadar.


Dyfa semakin kesal karena tingkah Asgar "jangan harap dapat jatah lagi."


"jangan dong sayang" Asgar langsung terduduk "aku bangun nih."


"mandi sana"suruh Dyfa pada suaminya.


Dengan malas Asgar turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi tanpa peduli dia telanjang.


"dasar" gerutu Dyfa sambil menyiapkan pakaian untuk suaminya dan menggelar sajadah untuknya dan untuk Asgar.


Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah pertama mereka sebagai suami istri Dyfa langsung ke dapur menyiapkan minuman untuk Asgar.


Di dapur dia melihat ibu mertuanya sedang menyiapkan sarapan.


"selamat pagi bunda" sapa Dyfa.


Ibu Misya menoleh dan heran melihat Dyfa sudah begitu segar "wah,kok pengantin baru udah turun jam segini" godanya pada Dyfa.

__ADS_1


Wajah Dyfa langsung memerah "bunda,memangnya harus bangun siang ya pengantin baru?."


"Bunda cuma bercanda."jawab ibu Misya.


"Bunda lagi bikin sarapan ya."


Ibu Misya mengangguk "Bunda hanya senang jika suami dan anak-anak bunda memakan masakan buatan bunda sendiri."


"aku harus banyak belajar nih sama bunda" puji Dyfa "aku bantu ya bunda."


"sayang,kopi aku mana?"tanya Asgar yang menyusul istrinya ke dapur.


Dyfa menepuk jidatnya pelan "lupa."


Asgar mengusap kening istrinya "ga boleh pukul diri sendiri kayak gitu."


"dasar bucin."kata Pak Wira yang juga muncul di dapur.


"kayak engga aja." sindir Asgar pada ayahnya.


"kalo ayah ga bucin kalian ga akan ada."jawab Pak Wira lalu menyesap kopi yang sudah di buat oleh istrinya dan pergi ke meja makan.


Asgar menyusul ayahnya duduk di meja makan.


"ayo kita susul mereka" ajak ibu Misya.


"Sarapannya bunda?" tanya Dyfa.


Tak lama Amira dan Asrul beserta istri nya dan Arka bergabung dengan mereka untuk sarapan.


"eh,pengantin baru udah duluan aja di meja makan"goda Asrul.


"orang kalau udah biasa bangun pagi ,tidur jam berapapun pasti bangunnya pagi" timpal Asgar.


"Dih,so bener padahal paling susah bangunnya."sindir Amira sambil memasukkan potongan sosis kesukaannya ke dalam mulutnya.


"Iya Mas,kamu tadi susah di banguninnya" kata Dyfa mengiyakan ucapan Amira.


"kan aku kecapean sayang"jawab Asgar.


"habis berapa ronde semalam?"tanya Asrul.


"kepo" jawab Asgar sambil menikmati sarapannya.


"kalian mau honeymoon kemana?" tanya Pak Wira.


"Aku sih gimana Dyfa aja" jawab Asgar sambil menoleh pada istrinya.


"Jadi Dyfa mau honeymoon kemana?" tanya ibu Misya pada menantunya itu.


"kalau Mas Asgar tidak keberatan,aku ingin nyekar ke makam nenek sekalian honeymoon di sana."

__ADS_1


Amira mengernyitkan dahi "enakkan ke luar negeri teh."


"itu mah kamu" ujar Asrul.


"Mas Asgar uangnya banyak" kata Amira lagi.


Asgar menatap Dyfa dengan penuh cinta "aku setuju lagipula sudah lama aku tidak ke sana."


Dyfa tersenyum senang karena Asgar setuju dengannya "terima kasih."


"Aku boleh ikut ga?" tanya Amira penuh harap.


"bukannya kamu kerja" sahut Asgar.


"ijinlah" jawab Amira.


"kalau kamu ijin nanti perjuangan kamu buat deketin Ragil semakin kecil" ujar Asrul menakuti adik bungsunya.


Amira langsung memberengut "susah banget tau buat dapetin Ragil."


"kamu harusnya sedikit jual mahal sama Ragil Mira"kata Tiara sambil menyuapi Arka.


"iya kah?"


"iya Mira,takutnya Ragil malah makin menjauh kalau kamu kejar dia terus" timpal Dyfa.


"kayak kamu sayang,setiap aku datangi kamu cuek banget" goda Asgar.


"kan kamu dari dulu sering godain aku jadinya aku takut baper" jelas Dyfa.


"sudah - sudah mendingan ngobrolnya kita lanjutin di ruang keluarga aja" ujar Ibu Misya pada anak - anaknya.


Setelah membereskan meja makan, merekapun segera berpindah ke ruang keluarga dengan Arka yang duduk di lantai yang beralaskan permadani sambil membawa mainannya .


Tiara dan Dyfa yang tadi pamit ke dapur kini datang membawa minuman dan juga camilan. untuk menemani mereka bersantai.


"Jadi kapan kalian berangkat?"tanya Pak Wira pada pada Asgar dan Dyfa.


"besok kami berangkat Yah"jawab Asgar.


"kok besok sih" seru bu Misya.


Asgar menatap ibunya " bunda aku cuti cuma satu Minggu jadi ya ga mungkin kami menundanya" jelasnya.


"kan ga mungkin kalian pergi dengan tangan kosong" ujar Ibu Misya.


"tenang Bunda,kita sebelum berangkat belanja dulu"jelas Asgar santai.


Ibu Misya mencebik "kamu itu."


Dyfa memberikan segelas jus mangga pada suaminya "aku nanti telepon Akang Deni dan Raya bunda. untuk menyiapkan pakaian dan kue untuk keluarga disana" Jelas Dyfa sambil duduk di samping suaminya.

__ADS_1


Mereka pun bersantai sampai hari menjelang siang.


__ADS_2