Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
mulai pulih


__ADS_3

1 Minggu kemudian , Kiara merasa sudah seperti biasanya. ia bangun pagi dan menghidupkan udara segar. tak lupa ia sarapan dengan bubur sumsum kesukaannya.


setelah sarapan Kiara berencana untuk menemui kedua sepupu kocaknya itu. namun sebelum itu , ia ingin merapikan baju-baju dari kopernya.


hal pertama yang dicari Kiara adalah laptop dan ponselnya.


"huhhhhh untung aja nggak ilang . nih hp Masi bisa dipake apa nggak ya ??" ucap Kiara


dan setelah itu ia menemukan jam tangan pemberian dari Kevin sebagai simbol persahabatan mereka berempat.


"huhhhhh maafin keegoisan ku guys , aku nggak mau mengingat penghianatan Arsen kepadaku . setiap kali aku mengingat kalian aku akan mengingat kejadian itu lagi. " ucap Kiara hampir menangis .


namun ia segera mengalihkan pikirannya dan menyelesaikan pekerjaannya.


lalu setelah itu ia pun berpamitan kepada ibu untuk pergi ke bengkel Darwin.


sesampainya di bengkel Darwin , ternyata disana sedang tidak ada pelanggan hanya ada Darwin dan Rangga yang sedang mengopi.


"wahhhh putri kita udah sembuh nih " goda Rangga agar adiknya ceria lagi.


"udahlah jangan sebut-sebut putri lagi. " jawab Kiara cuek.


"oh ya , apa temen-temen gue semuanya selamat ?" tanya Kiara tegang


"selamat , kalian semua selamat " ucap Darwin mantap .


"huhhhhh Alhamdulillah " ucap Kiara lega .


Tring...........


tiba-tiba suara ponsel Darwin dan Rangga berbunyi bersamaan .


"wahhhh ponsel kalian kompak juga ya " ucap Kiara


"iyalah , ponsel lo mana ?" tanya Rangga


"gue recharge , udah seminggu ini gue nggak mainin soalnya " jawab Kiara mantap.


"guys guys , ngga Lo ambil laptop cepet " ucap Darwin sambil melihat ponsel pintarnya itu.


Rangga pun segera memberikan laptop kepada Darwin , dan Darwin dengan cepat membuka email.


"guys kita ternyata menang " ucap Darwin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"maksudnya ??" tanya Kiara bingung .

__ADS_1


Rangga dengan sigap membuka pesan yang tadi datang berbarengan dengan pesan yang datang ke ponsel Darwin.


"ini nggak salah kan kak ??" tanya Rangga kepada Darwin.


"tumben Lo panggil kakak " ucap Kiara mengejek.


"Lo tau Ki , ternyata kita menang projek teknologi canggih itu " ucap Rangga membuat Kiara terkejut.


"oh ya ?? bukannya ?" tanya Kiara terputus.


"ternyata hasil waktu itu salah . terjadi kekeliruan dari pihak panitia. untung aja belum terpublikasi " ucap Darwin menjelaskan.


Kiara terduduk , ia sangat bahagia karena ternyata usahanya dan saudara-saudaranya tidak sia-sia.


"kita akan jadi pengamat guys . kita akan terkenal " ucap Rangga antusias.


dan akhirnya mereka bertiga berpelukan sambil meneteskan air mata karena sangat bahagia.


"1 bulan lagi kita akan langsung menanda tangani kontrak ke Spanyol ." ucap Darwin


"berarti setelah itu semua orang akan mengenal kita " timpal Rangga antusias.


"gue mau orang-orang panggil gue Ale." ucap Kiara mantap.


"kenapa ?" tanya Rangga heran


Kiara tidak mau jika sampai Arsen datang lagi ke kehidupannya.


"Kik , gue perhatiin Lo kok sekarang jadi lebih cuek ya ??" tanya Rangga takut .


"nggak kok , emmmm tapi bener juga sih , gue males aja kalo nggak sama Lo berdua sama yang lainnya juga " jawab Kiara santai.


"Lo ngaku sama kita. lo........." ucap Darwin yang ingin bertanya namun langsung dipotong Kiara


"sakit hati " ucap Kiara melanjutkan ucapan Darwin.


