
Kiara masuk didalam lift dan menekan tombol 20. sesampainya dilantai 20 Kiara melihat ada sebuah pintu yang sedikit terbuka.
"kita harus gimana ? ni orang main cantik loh "
"gue juga bingung. baru aja gue ngerasain bahagia , ehhh sekarang udah nambah lagi ni masalah "
suara itu yang didengar oleh Kiara yang ia yakini itu adalah suara Arsen dan Ardan.
kiarapun kemudian menghubungi Arsen untuk memberitahukan kedatangannya. tak butuh waktu lama , Arsen langsung mengangkat telpon Kiara.
"hallo sayang , ada apa ??" ucap Arsen dari seberang telepon .
"sen , aku udah dikantor kamu " ucap Kiara jujur.
"aku juga udah dilantai 20 , tapi aku nggak tau dimana ruangan kamu " lanjut Kiara lagi.
"hahhh, kesini naik apa ?? kok nggak bilang , aku kan bisa jemput " ucap Arsen khawatir.
"ihhh nggak usah panik gitu , lebih baik sekarang kamu keluar biar aku tau dimana ruangan kamu " ucap Kiara dengan nada sedikit kesal.
"iya iya , maafin aku sayang " ucap Arsen
akhirnya Arsen pun langsung keluar dari ruangannya dan langsung melihat Kiara yang berada didepan lift. sebenarnya Kiara sudah berada didepan ruangan Arsen namun ia kembali lagi berdiri didepan lift agar Arsen seolah-olah menganggap dirinya baru sampai.
melihat Arsen , Kiara langsung berjalan menuju Arsen . tadinya Arsen yang ingin menghampiri Kiara , namun Kiara menghentikan langkah Arsen dengan isyarat tangan.
begitu sampai didepan Arsen , Kiara langsung menyalami Arsen dan iapun mendapat kecupan hangat di keningnya.
"ayo masuk dulu , ada Ardan juga didalam " ajak Arsen menggandeng tangan istrinya.
Arsen mengajak Kiara masuk ke dalam ruangannya , dan tentunya Kiara disambut ceria oleh Ardan.
"wahhhh Kik , tumben kesini " ucap Ardan
"iya , gue kan udah nggak ke sirkuit lagi , gue nggak biasa diem dirumah. Cantika apa kabar " ucap Kiara
"dia baik, oh ya gue belum kasi tau kalian berdua. emmmm gue bentar lagi jadi ayah .hahahaha" ucap Ardan tertawa
"serius ??? wahhhh Alhamdulillah " balas Kiara senang.
"kalian kan udah nikah 2 bulan lebih ya " lanjut Kiara lagi.
"iya , Lo berdua gimana ??? udah ngechek belum ??" tanya Ardan polos.
__ADS_1
Kiara dan Arsen sama-sama diam , karena selama mereka menikah , mereka belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.
"oh ya , tadi kamu buru-buru kenapa ??" tanya Kiara kepada Arsen untuk mengalihkan pembicaraan.
'kenapa sih kamu harus ngalahin pembicaraan ' batin Arsen.
"ehh apa ??? aku ....tadi..... buru-buru , karena ada meeting " jawab Arsen terbata.
"nggak ada masalah ??" tanya Kiara memastikan sambil melihat Arsen dan Ardan bergantian.
dan Ardan dan Arsen kompak menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Kiara.
"yakin ???" tanya Kiara memastikan
dan lagi-lagi mereka memberikan isyarat meyakinkan kepada Kiara.
"Lo berdua tau kan gue orangnya nggak mudah ngemaafin " ucap Kiara sambil berjalan menuju sofa dekat jendela dan langsung duduk diatasnya.
Arsen menjadi tegang , ia tidak mau hubungannya dengan Kiara kembali meregang.
"nggak kok sayang , sebenarnya ada masalah kecil di perusahaan , kamu nggak usah khawatir " ucap Arsen meyakinkan Kiara
"sen , aku cuma mau bantu kamu. " ucap Kiara sambil menatap mata Arsen dalam.
"jadi sebenarnya terdapat kelainan pada data perusahaan , terutama di data keuangan. aku sama Ardan curiga kalau ada yang menggelapkan dana perusahaan. namun yang membuat aku sama Ardan tidak bisa menemukan pelakunya karena si pelaku itu sudah mengatur semuanya dengan sangat baik. aku sama Ardan masih belum bisa menemukan bukti apapun " ucap Arsen akhirnya mengatakan semuanya.
