
Dengan berjalan kaki Dyfa dan Asgar pergi ke makam neneknya Dyfa, sepanjang perjalanan mereka menikmati pemandangan yang indah,udara yang sejuk dan orang - orang yang bekerja di kebun yang mereka lewati.sesekali mereka berpapasan dengan warga yang mengenal mereka berdua dan berbincang sebentar.
Tanpa terasa Dyfa dan Asgar tiba di makam neneknya, Dyfapun berjongkok dan mencabuti rumput yang menutupi tempat peristirahatan terakhir neneknya itu.setelah membaca doa Dyfa menghela nafas pelan "Maafkan éneng ya nek,baru bisa mengunjungi nenek.tapi éneng selalu doain nenek supaya tenang disana dan sekarang aku udah nikah lagi sama si Aa kasep idola nenek" ucap Dyfa sambil tersenyum sendiri mengingat mendiang neneknya begitu menyukai Asgar.
Asgar mengernyitkan dahi "Aa kasep??."
Dyfa berdiri dan pamit "InsyaAlloh Eneng akan sering ngunjungin makam nenek,aku sama Mas Asgar pamit ya nek.Assalamualaikum."
Dyfa dan Asgarpun kembali ke rumah neneknya yang kini di tempati oleh paman dan bibinya.
Dalam perjalanan ini kembali ke rumah mereka bertemu dengan Rian dan Amir teman mereka masa sekolah dulu.
"wah,pengantin baru nih" Rian menggoda pasangan pengantin baru itu.
"Apa kabar kalian?" tanya Asgar pada kedua temannya yang sudah lama tak berjumpa.
"Baik kita mah"jawab Amir "tega kalian nikah ga undang - undang kita" Amir memasang wajah di buat sedih.
"iya nih,lupa kalian sama temen di kampung" kata Rian menambahkan.
"sorry,kita nikah dadakan " jawab Asgar.
"besok sore kalian ajak temen - temen yang lain ke rumah nenek aku ya,kita sekalian reuni" ujar Dyfa bersemangat.
Asgar mengangguk "kita barbeque an besok."
"siap - siap kita bakalan kasih tau yang lain" kata Rian senang.
Asgar dan Dyfa pamit kepada kedua temannya untuk pulang.
__ADS_1
Dyfa memberitahukan pada Paman dan bibinya jika besok mereka mengundang teman mereka untuk datang kerumah.
"kalau gitu,besok pagi kita kepasar ya neng." kata Bu Mirna.
"Iya bi,kita besok bawa mobil aja soalnya belanjaan kita banyak" sahut Dyfa.
Malamnya Dyfa mengajak suaminya ke pasar malam karena kemarin Asgar beralasan masih lelah, dengan terpaksa Asgar mengikuti ke inginkan Dyfa.
Dyfa sangat senang karena sudah lama dia tidak pernah ke pasar malam karena saat tinggal dengan kedua orang tuanya dia harus bekerja.
Beberapa permainan untuk dewasa Dyfa coba membuat Asgar tersenyum melihat tingkah laku Dyfa yang seperti anak kecil.
"sudah selesai?" Tanya Asgar saat Dyfa menghabiskan minuman yang tadi dia beli.
Dyfa mengangguk "terima kasih karena mengijinkan aku bermain sepuasnya."
Asgar mengecup kepala Dyfa "asalkan kamu senang sayang."
****
Keesokkan paginya Dyfa dan Bu Mirna pergi kePasar dengan diantar oleh Asgar karean dia tidak mengijinkan Dyfa mengendarai mobilnya sendiri karena dia khawatir jalan yang licin sehabis hujan subuh tadi.
Dyfa membeli banyak bahan makanan untuk barbeque nanti membuat Bu Mirna hanya bisa geleng kepala.
"Neng,ini udah banyak loh." tegur Bu Mirna pada Dyfa yang hendak berbelanja lagi.
Dyfa menggaruk kepalanya yang tidak gatal "maaf bi khilaf."
Asgar mengajak Dyfa dan Bu Mirna untuk pulang karena jika tidak istrinya itu pasti melanjutkan belanjanya.
__ADS_1
"Kamu tuh kebiasaan kalau belanja" ucap Bu Mirna.
"iya Bi,daripada kurang kan mendingan beli" kata Dyfa berkilah.
Asgar hanya tersenyum melihat perdebatan antara Isti dan bibinya karena moment seperti itu tidak pernah Dyfa dapatkan saat bersama ibunya dan kini itu menjadi tugasnya untuk membuat ibu dan adik dari Dyfa lebih menghargai istrinya itu.
Setibanya di rumah Asgar dengan di bantu Pak Dani membawa barang belanjaan,setelah beristirahat sejenak di saung sambil memakan jajanan pasar yang tadi di beli Dyfa. Dyfa dan bibinya sibuk didapur sedangkan Asgar dan Pak Dani menyiapkan halaman untuk acara sore nanti.
"Wah,mau barbeque an ya" tanya Dina yang baru pulang sekolah melihat ayah dan suami sepupunya sibuk di halaman.
"iya,sekarang kamu ganti baju sana terus bantu ibu dan teh Dyfa ada di dapur" kata Pak Dani pada putri bungsunya.
"Siap" sahut Dina sambil hormat pada Ayahnya lalu masuk ke dalam rumah.
Pak Dani hanya geleng kepala karena tingkah laku putri bungsunya itu.
Asgar hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya.
sore harinya satu persatu teman masa SMP mereka datang dengan membawa pasangan mereka juga anak - anaknya,hampir semua datang dan ada beberapa yang tidak datang karena mereka kini tinggal di luar kota.
Dyfa lega karena tadi dirinya membeli banyak bahan makanan dan juga camilan karena takutnya ada yang membawa ank mereka dan ternyata...
Asgar mendekati Dyfa yang tersenyum sendiri "sepertinya ada yang senang."
"ya,untung aku tadi belanja banyak" ucap Dyfa bangga karena dirinya penuh persiapan.
"iya istriku ini emang pinter" Asgarpun mengusap kepala Dyfa dengan penuh kasih sayang.
"suit...suit....makin mesra aja" goda teman - teman mereka.
__ADS_1
Dyfa tersenyum malu karena teman - temannya menggoda dia,Dyfapun berjalan menghampiri teman - teman perempuannya yang sedang menyiapkan tempat dan para Pria memanggang daging dan sayuran.
Acara pun di ramaikan dengan canda tawa dan melepas rindu karena kebanyakan mereka tinggal berjauhan jadi sulit mengadakan acara reuni seperti ini.