
"saya permisi Bu bos " ucap scurity itu langsung pergi setelah mengantarkan seseorang datang ke hadapan bosnya itu.
Arsen dan Ardan tak henti-hentinya terkejut melihat seorang karyawan yang membantu gina. karyawan itu adalah salah satu karyawan kebanggaan perusahaan mereka.
"Naura Merlin , 23 tahun dengan gelar sarjana ekonomi. salah satu karyawan kebanggaan Atmaja corp. yang tinggal di bagian Utara kota X . " ucap Kiara
"apa alasan mu membantu gina ??" tanya Kiara to the points.
"Maafkan saya Bu bos , pak bos , pak Ardan . Saya tidak punya pilihan lain . saya butuh uang untuk berobat adik saya. Maafkan saya Bu bos..hiks...hiks..." ucap Naura menunduk.
"dimana orang tuamu??" tanya Kiara basa-basi , padahal ia tahu semua informasi tentang Naura.
Naura terdiam sejenak , ia menarik nafasnya dalam kalau menghembuskannya perlahan.
"orang tua saya pergi meninggalkan saya dan adik saya ketika saya masih SMP. dan saya tinggal dirumah paman saya. Lalu setelah saya bekerja , saya harus memberikan separuh uang saya kepada mereka. Adik saya terkena demam berdarah harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit . Sisa gaji saya, saya gunakan untuk membeli rumah . Dan kata dokter adik saya harus mendapatkan perawatan intensif , untuk itu saya menerima tawaran mba gina...hiks...hiks.....maafkan saya Bu bos " ucap gina menyesal.
"apa adikmu masih dirumah sakit ??" tanya Kiara lagi.
padahal ia tahu bahwa dirinya Naura masih di rumah sakit dan sudah menunggak pembayaran semala 2 hari.
"masih Bu , dan bahkan adik saya masih menunggak pembayaran " ucap Naura lagi.
"jika saya tidak membayar dalam 3 hari maka adik saya akan dipulangkan , padahal kondisi adik saya belum stabil. Hikss...hiks...." ucap Naura.
Kiara tersentuh , Naura adalah seorang kakak yang pekerja keras dan rela melakukan apapun untuk menyelamatkan adiknya.
"Naura.......hari ini datanglah ke rumah sakit , dan berikan ini kepada resepsionis. pemilih saham terbesar rumah sakit itu adalah teman baikku. ku pastikan adikmu akan mendapatkan perawatan yang layak hingga ia sembuh " ucap Kiara memberikan sebuah kartu kepada Naura.
"Bu bos terima kasih , saya tidak tahu harus membalas kebaikan. Bu bos seperti apa. hiks......." ucap Naura ingin sujud dikaki Kiara namun ditahan oleh Kiara
"kau tidak perlu membalas apapun , sudah tugas kita untuk saling membantu. Dan anggap saja ini adalah hasil kerja kerasmu selama ini " ucap Kiara
Naura pun memeluk Kiara karena ia sangat bahagia karena bisa memberikan perawatan lagi untuk adiknya yang sedang sakit.
"sudahlah , sekarang cepatlah kau kerumah sakit , agar adikmu segera ditangani. " ucap Kiara menghapus air mata Naura.
"Bu bos , semoga kau selalu bahagia dan apa yang kau inginkan segera tercapai " ucap Naura tak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"tapi kau harus ingat , jangan pernah mengatakan apa yang kau dapatkan hari ini kepada siapapun " ucap Kiara memperingati.
Naura mengangguk dan langsung berpamitan dan berbagai menuju rumah sakit menemui adiknya.
begitu Naura pergi , Kiara pun segera mengambil tasnya dan ingin segera pergi untuk bersiap-siap ke acara nanti.
Ardan mendapat kode untuk meninggalkan ruangan Arsen. Arsen ingin berbicara empat mata dnegan istrinya itu.
"sayang tunggu " ucap Arsen ketika Kiara sedang merapikan barang-barangnya
"kau memanggilku ??? bukankah kau sudah meragukan ku ??? Huhhhh, aku bingung sen , kenapa setelah aku mulai percaya sama kamu dan nyali mencoba mencintaimu kau justru menyakitiku lagi " ucap Kiara panjang lebar.
