Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
mulai terang


__ADS_3

setelah kejadian hari itu , Kiara menjadi lebih waspada dan tentunya lebih giat mengulik informasi mengenai kejadian itu.


setelah 4 hari barulah Kiara tau dalang yang sebenarnya.


"hallo. Lo dimana ??" tanya Kiara kepada seseorang di seberang telepon.


"kita ketemuan di ruang disain aja , gue butuh bantuan Lo " lanjutnya lagi.


akhirnya Kiara pun pergi menuju bengkel Darwin , ya tadi Kiara menelpon Darwin agar bertemu dengan dirinya.


dengan mengendarai motor tril buatannya Kiara sampai di tempat Darwin hanya hitungan detik.


"Lo kenapa ?? buru-buru amat " ucap Darwin


"Rangga mana ??" jawab Kiara kembali bertanya.


"dia pergi ke rumah neneknya " jawab Darwin jujur.


"oke bagus kalo gitu. ayo " ajak Kiara


mereka berdua pun langsung menuju ruang desain sesuai janji mereka tadi. sesampainya disana tanpa menunggu waktu lama Kiara langsung memperlihatkan sesuatu kepada Darwin.


Darwin terkejut , ia tak menyangka dengan apa yang ditunjukkan oleh Kiara.


"kita harus gimana ??" tanya Kiara frustasi.


"apa kita kasi tau Rangga sekarang ??" tanya Darwin balik.


"tapi entah kenapa gue ngerasa kalo kak Rangga sebenarnya nggak sepolos yang kita kira " ucap Kiara menebak.


"ya iya lah, tapi apa mungkin dia nggak kasi tau mengenai masalah hidupnya ?? diantara kita kan nggak ada yang ditutup-tutupi " balas Darwin


Kiara terdiam , karena selama ini ia sendiri menyembunyikan masalah yang besar dari kedua saudaranya itu.


"Lo kenapa diem ??" tanya Darwin menyadarkan Kiara


"hmmmmmm , gue kasian banget ngeliat saudara gue ternyata malah dimanfaatin kek gini " ucap Kiara menitikkan air matanya.


saat mereka berdua tengah mengobrol , tanpa mereka sadari ada sepasang mata dan sepasang telinga yang menyaksikan pembicaraan mereka.


orang itu bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. namun ia hanya diam ditempatnya tanpa ingin menghampiri dua orang itu.


"mereka pasti bakalan cerita suatu hari nanti " ucap seseorang tersebut langsung pergi.


Membayangkan saudaranya dalam bahaya membuat Kiara dan Darwin takut , mereka berdua menebak-nebak mengenai hubungan rumah tangga Rangga dan Kiran.


"tapi selama Rangga baik-baik aja , kita tahan dulu saja Kik ." ucap Darwin menyarankan.

__ADS_1


"iya kak , aku setuju , lagi pula udah 1 tahun mereka nikah baru kali ini kak Rangga kena insiden . " balas Kiara


"ohh ya , mengenai undangan pembukaan hotel itu , kita bakalan Dateng jam 8 malem ." ucap Darwin mengingatkan.


"2 hari lagi ya ??" tanya Kiara memastikan.


"iya , ntar bajunya biar Mia yang siapin katanya , kita bakalan pake warna serasi lah " jawab Darwin menjelaskan.


akhirnya setelah itu mereka berdua kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing. Tapi sebenarnya dalam hati Kiara masih terselip rasa kekhawatiran kepada kakaknya.


keesokan harinya , Kiara harus ke sirkuit bersama dengan Darwin dan Rangga. mereka bertiga kembali mengerjakan pekerjaan mereka seperti semula.


Kali ini akan menuju clinic disana , ia ingin mengecek kondisi luka bekas tembakan itu , apakah sudah sembuh total atau belum.


Kiara langsung diperiksa karena ia merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh disana . sebenarnya Kiara akan memeriksa ke dokter spesialis yang selama ini menanganinya , namun karena ia sedang sibuk jadinya tidak dapat ke RS kemarin.


setelah dari clinic ternyata lukanya semakin membaik , namun masih membutuhkan perawatan . saat keluar ruangan periksa , Kiara bertemu dengan Ardan .


"hallo nona Ale , apakah anda sakit ??" tanya Ardan basa basi.


"hmmmmmm" jawab Kiara cuek. sambil terus berjalan


"maaf nona , apakah anda akan datang besok malam ?" tanya Ardan serius.


