Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
antusias bunda


__ADS_3

flashback on


setelah acara resepsi berakhir, pak Bahri dan Bu hayati mengucapkan selamat tinggal kepada Kiara , dan mereka akan kembali ke rumah.


"kamu baik-baik ya nak " ucap Bu hayati memeluk Kiara.


"iya Bu , ibu jaga kesehatan " balas Kiara memeluk erat ibunya.


kemudian Kiara beralih memeluk bapaknya tercinta.


"bapak jaga kesehatan , nggak usah terlalu capek , kia sudah mengatas namakan salah satu rekening kia atas nama bapak " ucap Kiara


"kenapa seperti itu nak , kamu gunakan saja " ucap pak Bahri.


"itu adalah uang bapak sama ibu " ucap Kiara yang sukses membuat air mata pak Bahri menetes.


Kiara memeluk cinta pertamanya itu , dan membuat semua orang yang menyaksikan terharu.


akhirnya seluruh keluarga Kiara pamit untuk meninggalkan tempat resepsi itu.


"nak , ayo kita pulang " ajak bunda Ika lembut


Kiara hanya mengangguk , dan mengikuti langkah mertuanya dan berjalan di samping suaminya itu.


"oh ya sayang , nanti di rumah kalian kamu nggak usah repot-repot belanja , karena bunda udah suruh Ardan untuk melengkapi semua kebutuhan kalian " ucap bunda Ika ketika sudah ada didalam mobil.


"ya Allah bunda , bunda baik banget " puji Kiara tulus.


bunda Ika tersenyum melihat menantunya itu.


sedangkan Arsen bingung harus berbicara apa , karena ia takut Kiara akan menjawab ucapannya dengan sinis seperti biasanya. dan itu akan membuat bundanya kecewa.


diperjalanan , seperti biasa Kiara menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya .


Melihat Kiara terpejam membuat Arsen tersenyum , karena Kiara terlihat sangat imut ketika tertidur.


akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun sampai di rumah bunda Ika.


Kiara menyadari bahwa mobil sudah tidak bergerak lagi , dan ia membuka matanya dan melihat bahwa tak ada orang yang duduk di kursi depan.


"ayo , kita sudah sampai " ucap Arsen mengejutkan Kiara.


Kiara melihat ke sampingnya dan melihat ada Arsen , Kiara pun langsung memalingkan wajahnya begitu saja .


dalam hati Arsen terkekeh , karena walaupun dalam keadaan marah , Kiara tetap menggemaskan.


kiarapun turun dari mobil dan takjub melihat rumah yang ada didepannya.


'*njay gede banget nih rumah , tapi masa iya mereka cuma tinggal berdua ?' tanya Kiara dalam hatinya


"ayo " ajak Arsen menyentuh tangan Kiara.

__ADS_1


"stop , gue bisa sendiri " ucap Kiara sinting.


akhirnya mau tak mau Arsen melepaskan tangan Kiara , dan mengajaknya untuk masuk ke rumah .


"kalian kok lama banget " ucap bunda Ika lembut.


"iya kia baru bangun soalnya bund" ucap Arsen jujur.


"hmmmmmm maaf bunda " ucap Kiara kikuk.


"nggak papa sayang , kamu kan capek berdiri seharian " ucap bunda Ika menghibur.


"yaudah kalian istirahat aja dulu , nanti turun makan malam setelah shalat Maghrib " lanjut bunda Ika lagi.


Dan Arsen pun langsung mengajak Kiara untuk naik ke kamarnya.


Didepan pintu kamar Arsen , Kiara terdiam Dnegan begitu banyak pikiran. Arsen yang menyadari bahwa Kiara belum masuk , langsung membalik badannya.


"udah ayo masuk , aku nggak bakalan apa-apain kamu " ucap Arsen lembut meyakinkan Kiara


Kiara masih belum mau untuk masuk , Arsen pun segera menarik tangan Kiara agar kiara masuk ke kamarnya. setelah itu Arsen langsung menutup pintu dan mengunci kamarnya.


"kenapa dikunci ??" tanya Kiara tegang.


"loh kenapa ? kita kan udah suami istri " jawab Arsen mantap.


