
Erika selama jalan jalan di mall lebih banyak diam, membiarkan OKI dan Mona belanja sendirian, Erika selalu mencari alasan untuk tidak melanjutkan belanjanya.
" Maafkan saya temen temen, seharusnya saya tidak ikut ke Mall seperti ini, yang akhirnya membuat kalian malu dan cape dorongin kursi roda saya." Ucap Erika sedih setelah melihat temen temennya baru selesai belanja.
" Tidak ada yang perlu dimaafkan kok, kenapa jadi minder seperti ini sih? Kamu harus kuat Erika, menjalan kan cobaan berat ini, jangan sedih dan rapuh seperti ini dong" Protes Ini kesal, karena Erika minta maaf terus
" Betul Erika, banyak kok yang sakit seperti kamu, tapi banyak juga yang punya prestasi membanggakan kok, dan mereka tidak minder dengan kondisi badannya sendiri." Ucap Mona yang tidak suka mendengar Erika seperti ini, Erika lumpuh karena kesalahan Andre bukan keinginan Erika juga
" Maafkan saya" Lanjut Erika nunduk, Erika ingin segera pulang karena selain ingin istirahat, dan Erika tidak ingin membuat temen temennya semakin malu dengan keadaannya.
" Iyah Erika" Lanjut Oki mengerti perasaannya Erika sekarang
__ADS_1
OKI dorongin lagi kursi rodanya Erika, untuk jalan menuju parkiran mobil dan anterin Erika pulang setelah puas jalan jalan dan belanja.
Dilain sisi, Jaka masuk kedalam kamarnya Andre, membuat Andre kesel melihat ayah nya masuk kedalam kamarnya.
" Besok Erika mulai kuliah, ayah tidak mau mendengar kamu menghina kondisinya Erika, karena anak itu sakit karena ulah kamu juga, jadi dijaga ucapan kamu mengerti" Tegas Jaka yang tidak enak hati, jika Erika sedih dan bahan malu dengan ucapannya Andre
" Oh perempuan lumpuh itu kuliah, bagus deh jadi Andre bisa lihat kondisinya perempuan yang sudah membuat hidup Andre menderita seperti ini." Ucap Andre tidak sabar ingin mempermalukan Erika dan membuat Erika sadar diri jika sekarang tidak pantas untuk Andre.
" Ingat Andre, jika kamu membuat Erika malu dan sedih, uang jajan kamu akan dipotong lima puluh ribu, sebagai hukumannya, supaya kamu tidak seenaknya terus dengan orang lain, apa lagi kamu yang salah, jelas ayah akan marah ke kamu!." Ancam Jaka yang tidak akan membiarkan anaknya semakin seenaknya ke Erika
" Karena kamu seenaknya, ingat Andre Erika sakit karena kamu dan jika kamu bertingkah hidup kamu akan lebih menderita lagi. Ayah tidak akan main main dengan ancaman ayah!" Tegas Jaka dan langsung pergi setelah berdebat dengan Andre
__ADS_1
" Erika perempuan sial sial, menyesal saya mau pergi dengan kamu waktu itu" Teriak Andre semakin kesal, karena ayah nya akan potong uang jajan yang sedikit, jika Andre menghina Erika besok.
Dilain sisi, Juita dan Farhan mengerti apa yang dirasakan oleh Erika sekarang, Mona dan OKI pamit pulang setelah anterin Erika pulang.
" Lain kali kita jalan jalan lagi yah Erika, ingat yah jangan minder oke, kamu cantik dan cerdas jangan seperti ini terus oke." Ucap Oki yang tidak ingin mendengar Erika malu dengan kondisinya
" Iyah" Ucap Erika pasrah, Erika tidak ingin membuat temen temennya marah dan sedih karena denger Erika sedih terus.
" Kalian hati hati dijalan yah anak anak, terimakasih sudah ajak jalan Erika dan anterin sampai rumah" Ucap Juita yang bahagia karena OKI dan Mona ajak Erika jalan.
" Sama sama Tante, Erika sampai jumpa besok di kampus yah, jadi tidak sabar mau belajar di kampus." Lanjut Mona tidak sabar mau belajar bersama di perpustakaan di kampus.
__ADS_1
" Iyah temen temen, hati hati dijalan dan sampai jumpa besok." Lanjut Erika berusaha senyum dan tidak pasang wajah sedih lagi.
Mona dan OKI langsung masuk kedalam mobil, dan perlahan pergi meninggalkan. Rumahnya Erika, membuat Farhan langsung dorong kursi rodanya Erika untuk masuk kedalam rumah