"apakah ada yang kalian curigai ???" tanya Kiara lagi .
"gue rasa bukan orang luar . pasti salah satu karyawan " jawab Ardan yakin.
dan Arsen pun juga sependapat dengan Arsen.
"gue bisa menemukannya. tapi gue butuh sebuah komputer yang terhubung dengan semua kegiatan di kantor ini dan satu komputer biasa. sama printer juga ehh air putih juga " ucap Kiara mantap.
"kamu yakin sayang??" tanya Arsen ragu.
"kamu meragukan istrimu ini ??" tanya Kiara balik.
akhirnya Arsen meminta Ardan untuk menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan Kiara.
"tapi , jangan sampe seseorang tau apa yang ku lakukan disini. aku hanya ingin semua orang tau bahwa aku kesini untuk menemui suamiku. kalian paham kan ??" ucap Kiara memperingati.
Arsen dan Ardan mengerti dan membiarkan Kiara melakukan pencariannya.
__ADS_1
Kiara mulai melancarkan aksinya . tetapi sebelum itu ia melakukan pemanasan ringan pada tubuhnya , karena ia sudah lama tidak melakukan pekerjaan ini.
setelah itu , jari-jari tangan Kiara mulai berdansa diatas papan keyboard . tangan Kiara berpindah dari papan keyboard satu ke papan keyboard lainnya.
Arsen dan Ardan melongo melihat Kiara begitu lihainya memainkan jemarinya diatas papan keyboard itu.
"sen istri Lo nggak main-main , bro " ucap Ardan setengah berbisik.
"gue nggak nyangka dan , ternyata istri gue keren banget " puji Arsen sambil tidak mengalihkan pandangannya.
Tak butuh waktu lama , Kiara sudah selesai dan mendapatkan apa yang Arsen inginkan.
Kiara kemudian mencetak hasil temuannya dan tentu saja , ia sudah tau nama dari orang yang ingin merusak perusahaan suaminya itu.
Sambil menunggu semuanya tercetak, Kiara meminum air putih yang sudah disiapkan oleh Ardan tadi.
"apa Kiara gagal ??" tanya ardan heran melihat Kiara meminum air putih dan menyandarkan tubuhnya di kursi.
"gue nggak tau juga " jawab Arsen heran.
Tak berapa lama , Kiara berdiri sambil membawa beberapa lembar kertas ditangannya. Kiara berjalan menuju tempat duduk kedua lelaki itu.
"nih ,,, aku yakin semuanya bisa menjadi bukti. " ucap Kiara dengan nada sombong.
Arsen dan Ardan kemudian melihat lihat lembaran kertas yang diberikan oleh Kiara. Mata mereka melongo begitu mengetahui pelaku dari tindakan korupsi itu.
"gue tau kok, kalian berdua nggak akan percaya gitu aja , tapi gue yakin dia adalah pelakunya . gue yakin , gue nggak perlu ajarin kalian berdua langkah selanjutnya " ucap Kiara lagi.
Arsen dan Ardan masih terdiam, karena tak menyangka dengan pelaku yang ingin menghancurkan perusahaan.
"tapi aku minta sama kamu sen , kalo seandainya kamu dapet bukti lagi tentang dia sebagai pelakunya , aku pengen kerja dikantor kamu ya dibagian keamanan digital " ucap Kiara mantap.
"Kik , Lo nggak perlu kerja , uang Arsen banyak " ucap Ardan membalas perkataan Kiara.
"gue kan peengen punya kesibukan , lagi pula kalau pekerjaan kek gini bisa gue kerjain dari rumah " balas Kiara.
"iya sayang , nanti kita bicarakan lagi " ucap Arsen lembut.
Kiara kemudian ikut duduk di sofa samping Arsen. Ia meminum air putih lagi yang ada dimeja yang berada didepannya.
"wahhhh ruangan kamu luas banget " ucap Kiara melihat Arsen.
"iya , biar kamu nyaman " jawab Arsen lembut.
__ADS_1
"aku atau kamu. hahahaha"ucap Kiara tertawa.