Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
ke rumah baru


__ADS_3

"Ara apa ada masalah ??" tanya Arsen setengah berbisik.


"nggak ada " jawab Kiara singkat.


akhirnya acara sarapan pun selesai , Humaira dan Kevin berpamitan untuk pulang sedangkan Ardan berpamitan untuk keluar bertemu teman-temannya.


sedangkan Arsen dan Kiara sedang mengemasi pakaian mereka untuk pindah ke rumah Arsen.


"bunda kita pamit dulu ya , bunda jaga kesehatan jangan terlalu banyak pikiran " ucap Kiara ketika bersalaman dengan bunda Ika.


"iya sayang , kalian berdua juga semoga cepet kasi bunda cucu " ucap bunda Ika mantap.


Kiara terkejut , karena ia belum memikirkan hal itu sebelumnya.


"bunda Ken pamit ya , insyaallah Ken akan sering kesini " ucap Arsen.


"iya , kamu harus jagain istri kamu sayang " ucap bunda Ika.


akhirnya mereka berdua berangkat menuju rumah Arsen dengan mengendarai mobil milik Arsen yang langsung dikemudikan olehnya.


Didalam mobil Kiara terus saja berkutat dengan laptopnya tanpa menghiraukan Arsen.


"apa pekerjanya belum selesai ?" tanya Arsen ramah.


"bukan urusan mu " jawab Kiara cuek.


"app...." ucap Arsen terhenti oleh ucapan Kiara.


"aku butuh konsentrasi , kalo mau ngomong lagi ntar aja. kalo masih ganggu aku turun disini " ancam Kiara tanpa memalingkan wajahnya dari layar laptopnya.


Arsen pun terdiam tak mampu berkata , ia fokus mengemudikan mobilnya hingga sampai di rumah pribadinya.


akhirnya merekapun sampai di rumah pribadi Arsen yang lumayan besar , namun tidak sebesar rumah bunda Ika. rumahnya terletak di perumahan elit yang sangat nyaman.


Arsen memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya , Kiara menyadari bahwa mereka sudah sampai ditempat tujuan.


"ayo " ajak Arsen.


kiarapun menutup laptopnya dan memasukkannya kedalam ranselnya. Tak lupa Kiara membawa kopernya sendiri.


Arsen membuka pintu rumahnya , dan dengan berbisik Kiara mengucapkan salam.


"Ara ini rumah kita , ya memang sih nggak seberapa dibandingkan rumah bunda tapi ini khusus aku beli buat kita. " ucap Arsen.


"ayo aku antar berkeliling " ajak Arsen lagi.


"nggak usah , tunjukkin dimana kamarku , " ucap Kiara jutek.


Arsen kikuk , ia heran dengan Kiara yang malas tersenyum kepadanya.


"di rumah kita ini ada 4 kamar tidur , diatas 2 dan dibawah 2 jad...." ucap Arsen terpotong lagi


"aku mau yang dibawah , yang lebih segar " ucap Kiara memotong ucapan Arsen.

__ADS_1


"yaudah sini aku antar " ajak Arsen langsung mengajak Kiara menuju kamar yang sudah ia siapkan.


Arsen sudah menduga sikap Kiara , dan iapun. sudah menyiapkan sebuah kamar dengan fasilitas lengkap.


Arsen membuka pintu dan memperlihatkan sebuah kamar yang berukuran lumayan besar , dengan ranjang lebar dan terdapat kamar mandi.


'buset dah gede banget nih kamar ' batin Kiara takjub


"ini kamar kamu " ucap Arsen


"hmmmmmm" jawab Kiara langsung masuk.


"kalo kamu butuh apa-apa kamu bisa panggil aku , kamar aku ada di atas . " ucap Arsen menawarkan.


"hmmmmmm" jawab Kiara lagi.


"apa kamu suka kamarnya ?" tanya arsen lagi


"hmmmmmm" jawab Kiara lagi.


"baiklah sayang , kamu istirahat dulu , aku mau keatas dulu " ucap Arsen lalu pergi meninggalkan kamar Kiara.


Arsen berjalan menuju kamarnya Dnegan memikirkan banyak hal dikepalanya. Arsen bingung bagaimana cara ia menjalankan hubungan ini. ia tidak mau jika salah satu diantara mereka ada yang tersiksa.


sedangkan Kiara sedang merapikan pakaiannya dilemari , sambil memikirkan banyak hal juga.


