Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
pertemuan


__ADS_3

dengan spontan Kiara membalik badannya dan melihat siapa yang telah memanggilnya . Kiara terkejut namun berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"Ara......." ucap Arsen spontan ketika melihat Kiara .


sedangkan Kiara terlihat seperti tidak mengenali Arsen sama sekali.


"Nona perkenalkan ini......"ucap Arsen terputus.


"Ara....." ucap Arsen lagi dengan mata berkaca-kaca.


"Ale" ucap Kiara menjulurkan tangannya kehadapan Arsen.


Arsen masih membeku ditempatnya berdiri , ia tak menyangka ia bisa melihat pujaan hatinya lagi setelah 6 tahun lamanya.


flashback on


"mana sih dan ?" tanya arsen kesal karena Ardan tidak kunjung mengajaknya bertemu dengan nona Ale.


"sabar dulu , tuh dia . tapi Lo jangan kaget ya sama ekspresinya nanti , dia orangnya jarang senyum " jawab Ardan jujur.


"iya-iya , ayo cepet ntar bunda nyariin " ucap Arsen buru-buru


"yaudah kalo Lo nggak mau ya udah kita balik temuin bunda " tantang Ardan


"ehhh jangan gitu , gue penasaran banget sama yang namanya Ale " ucap Arsen mengalah.


"ini yang bos siapa yang asisten siapa " gerutu Arsen kesal


"gue nggak maksa loh sen " ucap Ardan yang membuat Arsen kesal


"iya iya ayo " ajak Arsen akhirnya.


akhirnya mereka sampai tepat dibelakang Kiara , dengan segera Ardan memanggil Kiara dengan suara lembutnya.


"nona...." ucapnya .


saat melihat wajah orang yang selama ini ia rindukan , Arsen merasa dunianya berwarna lagi.


flashback off


ardan menyenggol lengan Arsen untuk menyadarkan Arsen dari lamunannya.


Arsen pun akhirnya ingin membalas uluran tangan Kiara , namun segera diturunkan oleh Kiara.


"nona maafkan atasan ku , dia lagi banyak pikiran malam ini " ucap Ardan memohon maaf atas kelakuan Arsen.

__ADS_1


"tidak masalah aku mengerti. " balas Kiara tersenyum.


"baiklah aku ingin meminta air putih dulu kepada waiters dan mencari saudara-saudaraku " pamit Kiara langsung pergi.


Arsen masih tak bergeming , ia melihat pujaan hatinya pergi begitu saja meninggalkan dirinya.


'memang perbuatan ku waktu itu nggak bisa dimaafin Ra ..' batin Arsen sambil tak sadar air matanya menitik.


menyadari hal itu , Arsen langsung menghapus air matanya dan bertingkah biasa saja.


Arsen duduk di kursi tepat tempat Kiara duduk .


"dan gue butuh sedikit minuman , gue minta tolong" ucap Arsen lemas.


"Lo baik-baik aja kan ??" tanya Ardan khawatir.


Arsen mengangguk dan Ardan pun langsung pergi mengambilkan minuman untuk Arsen .


Arsen melihat buah-buahan sisa Kiara membuat dirinya senang , karena setidaknya makanan yang sudah ia siapkan ternyata dinikmati juga oleh orang yang selama ini ia rindukan.


Arsen melihat Kiara dari kejauhan yang terlihat berbincang dengan rekan-rekannya sambil sesekali tertawa.


'apa kamu sudah melupakan ku ?' batin Arsen pilu.


"nih , minum dulu " ucap Ardan membawa sebotol wine dengan dua gelas.


Arsen menyadari bahwa beberapa saat lagi ia akan menyampaikan sambutan kepada seluruh tamu yang hadir jadi dia menahan dirinya untuk tidak minum lebih banyak lagi.


dan benar saja , pembawa acara memanggil Arsen agar naik ke atas panggung.


"......kepada tuan Keenan waktu dan tempat dipersilahkan " ucap pembawa acara itu.


seluruh tamu undangan duduk di tempat mereka masing-masing dengan tertib , dan Arsen berjalan dengan gagahnya menuju panggung


"apa dia pemiliknya ?" tanya kiara kepada Rangga dan Darwin


"iya , tuan Keenan" jawab Rangga


"ganteng kan ?" goda Darwin


"masih gantengan bapak sama Lo berdua " ucap Kiara cuek.


melihat ekspresi Kiara , Rangga dan Darwin memilih untuk tidak melanjutkan candaan mereka lagi . karena jika ekspresi Kiara sudah seperti itu , itu artinya di tak suka diajak bercanda.


