
Keesokan harinya Kiara menghadiri acara pernikahan salah satu sepupu jauhnya. karena harus menyelesaikan pekerjaannya dulu , Kiara menjadi terlambat datang ke tempat pernikahan.
"Lo kemana aja sih ??? " tanya Rangga kesal karena Kiara baru sampai.
"ya maaf , tadi gue ketiduran , Lo juga sih ngapain tinggalin gue." jawab Kiara balik menyalahkan Rangga.
"udah ah tadi Kikan nyariin Lo .cepet sana " ucap Rangga
"iya iya " jawab Kiara langsung menuju ruang make up.
Kiara berjalan menuju ruang make up melewati area resepsi nanti. dalam hati Kiara takjub dengan dekorasi yang megah nan menawan itu .
"wahhhh bagus banget , EO nya siapa nih ?? " puji Kiara sambil melihat-lihat sekitarnya.
Saat Kiara sedang berjalan , tiba-tiba ia terkejut karena melihat suatu benda yang sangat ia kenali melingkar di tangan seseorang.
'jam tangan itu ..... ahhh nggak mungkin ' batin Kiara menepis dugaannya.
dengan santai Kiara melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di depan ruang make up ternyata semuanya sudah selesai bersiap-siap.
"ya ampun bibi , kok baru Dateng sekarang sih, Kita semua udah selesai nih " ucap Anya mengomeli Kiara
"iya sayang , bibi Masi ada kerjaan soalnya " jawab Kiara sedikit berbohong.
"yaudah kamu siap-siap aja di dalem , MUA nya masih disana kok " ucap Kikan
kiarapun masuk kedalam ruangan make up mengikuti perintah kakak iparnya .setelah masuk tanpa melihat sekitar Kiara langsung berkata.
"nona , make up-nya yang natural aja ya , nggak usah yang terlalu tebel. " ucap Kiara membelakangi orang tersebut dan memakai pakaian yang disiapkan oleh keluarganya.
saat membalikkan badannya Kiara pun memanggil MUA tersebut ,ingin meminta bantuan.
"nona, bisa bantu saya ??" tanya Kiara ramah.
"tentu nona , tunggu sebentar " jawab orang tersebut sambil membalikkan badannya
melihat satu sama lain membuat keduanya terkejut bukan main.
"kkkkkk.....kiaaa. "
"Uma..."
ucap mereka serempak.
flashback on
"bibi mana sih Tante ??" tanya Anya kepada Kikan
"iya , bibi kok nggak dateng-dateng "ucap Adel menimpali
"tadi kata om Rangga , bibi masih ada kerjaan dikit katanya " jawab Kikan menjawab pertanyaan kedua keponakan suaminya itu.
akhirnya Kikan pun mencoba menghubungi Kiara , namun ternyata tidak mendapat jawaban.
Kikan pun mencoba lagi menghubungi adik iparnya itu . namun saat sedang menunggu jawaban dari Kiara , Kikan dipanggil oleh Adel untuk membantunya mengancingkan baju.
__ADS_1
Kikan pun menghidupkan speaker ponselnya dan meninggalkannya di meja. agar nanti jika terhubung ia bisa langsung mendengar ucapan Kiara.
Sang MUA yang terusik dengan suara ponsel Kikan pun menjadi penasaran dan melirik ponsel tersebut.
betapa terkejutnya MUA itu melihat nama yang terpampang di papan ponsel tersebut.
"Adek , apakah ada lagi yang akan di make up ??" tanya MUA itu yang tak lain adalah Humaira.
"ada nona , bibi kami , bibi Kiara " jawab Anya apa adanya.
"OOO yang sedang dihubungi sama nona itu ?" tanya Humaira menunjuk Kikan.
"iya " jawab Anya singkat karena takut lipstiknya rusak.
"siapa nama bibi mu ??" tanya Humaira lagi.
"Kiara , Kiara Harvey " jawab Anya akhirnya.
"ohh , sudah , make up-nya sudah selesai. " ucap Humaira .
lalu setelah Anya pergi , Humaira langsung duduk di kursi itu karena kali ini ia tidak tahu bagaimana perasaannya .
'apa aku akan bertemu dengan Kiara ??' batin Humaira bertanya-tanya.
lalu semua orang pergi keluar meninggalkan dirinya seorang diri di dalam ruangan itu. cukup lama ia menunggu hingga terdengar ada orang yang masuk ke ruangan itu .
