Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
ketegangan


__ADS_3

flashback on


akhirnya Kiara menerima Arsen sebagai kekasihnya . namun tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tak suka melihat kebahagiaan mereka.


"liat aja gue bakalan hancurin senyuman dan kebahagiaan kalian " ucap orang itu yang tak lain adalah mantap kekasih Arsen , Angel.


setelah melihat kedekatan Arsen dan Kiara , angel langsung pergi dan menemui suaminya yang tak lain adalah orang yang dipergoki sedang bercinta dengannya oleh Arsen .


kebetulan ia dan suaminya kini sedang menginap di hotel yang sama dengan the guns.


"sayang , aku butuh bantuan kamu untuk ngancurin kebahagiaan Arsen " ucap Angel kepada suaminya , Rudi.


"mau apa sayang ?" tanya Rudi lembut.


"aku mau menjebak Arsen dan membuat kekasihnya benci kepadanya " ucap Angel berapi-api.


"oke , biar aku atur semuanya , kamu hanya perluasan lakuin apa yang harus kamu lakuin , sisanya biar aku yang atur ." ucap Rudi


"tapi siapa kekasih Arsen sekarang ?" tanya Rudi


"aku tak tau namanya , pokoknya aku mau kevin dan Humaira juga kena dalam rencana kita ini. " ucap Angel lagi .


akhirnya malam harinya Rudi mengerahkan anak buahnya untuk menjalankan rencana jahatnya bersama istrinya.


Rudi hanya memantau dari sebuah monitor dikamarnya.


"siapa wanita ini ? aku tidak mengenalinya sama sekali " ucap Rudi penasaran namun memilih tak memperdulikan siapa kekasih Arsen sekarang.


akhirnya setelah rencananya selesai , angel menghampiri suaminya dan mengucapkan terima kasih.


"siapa sebenarnya kekasih Arsen itu sayang ?" tanya Rudi heran


"namanya Kiara , dia satu tim dengan Arsen di kontes prince and princess of the world ." ucap Angel singkat .


"sayang aku belum puas , aku masih belum bisa menerima perlakuan Arsen kepada Kiara hati itu ."lanjut Angel berapi-api.


"kamu tenang saja , besok pagi akan menjadi hari yang paling menyakitkan untuk mereka berempat " ucap Rudi sambil menyeringai.


flashback off


akhirnya setelah Kevin merasa lebih baik , Kiara dan Humaira kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.


"oh ya , besok pagi kita joging ke taman Deket sini ya . sekalian refreshing " ucap kevin berusaha menghilangkan amarah kedua gadis itu.


"boleh , " ucap Kiara mantap.


Humaira hanya mengikuti Kiara saja , ia tak mau memaksakan sahabatnya dalam kondisi seperti ini.


akhirnya merekapun kembali ke kamar dan beristirahat . tadi saat kelautan dari kamar Kevin dan Arsen , Kiara dan Humaira sama sekali tak menghiraukan kehadiran Arsen .

__ADS_1


akhirnya tak butuh waktu lama bagi kedua gadis itu untuk terlelap.


dan keesokan harinya sesuai janji dengan Kevin mereka berdua bersiap-siap untuk olahraga di pagi hari.


saat membuka pintu ternyata kevin dan Arsen sudah menunggu mereka berdua.


"eh sayang kamu udah nunggu , maaf ya kita lama " ucap humaira menyapa Kevin .


"nggak papa kok sayang , ayo kita jalan , ayo kik , sen " ajak Kevin yang langsung diikuti oleh semuanya.


Arsen kikuk karena ia tak dianggap sama sekali oleh dua gadis itu.


sesampainya mereka diarena taman mereka heran karena sudah jam setengah 7 taman masih sepi . bahkan jalanan sekitarnyapun tumben jarang kendaraan berlalu lalang , biasanya selalu terjadi kemacetan.


"apa karena hari libur ya , makanya jalanan sepi " ucap Kiara heran dan sedikit khawatir akan terjadi sesuatu.


"iya Kik, nggak biasanya nih tempat sepi , udah ayo kita balik aja " ucap Humaira takut .


"nggak papa sayang , kan kita bisa lebih leluasa olahraganya kalo sepi kayak gini " bujuk Kevin yang tak berpikiran lain-lain.


Arsen yang menyadari kejanggalan pun mencoba mengajak teman-temannya untuk pergi dari tempat ini .


"guys , ini bukan hal biasa , aku mohon ayo kita pergi. Vin kali ini lo harus percaya sama gue " bujuk Arsen


"maksud Lo ???" tanya Kevin heran.


Dor..........


Arsen terkejut karena lengan Kevin tergores oleh sebuah peluru.


