
setelah itu acara dilanjutkan dengan resepsi yang dihadiri oleh teman-teman Kiara dan Arsen.
dan tetap saja , Kiara hanya tersenyum palsu pada setiap tamu undangan yang mengucapkan selamat kepadanya.
Malam harinya bunda Ika meminta agar tinggal sehari saja dirumahnya.
"Ken , nggak papa kan tinggal sehari saja dirumahnya bundanya " ucap bunda Ika ketika acara sudah selesai.
"ya ampun bunda , nanti mereka malah terganggu lagi " ucap Ardan.
"iya bunda , biarlah mereka mulai mandiri mulai hari ini " celetuk Humaira lagi.
"iya bunda , tapi nggak tau juga gimana keputusan Arsen " ucap Kevin dan langsung mendapat tatapan sinis dari Ardan dan Humaira .
"iya bunda " jawab Arsen
"kiaara nggak papa kan , tinggal dirumahnya bunda dulu sehari saja? " tanya bunda Ika kepada menantunya itu.
"tentu saja bunda ,kia mah tergantung Arsen aja " ucap Kiara yang membuat Arsen besar kepala.
Dan akhirnya Arsen membawa Kiara menuju rumah bundanya dulu.
sedangkan ketiga orang itu sedang merencanakan pengacauan malam pertama Arsen dan Kiara.
"gini aja , nggak papa kan kalian berdua nginep di rumah bunda , kan banyak kamar tamu dirumah bunda " usul Ardan .
"iya udah deh " ucap Kevin setuju.
"nanti kita ajak mereka berdua buat ngobrol ditanam " usul Humaira dan langsung disetujui oleh kedua lelaki itu.
dan benar saja malam harinya , Kevin dan Humaira datang setelah shalat isha. dengan alasan ingin mengantarkan kue kesukaan bunda Ika .
"ehh Uma Kevin kapan Dateng ??" tanya bunda Ika yang baru keluar dari kamar melihat sepasang suami istri itu.
"baru aja bunda , kami mau nginep sini boleh kan ?" tanya Humaira basa basi
"boleh dong sayang " ucap bunda Ika mantap.
Humaira pun memberikan kue yang ia bawa. sebenarnya bunda Ika mengerti dengan kedatangan Humaira dan Kevin.
'kalian emang harus kompak seperti ini anak-anaknya bunda ' batin bunda Ika.
dan benar saja Humaira langsung menuju kamar Arsen . Humaira mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh Arsen.
"sudah gue duga " ucap Arsen ketika melihat Humaira.
"Kiara mana ?? Lo terlalu ini ya....." selidik Humaira
"gue belum ngapa-ngapain gara-gara Lo" ucap Arsen kesal.
"bagus deh " ucap Humaira langsung masuk begitu saja ke kamar Arsen .
__ADS_1
"kia , ayo kita ke taman " ajak Humaira kepada Kiara yang sedang memandangi laptopnya.
"ehh Uma , kamu kapan Dateng ?" tanya Kiara
"baru aja , kamu bisa bawa kerjaan kamu ke taman , kan udaranya lebih segar disana. " bujuk Humaira.
"iya udah ayo " ucap Kiara mantap.
Dan akhirnya mereka pun berjalan bersama menuju taman yang sudah ada Ardan dan Kevin disana.
"kia kenapa bawa laptop ?" tanya Kevin heran
"paling mau lanjutin kerjaannya , diatipe pekerja keran banget " jawab Ardan berdasarkan fakta.
dan akhirnya merekapun berkumpul di taman sesuai rencana ketiga orang tadi.
mereka berbincang-bincang dengan santainya tanpa memikirkan malam pertama Kiara dan Arsen.
'huhh untung aja ni tiga orang Dateng kesini ' batin Kiara lega.
tanpa sadar mereka berbincang-bincang sampai pukul 12 malam , Humaira sudah tak tahan lagi ,ia tertidur di bahu kevin .
"nih anak kalo udah tidur kek gini , nggak akan bisa dibangunin " ucap Ardan melihat Humaira.
"kia Lo sendiri nggak tidur ??" tanya Kevin basa-basi.
"gue masih banyak kerjaan" ucap Kiara mantap.
"nona , anda bisa mengerjakannya besok pagi " ucap Ardan formal.
"iya kamu tidur aja duluan " ucap Arsen lembut.
akhirnya kiarapun pergi ke kamar Arsen tanpa menjawab ucapan Arsen.