"tunggu dulu biar gue selese ngomong. Lo pernah jatuh cinta ?? atau pernah pacaran ?" tanya Rangga spontan .


"nggak , gue cuma sakit hati sama orang yang nembak gue " ucap Kiara jujur namun tak mengatakan yang sebenarnya.


"tapi gue nemuin bunga di kamar hotel Lo " ucap Darwin


"terus Lo langsung nebak itu dari cowok ??" ucap Kiara tetap santai agar kedua sepupunya itu tak curiga .


Kiara tak mau kedua sepupunya mengetahui bahwa penembakan yang ia alami karena sakit hati dari mantan Arsen .

__ADS_1


"ya iya , soalnya kan mana mungkin Lo nyimpen itu. dari fans Lo " ucap Darwin kikuk


"gue belum sempet buang " jawab Kiara singkat.


"oh ya , gue harap Lo berdua jujur sama gue , mengenai keadaan gue ." ucap Kiara yang membuat kedua saudaranya itu kelabakan.


"ssss......sebbbb..narnya luka tembak di perut Lo itu lumayan parah. lambung Lo tergores dikit. " ucap Darwin terbata.


"pantes aja , berdarah kemarin " ucap Kiara lemas.


"makanya dokter nyaranin Lo buat jaga makanan selama 2 tahun " timpal Rangga.


"Lo berdua tau , kemarin waktu luka gue berdarah rasanya sangat perih . gue bingung harus ngapain " ucap Kiara sambil meneteskan air matanya .


Rangga dan Darwin kemudian memberikan semangat kepada adik tercintanya itu. dan membujuk Kiara agar menjadi lebih kuat.


"oh ya , kak Alex bakalan ngenalin kita sama teman-temannya yang merupakan mafia , agar kita terhindar dari kejadian seperti yang dialami Kiara " ucap Rangga


"menurut Alex , orang yang melakukan semua ini bukanlah orang sembarangan . apalagi melihat peluru yang digunakan untuk menembakmu Kik ." lanjut Darwin


Darwin pun kemudian menyerahkan peluru tersebut kepada kiara.


"besar banget guys " ucap Kiara sambil mengambil peluru yang masuk ke tubuhnya itu .


setelah berbincang bincang sampai siang hari kiarapun kembali ke rumahnya untuk beristirahat. ia melihat ponselnya dan melihat grup WhatsApp dari the guns namun tak ada pesan apapun dari mereka .


"oke Kiara mari kita buka lembaran baru . lupakan semua kejadian-kejadian itu dan fokus untuk masa depanmu " ucap Kiara lalu mengeluarkan SIM cardnya dari ponsel


Kiara kemudian mematahkan SIM card itu agar semua yang berbau the guns menghilang dari pikirannya.


"untung aku nggak pernah sebuah nama panjangnya didepan mereka jadi mereka tidak akan tau identitasku sebagai Ale . " ucap Kiara


setelah itu ia memberitahu kedua orangtuanya mengenai kemenangannya di projects teknologi canggih. pak Bahri dan Bu hayati senang karena anaknya kini bisa tersenyum lagi.


setelah berbincang bincang dengan kedua orang tuanya Kiara kembali ke kamarnya dan mengambil peluru yang diberikan oleh Darwin tadi.


peluru itu dibuatnya menjadi sebuah kalung dan menyimpannya ditempat ia menyimpan jam tangan dari Kevin.


setelah selesai Kiara pun beristirahat merebahkan tubuhnya perlahan diatas ranjang . hari sudah malam dan hanya terdengar suara binatang-binatang malam.


Kiara belum bisa terlelap karena terus memikirkan projek teknologi canggih itu . ia sangat senang karena ternyata ia dan kedua saudaranya bisa menangkan kompetisi teknologi canggih itu.


Kiara lupa bahwa ia harus meminum obat agar lukanya segera sembuh. Kiara belum berani untuk membuka perban diperutnya . ia takut nanti darah akan keluar lagi .


setelah selesai minum obat Kiara kemudian mengambil ponselnya dan memasukkan SIM card baru kedalam ponsel pintarnya itu.

__ADS_1


Setelah selesai Kiara pun memejamkan matanya dan berharap hari-hari berikutnya akan lebih baik dari hari ini .


__ADS_2