"ttttapi Lo kan bilang nggak akan ngapa-ngapain gue " ucap Kiara semakin tegang.


"kenapa ?? suka-suka gue lah " ucap Kiara mulai marah.


Arsen pun berjalan mendekati Kiara , yang sukses membuat Kiara tegang.


"oke stop , oke oke , aku setuju " ucap kiara akhirnya.


"nah gitu dong , kamu makin cantik deh sayang kalo lagi tegang " goda Arsen langsung masuk ke kamar mandi.


Kiara menggenggam kedua tangannya menahan emosi .


Flashback off


"kamu kok udah rapi aja " ucap Arsen basa-basi


"bukan urusan kamu " jawab Kiara sinis. sambil mencari ponsel di sofa tempat ia tidur semalam.


setelah ketemu Kiara pun langsung mengecek apakah ada pesan penting atau tidak. dan ternyata tak ada pesan penting yang masuk ke ponselnya.


Kiara pun berjalan menuju arah pintu tanpa pamit kepada Arsen.


"mau kemana sayang ?" tanya Arsen yang sukses membuat Kiara geram


"ya kebawah lah , ya kali diem disini sama orang males " jawab Kiara sinis.

__ADS_1


"maksud kamu aku ?? ya juga sih , kita kan cuma berdua dikamar ini. ehhh asal kamu tau ya , aku lagi free hari ini makanya aku tidur sampe jam segini " ucap Arsen membela diri.


"gue nggak peduli " ucap Kiara semakin sinis dan langsung pergi keluar meninggalkan kamar Arsen.


Arsen melihat kepergian Kiara yang begitu cuek terhadap dirinya. Arsen merasa ingin menangis , karena orang yang ia cintai justru tak bahagia berada disampingnya.


Sesampainya dibawah , Kiara melihat bunda Ika yang sudah berada di dapur.


"assalamualaikum bunda " ucap Kiara canggung.


"ehhh waalaikumsalam , anak bunda udah bangun , kok cepet sekali sih sayang " ucap bunda Ika


"Ummm" dehem Kiara tak tau harus menjawab apa.


'*njay banget , didepan orang banyak bahkan mafia sekali pun gue nggak pernah ngerasa sekaku ini ' batin Kiara .


bunda Ika yang menyadari perilaku menantunya yang masih canggung itu segera melakukan pendekatan.


"kamu mau makan apa sayang ?" tanya bunda Ika ramah


seketika Kiara bersemangat dan menjadi lebih tenang melihat senyuman ramah bunda Ika


"nggak usah repot-repot bunda , aku mah nggak biasa sarapan pagi pagi gini" ucap Kiara


"kamu yakin sayang " ucap bunda Ika. Kiara mengangguk.


"kalo gitu kamu harus terbiasa sarapan mulai hari ini " lanjut bunda Ika lagi.


"bagaimana kalo kita bikin sandwich hari ini " ucap bunda Ika antusias.


"boleh , biar kia bantu ya " tawar Kiara. yang membuat bunda Ika tersenyum.


Bunda Ika takjub dengan Kiara yang lihai menggunakan alat-alat dapur. terutama pisau , ia memotong sayuran dengan sangat lihainya bak seorang chef.


'aku nggak nyangka kia ternyata nggak kalah juga di dapur ' batin bunda Ika.


tak menunggu waktu lama , menu sarapan pun sudah jadi. Bunda Ika mengajak Kiara untuk menata makanan yang sudah mereka buat di meja makan.


Tak berapa lama datang satu persatu menuju meja makan. setelah semuanya sudah berada di meja makan, merekapun memulai sarapan sambil tak lupa berbincang-bincang.


"Ken , kamu pindahnya hari ini ?" tanya bunda Ika


"iya bunda ,nggak papa kan ?" tanya Arsen balik.


"nggak papa dong sayang , tapi bunda nggak bisa nemenin karena bunda ada arisan di rumah Bu Dito " ucap bunda Ika.


"iya bunda nggak papa kok " ucap Arsen.


sedangkan Kiara lagi memilah makanannya , ia tak mau jika luka bekas tembakannnya berdarah lagi.


"Ara apa...

__ADS_1


__ADS_2