
di dalam kamar Titania aku melihat putri kecilku itu sedang menggambar sesuatu. Aku mendekati dan memeluknya erat.
"ayah , apa yang ayah lakukan ???" tanyanya heran.
"ayah rindu " jawabku.
"ya Allah ayah , tadi pagi kan kita bertemu " ucapnya seperti orang dewasa.
kemudian ia pun membalik tubuhnya menghadap kepadaku.
"Ayah , Tita sayang ayah. " ucapnya mencium pipiku.
mendapat ciuman dari putriku itu membuatku seperti akan kehilangan dirinya. aku merasa bahwa ia benar-benar akan meninggalkan ku.
"nak dengerin ayah , Kalau semisalnya ada bahaya , tita jangan takut , bukannya dulu pernah diajari sama bibi kia cara melawan jika dalam bahaya ??" tanya ku mengingatkannya.
"iya ayah , tita ingat " jawabnya.
"Kalau suatu saat nanti tita dalam bahaya , jangan takut nak ya , ayah pasti akan datang menyelamatkan tita " ucap Rangga tak tahu harus berkata apa.
Rangga tak bisa pungkiri bahwa ia merasa istrinya akan meninggalkannya , apalagi saat mendengar Kiran akan menggugurkan bayinya yang merupakan anak kedua mereka.
Malam harinya , Ketika aku dan Kiara dan juga Darwin pergi ke acara ultah temennya Darwin , dimobil aku memilih untuk diam . Waktu itu juga sebenarnya aku heran mengenai apa yang terjadi dnegan Kiara , padahal aku ingin dia menghiburku dengan lelucon recehnya , tetapi aku salah , justru Kiara juga terlihat seperti ada masalah.
Bahkan ketika kami sedang menghadiri acara itu , Kiara memesan 3 botol minuman keras. Aku dan Darwin terkejut , karena tidak bisanya si bontot melakukan ini.
Tanpa main-main , ia mulai meneguk minuman itu , dan ia juga menawariku dan mengatakan semua ini dilakukan untuk melupakan masalah sejenak.
Setelah aku pikir-pikir , dia ada benarnya dan akupun mulai ikut meneguk minuman itu , sedangkan Darwin pergi untuk menemui teman-temannya dulu.
Aku minum sangat banyak hingga aku tak sadar lagi.
Keesokan harinya aku terbangun dan terkejut karena aku tidak berada dirumahku. Ku lihat sekeliling ku ternyata ada Darwin disampingku.
Aku segera membersihkan tubuhku dihotel itu dan barulah aku membangunkan kakak sepupuku itu.
Di perjalan pulang , aku menghubungi Kiran dan ia tidak langsung menjawab. Hal ini membuat ku takut lagi. tetapi kemudian tak berapa lama kiran mengangkat panggilan ku dan mengatakan bahwa ia sedang mengantar titania sekolah.
Beberapa bulan kemudian. rasa takutku bisa dibilang sudah menghilang . Malam harinya , ketiak Titania sudah tertidur . aku mengajak Kiran untuk menikmati angin malam dibalkon .
"dingin ya sayang " ucap ku sambil memeluknya
"iya , ayo kita masuk saja " ajaknya namun ku tolak.
"tunggulah sebentar , sudah lama sekali kita tidak qualitytime berdua seperti ini " ucapku menc*um sebelah pipinya.
__ADS_1
Ku perhatikan ekspresi wajahnya yang terlihat tak biasa .
"sayang.....maafin aku......." ucapnya menggantung.
"kenapa sayang ??" tanyaku lembut.
"aku kedinginan sekali , lagi pula kata dokter angin malam tidak baik untukku dan bayi kita " jawabnya sambil mengelus perutnya.
Akupun mengalah , setelah ku ci*umi perutnya yang mengandung bayiku barulah aku memintanya untuk tidur terlebih dahulu.
Akupun langsung pergi ke ruang kerjaku dan mulai berkutat dengan laptop ku . Aku mencari informasi mengenai istriku sendiri.
sebenarnya ada sedikit penyesalan dalam hatiku , mengapa aku mencurigai istriku sendiri dan betapa bodohnya diriku yang tidak mencari tahu dulu sebelum aku memutuskan menikahinya.
Cukup lama aku berkutat dengan laptop ku dan barulah aku menemukan identitas Kiran yang sebenarnya.
Aku terkejut, dan aku langsung mengingat kejadian waktu kita terlibat dalam kegagalan penyeludupan Riko eyton yang membuatnya rugi triliunan itu.
'apa selama ini ia berkomunikasi dengan kakaknya itu ??' tanya ku dalam hati.