"Lo masih belum baikan ?" tanya Kevin serius
"menurut Lo ?" tanya Arsen balik.
"Lo tenang aja , gue yakin kok , Ale bakalan Nerima Lo suatu saat nanti. " ucap Ardan menyemangati.
"Lo berdua , eh bertiga pokoknya ahrus mastiin kalo hubungan gue baik-baik aja didepan bunda " ucap Arsen mewanti-wanti
akhirnya ketiga lelaki itupun pergi ke kamar masing-masing.
sebelum ke kamarnya Arsen tak lupa membawa air putih , karena dia yakin Kiara pasti belum tidur.
sebelum masuk Arsen memanggil Kiara dulu , karena biar bagaimanapun Arsen ingin membuat Kiara senyaman mungkin berada disisinya.
"Ara..." panggil Arsen lembut.
setelah itu Arsen pun masuk dan melihat Kiara sedang berkutat dengan laptopnya tanpa menghiraukan kehadiran dirinya .
__ADS_1
"kamu belum tidur ?" tanya Arsen lembut.
"hmmmmmm" ucap Kiara malas.
"kamu tidurnya di ranjang aja , nanti biar aku disofa " ucap Arsen
"tidur aja duluan , gue mau tidur disini " ucap Kiara sinis
"nggak papa kamu tidur disini aja " ucap Arsen lagi.
"sekali lagi Lo maksa gue , gue bakalan tidur di balkon " ancam Kiara tegas.
Aran pun tak punya pilihan selain menuruti kata istri tercintanya itu. Dan Arsen pun akhirnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan secara tak sadar ia terlelap.
sedangkan Kiara masih saja tak mau mengalah Dnegan rasa kantuk. ia tetap melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.
tepat pukul 1 pagi Kiara baru selesai menyelesaikan pekerjaannya , ia segera merebahkan tubuhnya di sofa yang ada dikamar Arsen dan tertidur dengan lelapnya.
pukul 5 pagi , terdengar kumandang azan yang membangunkan Kiara dari tidurnya , Kiara segera bangun dan membersihkan tubuhnya.
saat terbangun Kiara terkejut karena ia tertidur diatas sofa , ia belum menyadari kalau ia sedang berada di kamar Arsen.
Kiara menepuk jidatnya perlahan.
'astaga gue kan udah nikah ,, huhhhhh makanya gue tidur disini ' batin Kiara.
akhirnya Kiara menuju kamar mandi dikamar Arsen untuk membersihkan tubuhnya .
"buset...Arsen waria atau gimana sih ?? di kamar mandinya ada hairdryer , catokan ..ehh tapi apa dia sengaja nyiapin ini buat gue ? secara kan dia cinta banget sama gue.tapi kok kemarin nggak ada ya " ucap Kiara
lalu iapun segera membersihkan tubuhnya , Kiara menyampo rambutnya agar kepalanya terasa segar. setelah itu Kiara melaksanakan shalat , dan barulah ia mengeringkan rambutnya.
Kiara memasang jilbabnya setelah rambutnya benar-benar kering, dan barulah ia kembali ke kamar Arsen .
Kiara tak langsung turun , karena ia ingin menyelesaikan sedikit lagi pekerjaannya. ia sebenarnya bingung harus kemana , mau masak sudah ada chef , mau bersih-bersih sudah ada ART .
"tapi gue nggak mungkin diemdiem aja kek gini, ntar bunda malah gibahin gue ke tetangga kalo gue menantu yang nggak bisa diandalkan terus omongannya sampai ke telinga bapak sama ibu , ohhh my God gue nggak mau buat bapak sama ibu kecewa " ucap kiara ngeri.
Kiara merasa tenggorokannya sangat kering, akhirnya ia mengambil air di samping tempat tidur Arsen.
mendengar suara langkah kaki yang mendekat membuat Arsen terkejut dan setengah terbangun
"ummm bunda ngagetin aja " ucap Arsen malas membuka matanya.
"ini gue " ucap Kiara
Arsen terkejut dan langsung membelalakkan matanya.
"Ara...kamu mau ngapain ?" tanya Arsen heran
"udah biasa aja , gue cuma mau minta minum aja " jawab Kiara sinis
__ADS_1
"ehemehemm.... " dehem Arsen
"iya iya , maaf gue,,ehh aku belum terbiasa " ucap Kiara masih Dnegan tampang sinisnya.