
Pagi hari yang cerah Arsen terbangun namun tak mendapati istri tercinta disampingnya.. Namun terdengar percikan air dari kamar mandi yang menandakan Kiara berada disana..
Tanpa pikir panjang, Arsen memilih untuk membersihkan dirinya dikamar mandi yang ada ada dirumahnya itu.
"ehh udah mandi juga?? " tanya Kiara saat melihat arsen masuk ke kamarnya hanya dengan handuk melilit di pinggangnya.
"udah ayo cepet kita shalat subuh" ajak arsen buru-buru
Merekapun segera melaksanakan shalat subuh secara bersamaan.
"Sayang kita jengukin uma ya sekarang " ajak Arsen
"ayooo" jawab Kiara antusias.
Arsen tersenyum melihat tingkah laku istrinya itu.. Terkadang Kiara begitu menggemaskan namun terkadang ia bisa menjadi monster yang sangat menghaaatirkan.
Akhirnya tepat pukul 10 pagi Kiara dan arsen berangkat menuju rumah humaira untuk menjenguk anggota baru keluarga mereka.
Di mobil
"apa kita bawa?? " tanya Kiara
"aku juga bingung sayang,, bayinya dah punya semuanya,, stroller udah ada, bahkan sepeda udah dibeliin" ucap arsen jujur
"astaga.. hhhhhh" jawab Kiara terkekeh
"Baju aja dah kalo gitu" ucap Kiara yang langsung diangguki oleh arsen.
akhirnya merekapun mampir di toko khusus menjual perlengkapan ibu dan anak. Disana Arsen dan Kiara sama-sama histeris karena gemas melihat baju-baju bayi yang lucu-lucu.
Akhirnya setelah selesai membeli begitu banyak mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah humaira.
Sesampainya dirumah humaira ternyata ada sebuah mobil yang baru saja sampai yang hampir berbarengan dengan mereka .
"wahh mobil siapa?? " tanya Kiara tanpa mengalihkan pandangan dari mobil tersebut
Arsen tak menggubris pertanyaan Kiara, karena ia tahu siapa pemilik mobil tersebut.
"Ayah... " ucap Kiara spontan ketika melihat seorang lelaki paruh baya turun dari mobil tersebut.
"udah ayo turun,, aku ngga sabar ngeliat anaknya uma " ucap arsen setengah berbohong
Kiara merasakan ada perubahan dalam raut wajah arsen.
'sebenarnya ada apa sih ini,, tapi kenapa pas hari pernikahan semuanya keliatan baik-baik aja' batin Kiara masih dalam lamunannya
"sayang ayo" ajak arsen menyadarkan Kiara dari lamunannya.
"Assalamu'alaikum" ucap arsen ketika akan masuk rumah humaira.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang tamu tempat anggota keluarga berkumpul.
__ADS_1
"aku ke kamar mandi dulu " ucap arsen meletakkan barang bawaannya dan langsung pergi begitu saja
sedangkan Kiara langsung menyalami semua anggota keluarga tanpa terkecuali
"Ayah.. Ayah apa kabar?? " tanya Kiara ramah
"Ayah baik nak, kamu sendiri gimana?? " tanya pak rizwan balik.
"alhamdulillah Kiara baik ayah" jawab Kiara ramah
lalu setelah itu Kiara beralih melihat keponakan kecilnya yang lucu itu.
"Assalamu'alaikum sayang,, ya ampunnn kok imut banget sihhh" puji Kiara sambil meggendong bayi di pangkuannya.
Semua orang lagilagi heran dengan Kiara yang begitu telaten menggendong bayi.
"Wahhh kia udah bisa gendong bayi ya,, aku aja masih kaku" ucap humaira jujur
"iya nak,, kamu kek bidan yang tangani uma lahiran" puji bundanya humaira.
"hhh kalian bisa saja,, Jadi aku sering bantuin kakak kakak ku jagain bayinya dulu.." jawab Kiara jujur.
Lagi-lagi mereka terkesan dengan Kiara. Saking fokusnya mengobrol Kiara sampai lupa bahwa arsen belum kembali dari toilet.
"Bud aku pamit dulu ya,, soalnya ada meeting hari ini " ucap pak rizwan kepada pak budi
"lohh kok cepet sekali om" balas kevin
"Uma kamu jaga kesehatannya ya. biar asinya tetep lancar". ucap rizwan
" iya om, Terima kasih sudah berkunjung " balas humaira
"nak,, ayah duluan ya " ucap pak rizwan kepada Kiara.