'apa dia akan segera meninggalkanku dan memisahkan ku dnegan anak-anak ku ???' tanya ku lagi.
'ya Allah kirannn mengapa kau lakukan ini kepadaku , kau menghianati cintaku ' batin ku menangis.
Malam itu aku langsung menuju kamar Titania , melihat wajah putri ku yang masih kecil itu membuatku tak bisa menahan air mata. Aku menangis dan kau tau , aku sempat meragukan putriku sendiri.
'apa kau tidak pernah mencintaiku ??? mengapa kau tega melakukan ini ?? dan kini kau dan kakakmu itu menang , kalian berdua sudah berhasil membuatku menderita ' batin ku masih terus menangis.
sepanjang malam hingga menjelang pagi aku tidak bisa tidur sama sekali. Di kepala ku terus terngiang mengapa Kiran menghianati cinta tulus ku.
saat matahari masih belum menampakkan sinar indahnya , tiba-tiba terdengar dering ponsel yang merupakan ponsel kiran , aku berpura-pura tertidur dan berniat ingin mendengarkan pembicaraan.
Aku merasa bahwa Kiran pergi kebalkon dan fokus menelpon sambil membelakangi pintu yang tentu saja memudahkan ku untuk menguping pembicaraannya
"ada apa Kak ??? ini masih pagi buta ??" ucapnya dnegan nada kesal.
"Tapi aku harus bagaimana , tidak mungkin aku meninggalkan Rangga dalam keadaan hamil seperti ini " ucapnya lagi.
mendengar ucapannya itu langsung membuat ku tenganga , ternyata apa yang ku takutkan itu benar adanya.
"Kau tidak perlu khawatir aku akan mudah melakukannya karena Ale jarang mengunjungi saudara-saudaranya lagi. bahkan sekarang mereka lagi sibuk masing-masing " ucap Kiara lagi.
"kau tenang saja , mereka bertiga akan mendapatkan balasan dari perbuatan mereka itu " ucap Kiran dengan penuh penekanan.
Aku sudah tak tahan lagi menahan ini semua , akhirnya akupun memberanikan diri untuk memergokinya.
__ADS_1
"Kiran......" ucapku lemah.
Ia terlihat kaku , sepertinya ia terkejut. kemudian ia membalik tubuhnya dan mata kami langsung bertemu.
Ku tatap matanya dalam , dan tanpa sadar air mata ku menetes lagi
"kau ingin meninggalkan ku ???" tanyaku dan menghapus air mataku.
"Sudah beberapa kali aku mendengar kau berbicara ditelpon dan selalu mengatakan kau akan meninggalkan ku , Rangga suamimu ini " ucapku tetap menatap dalam matanya.
"apa yang sebenarnya terjadi ???" tanyaku lagi.
Kiran hanya diam membisu , dan terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"JAWAB!!!!" teriak ku menggema di kamarku itu.
Kiran tersentak kaget , karena mungkin ini pertama kalinya aku membentaknya begitu kencang.
Sorot mataku mulai menajam , entah mengapa aku bingung dengan perasaanku sendiri , disisi lain aku tidak mau kehilangan dirinya namun disisi lain aku sangat kecewa.
"IYA , Aku akan meninggalkanmu " jawabnya akhirnya.
"tapi mengapa ???" tanyaku lemah.
"Karena aku hanya datang membalaskan dendam kakak ku , RIKO EYTON " teriaknya
Aku tidak terkejut lagi ,karena aku sudah tahu yang sebenarnya.
"Riko eyton ???" tanya ku pura-pura
"iya , aku adalan adik kandungnya. Kau tahu akibat dari perbuatanmu dan kedua saudaramu itu kakak ku sempat depresi berat karena mengalami kerugian yang sangat besar." jelasnya
"tapi itu semua adalah kelalain anak buahnya " ucapku
"terserah apa katamu. Aku sudah muak dengan semua ini " ucapnya membuang pandangannya.
"apa kau benar-benar akan meninggalkanku ??" tanya ku lemah.
"Tentu saja , aku memiliki seorang kakak yang sudah rela berkorban untuk diriku. " jawabnya mantap.
Lalu aku mendekat hingga ku sentuh kedua pipinya , aku memaksa matanya menatap mataku
"apa kau tidak mencintaiku ???" tanyaku lembut.
Dia hanya menyeringai dan seolah-olah menertawakan ku.
__ADS_1
"aku tidak pernah mencintaimu Rangga. selama ini aku hanya berpura-pura agar kau masuk kedalam perangkap ku" ucapnya melepaskan kedua tangan ku.
"Lalu bagaimana dengan mereka.....