Kiara pun menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya menghadap Ardan


"peresmian hotel " jawab Ardan mantap.


"entahlah , terserah kakak ku nanti. memangnya kenapa ?" tanya Kiara yang kali ini kepo.


"tidak ada nona , aku hanya ingin mempersiapkan jamuan untuk anda dan saudara-saudara anda nanti " jawab Ardan jujur.


"memangnya apa hubungannya dengan dirimu ??" tanya Kiara lagi


"pemilik hotel itu adalah atasan ku nona , dan dia adalah sepupuku juga " jawab Ardan apa adanya.


"hmmmmmm terima kasih , namun. kau tak perlu menyiapkan sesuatu yang spesial untuk kami , menjadi bagian dari acara itu saja sudah sangat berkesan " ucap Kiara yang mulai sedikit hangat.


"baiklah aku pergi dulu." lanjutnya lagi langsung pergi meninggalkan Ardan.


Arda terdiam mematung diposisinya , ia tak menyangka bahwa nona Ale yang terkenal dingin ternyata bisa berbicara sedikit hangat .


"dugaan ku memang tak pernah salah , aku yakin dia orangnya nggak dingin-dingin amat " ucap Ardan menatap kepergian Kiara.


setelah itu Ardan pun melanjutkan pekerjaannya. ia berjalan untuk menemui Arsen yang berada di privat room sirkuit itu.


setelah mengetuk pintu Ardan masuk sambil mengukir senyuman di wajahnya. Arsen yang melihat itupun langsung heran.

__ADS_1


"Lo gila ?"tanya Arsen to the points.


"bukan. gila , tapi berbunga-bunga " jawab Ardan sambil tak melemaskan senyumannya.


"halehhh sok berbunga-bunga " ejek Arsen


"Lo tau , tadi gue ketemu sama nona Ale terus dia ngomong hangat banget sama gue . dan dia bakalan Dateng ke acara besok " ucap Ardan antusias.


"gue jadi penasaran deh sama yang namanya Ale. " ucap Arsen serius.


"besok aja gue kenalin sama dia pas acara " balas Ardan tak henti antusias


"oh ya , mengenai makananya, Lo udah konfirmasi ??" tanya Ardan


"udah "jawab Arsen singkat.


"kenapa sih lo nggak mau gue yang ngehendel mengabaikan makanan , apa Lo takut gue bakalan racun tamu Lo ??" tanya Ardan heran .


"kepo banget sih lo , udah ah lanjut kerja sama ntar gaji Lo gue potong " ancam Arsen bercanda.


"iya iya " jawab Arsen ardan langsung pergi.


'lo tau dan , gue tu pengen nyiapin makanan kesukaan Ara. karena entah kenapa gue ngerasa ini cara gue buat ngatasin rindu gue sama dia ' batin Arsen.


akhirnya hari pun beranjak malam , Arsen pulang ke rumah dengan asisten terbaiknya yaitu Ardan.


diperjalanan


"ummm sen,gimana dengan paman Rizwan ???" tanggal Ardan ragu.


"gue udah undang dia kok ,dia bakalan Dateng katanya .yahhhh biar gimanapun kan dia tetep bokap gue " balas Arsen menghembuskan nafasnya kasar.


sebenarnya bunda Ika dan ayah Rizwan sudah bercerai sejak Arsen kelas 1 SMA karena pada saat itu Rizwan lebih memilih keluarganya dari pada istri dan anaknya.


flashback on.


sore hari Rizwan pulang dari kantor dengan amarah yang menggebu-gebu di dadanya. ia ingin sekali segera bertemu dengan ika , untuk melampiaskan amarahnya itu .


plakkkk.......sebuah tamparan mendarat di pipi mulus bunda Ika


"lagi-lagi keluargamu menghancurkan hidupku" ucap seseorang dengan nada tinggi .


bunda Ika hanya diam saja mendengar ocehan suaminya itu.


"asal kamu tau keluarga kamu sudah menghancurkan bisnis keluarga aku , ternyata apa yang dibilang keluarga ku tentang dirimu itu benar . Kau Hanya Memanfaatkan kU " ucap Rizwan lagi dengan amarah yang berapi-api.


Hari ini adalah pengumuman pemenang tender yang diikuti oleh perusahaan keluarga Rizwan dan keluarga Ika juga.

__ADS_1


Ika tidak tau mengenai hal ini , karena memang perusahaan keluarganya di pegang oleh adik , dan menurut Ika selama ini tidak ada yang salah dengan....


__ADS_2