"selamat malam para hadirin yang saya hormati , Saya Keenan Arsen Atmadja mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan sekalian dia acara peresmian hotel saya ini. Saya ingin berterima kasih kepada bunda dan ayah saya Yangs slalu mendukung saya hingga saya bisa sampai dititik ini dan tak lupa juga keluarga dan rekan-rekan sekalian. saya berharap rekan-rekan sekalian dapat menikmati acara ini dengan suka cita . dan saya berharap hidangan yang kami siapkan mampu memanjakan selera rekan-rekan sekalian. terima kasih " ucap Arsen panjang lebar.

__ADS_1


'oo ternyata namanya Keenan ' batin Kiara sambil mendengarkan sambutan Arsen


"tuan Keenan ,saya mewakili hadirin yang hadir di acara ini ingin menanyakan alasan tuan menyiapkan hidangan malam ini " ucap sang pembawa acara.


" sebenarnya semua makanan yang ada disini adalah makanan kesukaan orang yang saya cintai ." ucap Arsen mantap sambil matanya menghadap ke mata Kiara.


'coba aja Lo nggak hianatin gue dulu mungkin hati ini nggak akan mati rasa kek sekarang ' batin Kiara lagi


setelah itu , acara dilanjutkan dengan acara potong pita yang dilakukan. oleh Arsen didampingi oleh ayah dan bundanya . selanjutnya dilanjutkan ke acara non formal yang membuat Kiara bosan. Mana mungkin ia seorang wanita berjilbab akan joget-joget seperti itu didepan orang banyak.


akhirnya Darwin pun mengajak kedua adiknya untuk pulang , karena besok pagi mereka mempunyai banyak pekerjaan.


Baik Arsen dan Ardan tak menyadari kepergian Kiara , mereka terlalu sibuk berbincang-bincang dengan para tamu undangan.


setelah pesta selesai , semua orang pergi meninggalkan hotel tak terkecuali Arsen. sesampainya di rumah , Arsen langsung meneguk sebotol minuman ditangannya. ia frustasi , ia menyesali kecerobohannya waktu itu.


"Ara ,kenapa kamu nggak mau maafin aku " ucap Arsen meneguk minumannya lagi.


"sebenarnya aku dijebak sayang " rintih Arsen meneguk minumannya lagi hingga habis.


Tanpa sadar Arsen tertidur di bawah tempat tidurnya setelah menghabiskan sebotol minuman keras itu.


sedangkan di bagian lain ada Kiara yang juga pasrah dengan keadaannya.


"huhhhhh, Kik , Lo mau gimana lagi , memang suatu saat Lo bakalan ketemu juga sama Arsen. " ucap Kiara pada dirinya sendiri.


"gue pengen maafin Lo , tapi setiap kali gue berusaha melakukannya , gue selalu inget sama penghianatan Lo smaa gue. apalagi setiap kali luka gue kambuh , gue serasa mau menjambak rambut Lo sen " ucap Kiara kesal.


"huhhhhh, udah Kik ,udah , besok pagi Lo bakalan banyak kerjaan , sekarang tidur aja daripada mikirin orang yang jelas-jelas udah nyakitin Lo " ucap Kiara lagi langsung membaringkan tubuhnya.


sedangkan tadi sebelum acara selesai ada bunda Ika yang terlihat canggung bertemu dengan mantan suaminya , pak Rizwan.


"Ika kamu apa kabar ?" tanya Rizwan ramah


"aku baik , kamu sendiri ?" jawab bunda Ika bertanya kembali


"baik , ternyata Ken benar ya kamu mendidik dia dengan sangat baik , buktinya Ken bisa membangun hotel miliknya sendiri " ucap Rizwan memuji putranya itu.


"kamu juga yang sudah mengajarkan Ken cara berbisnis , aku rasa Ken mewarisi jiwa bisnis kamu " ucap bunda Ika memuji mantan suaminya itu.


"Ika aku minta maaf atas semua..." ucap pak Rizwan terpotong


"kita lupakan saja " ucap bunda Ika tak mau mengingat masa kelamnya.


"sekarang kita bersaudara saja demi Keenan " lanjut Ika ramah

__ADS_1


pak Rizwan tersenyum mendengar kebijaksanaan mantan istrinya itu dan juga terbesit penyesalan karena ia telah mencampakkan mantan istri sebaik bunda Ika


__ADS_2