"Ayah ngga nunggu ken dulu?? " tanya Kiara polos
Semua orang terlihat biasa saja dengan sikap Arsen yang meninggalkan mereka begitu saja.
"ayah balik duluan.. Assalamu'alaikum" ucap pak rizwan tanpa menjawab pertanyaan Kiara.
Dan benar saja setelah pak rizwan pergi dari kediaman humaira barulah arsen datang bergabung dengan mereka
"wahhh anaknya omm imut banget " ucap arsen sambil mencolek pipi keponakannya gemas
"kamu kok lama banget?? Ayah sampe pulang loh " ucap Kiara kepada arsen
"aku sakit perut sayang " jawab arsen tanpa mengalihkan pandangannya dari keponakan kecilnya itu
Tiba-tiba pak budi juga ikut meninggalkan mereka beserta istrinya, karena mereka juga memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan .
Sore harinya Kiara dan Arsen baru pulang dari kediaman humaira dan kevin,, karena disaat mereka akan pulang tiba-tiba datang cantika dan ardan membuat mereka mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"lo pulang aja, kasian cantika pasti capek, biar gue aja yang ke kantor" ucap Arsen meminta agar Ardan segera pulang
"beneran nih? " tanya Ardan memastikan
"ya udah kalo gitu lo ikut gue ke kantor" ucap arsen
"Ehh okeoke gue bakalan pulang, kan gue juga ngga mau gangguin kalian berdua" balas Ardan yang membuat Kiara dan cantika tertawa.
Di dalam mobil Kiara terus saja memikirkan mengenai hubungan arsen dan Ayahnya..
'gini nih kalo punya masalah sama keingintahuan,, gue jadi ngga bisa tenang mikirin ini semua' gerutu Kiara kepada dirinya sendiri
Sesampainya di kantor,, Arsen menggandeng tangan istrinya menuju ruangannya.
"kita sebenarnya mau ngapain?? " tanya Kiara heran karena Hari ini Arsen libur bekerja
"ngga ada sih,, aku cuma mau ambil laptop aja..hahahah" jawab arsen jujur
Akhirnya sesampainya mereka diruangan arsen, Kiara memilih untuk mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan Arsen.
Tak lama Arsen pun ikut mendudukkan tubuhnya disamping istrinya itu. Dan tiba-tiba Arsen menyandarkan kepalanya di bahu Kiara yang membuat Kiara semakin curiga bahwa Arsen sedang tidak baik-baik saja.
"kamu kenapa?? " tanya Kiara sambil menggenggam tangan arsen.
"Aku capek sayang" ucap Arsen sambil menutup mata dengan posisi kepalanya masih di bahu Kiara
"ya udah sini aku pijitin" tawar Kiara
"ngga usah sayang" balas arsen ramah.
Rasa penasaran Kiara sudah mencapai puncak, ia sudah tak tahan lagi dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"liat mata aku" ucap Kiara sambil mengarahkan wajah arsen tepat didepan wajahnya.
Namun Arsen justru menc**m bibir Kiara yang membuat Kiara semakin yakin bahwa arsen sedang menyembunyikan sesuatu.
Akhirnya Kiara membalas c**m*n Arsen agar arsen bisa menceritakan permasalahan yang sedang ia hadapi.
"kamu kenapa?? " tanya Kiara akhirnya
"memangnya aku kenapa?? " tanya arsen balik
"yakin?? " selidik Kiara lagi
Entah mengapa nyali Arsen langsung gelisah yang membuat Kiara semakin khawatir.
"oke dengerin aku dulu.. Aku nggak masalah kamu nggak mau cerita sama aku, kamu nggak mau membagi masalah sama aku. Tapi kamu tau, Aku paling nggak tahan yang namanya penasaran,, dan aku akan sangat kecewa kalo aku mendengar kamu lagi ada masalah dari orang lain. " ucap Kiara tegas.
'hoohhhhh ayolah,, biar aku bisa bantu kamu sayang' batin Kiara memohon
"Tapi jika kamu belum siap, ngga papa, aku juga ngga mau nambah masalah kamu" ucap Kiara memeluk erat tubuh arsen.
__ADS_1
Pertahanan arsen pecah, ia merasa memang Kiara harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ia sangat bingung harus bercerita mulai dari mana .