"sudahlah , aku harus bersiap-siap , aku nggak mau kak Darwin sama kak Rangga lelah menunggu ku nanti . " ucap Kiara lagi.
"dan satu hal lagi, kau tidak perlu mengantar atau menjemput ku, kau tunggu saja dirumah " ucap Kiara mantap dan langsung pergi.
Arsen terduduk lemas diposisinya berdiri , ia tak menyangka bahwa apa yang tadi ia lakukan justru membuat hubungannya semakin meregang.
Malam harinya sesuai rencana , Kiara Darwin dan Rangga menghadiri sebuah acara perayaan ulang tahun .
'kok mereka berdua diem amat ya ?? biasanya kalo ketemu udah kek radio rusak. apa mereka ada masalah ya ??? tapi kalo emang ada masalah , pasti masalah rumah tangga. karena kan kita bertiga udah janji nggak akan pernah ceritain masalah rumah tangga ' batin Darwin sambil fokus menyetir.
akhirnya merekapun sampai ditempat tujuan.
"club' ????" tanya Kiara heran.
"iya Kik, dia ngerayain ultahnya di club' " ucap Darwin.
"tapi masak iya sih gue masuk club' pake hijab?" ucap Kiara
"udah nggak papa , banyak kok yang pake jilbab , liat aja tuh " ucap Darwin tak berbohong.
akhirnya merekapun masuk menuju club' itu dan langsung menghampiri sang punya acara . sang punya acara sangat menghormati orang yang berjilbab seperti kiara , ia pun menyediakan sebuah ruangan tertutup untuk mereka-mereka yang membawa pasangan wanita berjilbab .
setelah itu mereka boleh memilih untuk lanjut menikmati acara atau langsung pulang.
didalam ruangan itu , mereka duduk bertiga dengan disediakan makanan yang tidak mengandung alkohol.
__ADS_1
"ngga kok Lo diem amat sih dari tadi ??" tanya Kiara heran.
"nggak kok , gue cuma lagi capek aja " jawab Rangga berbohong.
"yakin ??? Lo nggak ada Maslaah kan ???" tanya Kiara lagi.
"iya , gue perhatiin , seminggu ini Lo diem banget " timpal Darwin
"nggak kok, gue cuma lagi nggak enak badan aja sih sebenarnya " jawab Rangga berbohong.
"gimana kalo kita minum ???"ajak Kiara spontan.
"apa ??" tanya Rangga dan Darwin kompak.
"gue serius , ya mumpung lagi di club' , kita minum dikit aja " jawab Kiara mantap.
'fix nih nak lagi ada masalah ' batin Darwin
'apa nih anak ada Maslaah ya ??? tumben ngajak minum , biasanya dia paling anti yang beginian ' batin Rangga.
ternyata Kiara tidak main-main , ia menekan sebuah tombol yang akan membuatnya dikirimkan sebuah minuman.
"Kik Lo baik-baik aja kan ??" tanya Darwin heran
"emangnya gue kenapa ??? boleh lah sesekali , kalo Lo berdua nggak mau yaudah gue abisin sendiri. " Jawab Kiara yang membuat Darwin dan Rangga terkejut.
Dan benar saja tak berapa lama datanglah seorang waiters dengan tiga gelas dan 2 botol wiski dan juga 2 botol tequilla .
setelah meletakkan pesanan sang waiters pun kembali untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ketiga saudara itu kompak memfokuskan pandangan ke 4 botol minuman keras itu.
'ya Allah ampuni kia , tapi kali ini kia benar-benar merasa masalah kia sulit untuk kia selesaikan. Kia belum bisa jadi istri yang baik buat Arsen , jangankan buat kasi haknya dia , hal kecil seperti makanan favorit Arsen aja kia nggak tau. ' batin Kiara frustasi.
akhirnya setelah penuh pertimbangan itu , Kiara mulai menuang sedikit tequilla ke dalam gelasnya.
"Lo berdua yakin nggak mau ???" tanya Kiara sambil mengangkat gelasnya
__ADS_1