"nona , make up-nya yang natural aja ya , nggak usah yang terlalu tebel." ucap seseorang.
'ini memang sahabatku ' batin Humaira senang .
flashback off
Kiara dan Humaira berpelukan sambil menitikkan air mata . mereka berpelukan cukup lama melampiaskan kerinduan mereka.
"kamu apa kabar Uma ? baik baik aja kan ? " tanya Kiara beruntun.
Humaira hanya mengangguk karena tidak bisa mengeluarkan suaranya.
"ternyata sahabat ku masih seperti yang dulu." ucap Kiara memeluk sahabatnya lagi.
lalu setelah cukup lama mereka melepas rindu barulah Humaira menempel wajah Kiara dengan make up natural favoritnya.
"ternyata kamu masih seperti yang dulu Kik , akhirnya setelah beberapa tahun aku bisa menyentuh wajahmu lagi. " ucap Humaira menitikkan air mata.
"udah , nggak usah nangis lagi. kita kan lagi bahagia" ucap Kiara menghapus air mata dari pipi sahabatnya itu.
"berarti dugaan ku nggak salah , kalo diluar ada Kevin ??" tanya Kiara mengalihkan pembicaraan
Humaira hanya menanggulangi mengiyakan ucapan sahabatnya itu.
stelah selesai Kiara dan Humaira pun keluar untuk menghadiri acara resepsi sepupunya.
saat mereka membuka pintu ternyata ada seseorang yang tengah menunggu tepat didepan pintu.
"lihat " ucap Humaira.
__ADS_1
Kevin dan Kiara terkejut karena tak menyangka mereka bisa bertemu lagi.
"kia..."
"Kevin "
ucap mereka kompak.
akhirnya kevin mendekati kedua gadis itu , dan bersalaman dengan Kiara. dan merekapun berpelukan sekejap seperti misalnya pelukan para lelaki.
"Lo apa kabar ?" tanya Kevin
"gue baik , Lo sendiri gimana ??" tanya Kiara balik .
"gue Alhamdulillah juga baik. nih " jawab Kevin , sambil menyerahkan sesuatu.
Kiara pun mengambil pemberian Kevin dan melihatnya sekilas , Kiara pun langsung terharu.
"wahhhh selamat ya , insya Allah gue bakalan Dateng ke acara kalian berdua." ucap Kiara memeluk kedua sahabatnya itu secara bersamaan.
"gue bisa minta tolong ??" tanya Kiara ragu.
"tentu Kik, kita udah kek sodara . ya kan ma " ucap Kevin meminta persetujuan dari humaira
"iya Kik, santai aja " ucap Humaira lembut.
"rahasiakan pertemuan kita dengan Arsen " ucap Kiara mantap.
Kevin dan Humaira terkejut, namun mereka mengerti bahwa apa yang dilakukan Arsen dulu memang sulit untuk diterima.
akhirnya setelah lama berbincang , Kiara pun menemui keluarganya untuk menghadiri sepupunya itu.
sedangkan sambil memantau kerja para karyawannya , Humaira dan Kevin berbincang mengenai sahabatnya itu.
"Vin, aku jadi kasihan sama Arsen " ucap Humaira dengan nada sedih
"sayang , kita tetap harus hormatin keinginan Kiara. kita hanya perlu merahasiakan pertemuan kita Dnegan Kiara. dan aku yakin suatu saat mereka akan bertemu , apalagi besok di acara resepsi kita " ucap Kevin menenangkan.
"iya , terima kasih ya sayang kamu selalu membuat aku tenang " ucap Humaira tulus.
"wahhhh kamu panggil aku sayang ?" goda Kevin .
"emangnya kenapa ? nggak mau ? yaudah " balas Kiara dengan nada juteknya.
"iya boleh lah sayang. aku kan jadi senang " jawab Kevin jujur.
acaranya berjalan lancar , saat akan pulang , Kevin dan Humaira tak lupa berpamitan dengan sahabatnya itu.
"Lo jangan lupa Dateng " ucap Kevin
"iya , tapi mungkin gue nggak bisa lama " balas Kiara jujur.
"iya nggak papa kok, yang penting kamu Dateng kita berdua udah bahagia " ucap Humaira .
kemudian merekapun berpamitan pulang dan kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1