"sen peluru ??" tanya Kevin ragu


"ayo cepet guys kita pergi " ucap Arsen bergegas bersama pada sahabatnya.


namun mereka telat karena ternyata ada seseorang dibelakang mereka yang sudah siap menembakkan peluru kearah mereka.


"kalian siapa ?" tanya Arsen sambil berusaha melindungi kedua gadis itu.


Humaira sudah menangis sedangkan Kiara masih mencoba tenang seperti biasanya.


"kamu akan tahu siapa kami , tapi nanti setelah semua peluru ini mengenai tubuh kalian " ucap seseorang dengan nada menakutkan.


mereka berempat semakin tegang , karena dari perkataannya orang itu tidak main-main.


"kalian boleh menembakkan berapapun peluru ketubuhku , asalkan jangan kepada dua wanita ini " keluh Arsen pasrah.


Dor.. ..Dor....


aaaaaaa

__ADS_1


Dua buah peluru berhasil melayang ke kaki Kiara dan Humaira membuat mereka berdua berteriak kencang. Arsen dan Kevin syok karena ternyata mereka di kepung dari berbagai arah .


"kia , Uma " ucap Kevin dan Arsen bergantian .


Humaira semakin menangis karena takut dan rasa saat dikakinya. sedangkan Kiara masih tetap menahan air matanya.


akhirnya tanpa punya pilihan lain Kevin memeluk Humaira untuk menyakinkan kepada wanita itu bahwa semua akan baik-baik saja.


"mengapa kalian melakukan ini kepada para gadis ??? dimana jiwa pemberani kalian ??" ucap Arsen geram.


"kalo kalian memang berani ayo kita bertarung secara jantan , satu lawan satu dan tanpa senjata " ucap Kevin.


Dor...


lagi-lagi peluru ditembakkan , namun kali ini peluru itu ditembakkan ke udara sehingga tak Mengani siapapun.


"wahhhh kalian berdua memang lelaki sejati , kalian rela berkorban demi wanita yang kalian cinta. wahhhh ...prok....prok ....prok.." ucap seseorang membungkam mulut Arsen dan Kevin .


"AAnnn.....nnggelll....." ucap Kevin heran.


"ya , gue angel , gue yang udah nembakin peluru ke kaki Humaira sama cewek itu " ucap Angel mantap sambil menunjuk kiara.


"lo....


Dor.....


"aghhhh....." rintih Arsen


belum selesai Arsen berkata tiba-tiba salah satu anak buah angel menembakkan peluru tepat di dada kiri Arsen. Humaira berteriak kencang sambil mengeluarkan air matanya lagi.


"setiap kali Lo berdua melawan gue , anak buah gue akan langsung memberikan peringatan kepada kalian. " ucap Angel


"uhhh astaga , Humaira cantik kok kamu nangis , takut ya . uhhhhh so sweet banget dipeluk sama pacar . tapi kamu tau nggak kenapa kamu aku lakuin ini sama kamu ??? itu semua gara-gara dua laki-laki brengs*k ini " ucap Angel dengan amarah memuncak.


"mmmmm....maksud kamu apa njel ?" tanya Humaira dengan penuh keberanian.


"yang pertama karena Arsen Atmaja sudah mempermalukan aku dengan suamiku dikamar hotel. aku sangat tidak menerima hal itu dan yang kedua , kamu tahu kekasih yang rela berkorban untuk dirimu itu lah yang membawamu kepada amarah ku saat ini. Kau tahu , Kevin sudah memberikan harapan palsu kepada adikku sampai adikku depresi dan dia meninggal karena ulah kekasihmu itu ." ucap Angel sedikit berteriak .


Humaira dan Kiara terkejut , mereka sebenarnya saat ini sedang marah dengan kedua lelaki itu namun apalah daya ini bukan waktunya untuk bertengkar .


"angel kamu salah , aku tidak pernah mengatakan kepada Afi(adik angel ) bahwa aku mencintainya. " ucap Kevin membela diri.


"tapi dengan perlakuanmu , kau selalu datang ke rumahku untuk menemuinya dan selalu mengajaknya jalan-jalan. jual aku tanyakan hal itu kepada dua gadis ini , mereka pasti akan merasa diistimewakan , namun ternyata kau justru menghianatinya kau mengatakan padanya bahwa kau sangat mencintai Humaira ." balas angel panjang lebar.


"tapi ini bukan kesalahan Humaira dan Kiara " ucap Kevin.


Dor.....


satu peluru tepat mengenai dada kiri Kevin , untung saja Humaira sudah tidak diperlukannya lagi.

__ADS_1


"kau....


__ADS_2