'ya Allah gimana cara kia percaya lagi sama Arsen , kia juga nggak mau jalanin hubungan seperti ini. tapi setiap kali kia melihat Arsen , kia selalu terbayang kejadian itu ' batin Kiara bingung.


malam harinya setelah shalat isya , Kiara keluar kamar karena merasa lapar. Kiara bingung , mau delivery ia bingung makan apa karena ia takut makan sembarangan . mau masak , malah malu sama Arsen.


baru saja Kiara Samapi , ternyata sudah Arsen yang sedang mengambil segelas air putih.


"kamu laper ya sayang , mau makan apa ??" tanya Arsen sambil meminum air putihnya.


"makan orang " jawab Kiara mantap.


"yaudah ayok " ucap Arsen sambil menggoda Kiara


Kiara kikuk , ia merasa salah bicara , ia tak tau harus berkata apa lagi.


"udah ah , aku nggak bisa makan makanan luar . sini biar aku masak aja " ucap Kiara mengalihkan pembicaraan.


Kiara membuka kulkas dan ternyata isinya hanya mie instan dan sayur kol


'astaga cuma ada mie . aduhhhh gue kan nggak boleh makan mie .......' batin Kiara masih di depan kulkas.


Kiara terlihat berpikir sejenak, dan akhirnya memutuskan untuk memasak mie saja.


"mau ??" tanya Kiara kepada Arsen.


"tentu saja sayang , aku sangat menunggu hari ini " jawab Arsen


"nggak usah lebay" ucap Kiara cuek.

__ADS_1


akhirnya Kiara memasak mie untuk dia dan Arsen.


Tak berapa lama , akhirnya Kiara sudah siap dengan 2 piring mie dikedua tangannya.


Kiara memberikan sepiring kepada Arsen dan sepiring untuk dirinya.


"Ara...apa kamu yakin makan mie ?? mau aku pesankan makanan yang lebih sehat ?" tanya Arsen khawatir.


"nggak , aku udah siepin obat kok , kamu makan aja ." ucap Kiara sambil memakan mienya.


Arsen pun tak punya pilihan selain memakan mie buatan istrinya itu.


'ya ampun kok tumben gue makan mie seenak ini , ini beneran enak atau gue yang lebay sih ??' batin Arsen .


Baru beberapa suapan Kiara sudah merasakan perih di area perutnya.


'duh kok gini sih , mana belum kenyang lagi. sayang juga mienya terlalu banyak. ' batin Kiara kesal karena sudah merasakan darah mengalir di area perutnya.


"enak kan ??" tanya Kiara kepada Arsen masih dengan wajah juteknya.


Arsen mengangguk dan tersenyum sambil terus mengunyah makanannya.


"abisin ya , aku udah kenyang .nggak papa kan ??" ucap Kiara menyerahkan mienya.


"nggak papa kok sayang , aku malah seneng , aku berharap suatu saat kita bisa makan sepiring berdua .hahahaha" ucap Arsen sok polos.


'coba aja perut gue nggak sakit , udah gue pites Lo sen ' batin Kiara menggerutu.


Kiarapun langsung menuju kamarnya untuk mencari obatnya.


Arsen yang menyadari bahwa Kiara tak baik-baik saja , menjadi khawatir. Ia langsung membuka ponselnya dan meminta Ardan membelikan buah-buahan segar.


"aku tau sayang kamu akan merasa lebih baik dengan buah-buahan " ucap Arsen mengetahui kesukaan Kiara.


setelah menghabiskan mienya Arsen kemudian mengecek cctv tersembunyi yang ada di kamar Kiara .


Ia sedang melihat Kiara terduduk lemas dilantai sambil menangis.


"sayang kamu pasti kuat " ucap Arsen berlinang air mata.


tak berapa lama Ardan datang dengan beberapa buah-buahan.


"thanks ya , Lo pulang aja langsung , istirahat " ucap Arsen setengah mengusir.


"gue mau nginep disini " goda Ardan


"nggak nggak , enak aja Lo. makanya buruan nikah " ucap Arsen lagi.


"nih undangan buat Lo " balas ardan memberikan undangan.


Arsen menerima sebuah undangan itu dan ternyata benar tertulis nama Ardan dan nama seorang wanita.


"Lo serius ?" tanya Arsen ragu.

__ADS_1


"iya lah kalo nggak percaya tanya aja bunda " jawab Ardan langsung pergi meninggalkan rumah Arsen.


__ADS_2