Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Marah


__ADS_3

dan menurut Ika selama ini tidak ada yang salah dengan yang dilakukan adiknya. semuanya sesuai dengan hukum.


Rizwan marah besar , karena tender ini sudah ia incar selama bertahun-tahun.


"Aku sudah lelah dengan semua ini , ternyata ibuku benar bahwa kau hanya akan mendatangkan musibah dihidupku" plak.......plak ucap rizwan berapi-api sambil melayangkan tamparan keras ke kedua pipi Ika lagi .


Ika hanya diam saja mendengar setiap ocehan suaminya itu. melihat Ika hanya diam saja membuat Rizwan geram dan mengangkat tangannya hendak menampar Ika lagi.


namun Ika menahan tangan Rizwan tepat saat tangan Rizwan hampir menyentuh pipinya.


"20 tahun aku menahan perlakuan kasar kamu , dan sekarang kesabaran ku sudah habis . kau menghinaku aku terima , kau memukulku aku terima , bahkan kau menduakan ku aku tidak pernah sesekali pun menentangmu. tapi jika kau menghina keluargaku aku tak terima ." ucap Ika dengan nada tinggi.


Rizwan menampar Ika lagi hingga kepalanya menghadap samping , bahkan darah segar mengalir dari sudut bibirnya .


"wahhhh kau berani membentakku. Dasar wanita.........." balas Rizwan terputus karena ada seseorang yang menghentikannya


"AYAH......." teriak seseorang yang membuat Rizwan dan Ika terkejut.


"Keenan " ucap Rizwan terkejut.


baik Rizwan atau Ika tak pernah menyangka bahwa Arsen akan pulang sekolah begitu cepat dibandingkan biasanya.


"Keenan" rintih Ika lemas.


"Bunda.." teriak Arsen menghampiri Ika dan memeluk bundanya erat .


"ternyata apa yang dibilang orang bener , kalo ayah sering siksa bunda. Ken nggak nyangka ternyata ayah sekejam ini . " teriak Arsen meluapkan amarahnya ke ayahnya.


"nak , kamu nggak boleh gitu sayang , dia tetap ayah kamu sayang " bujuk bunda Ika menenangkan putranya itu .


"bunda , bunda tenang aja ya " bujuk Arsen kembali.


"hati ayah dimana ??? liat wajah bunda , sampai seperti ini karena tamparan ayah. Apa setiap kali ayah kalah , ayah akan selalu melampiaskannya ke bunda ?? " teriak Arsen tak merendahkan suaranya.


"apa setiap kali ada memar di badan bunda itu semua karena ayah ? dan bunda bilang sama aku kalo bunda jatuhlah ,kena benturlah . kenapa bunda tahan ini semua ???" tanya Arsen beruntun menitikkan air matanya .


"ken....Ken....jangan nangis sayang, bunda nggak papa nak . " ucap bunda Ika menghapus air mata anaknya .

__ADS_1


semakin bunda Ika menghapus air mata Arsen , Arsen justru semakin tak mampu membendung air matanya.


"memalukan sekali , seorang lelaki menangis seperti seorang wanita. mana....mana dirimu yang sudah membentukku tadi " ejek Rizwan kepada putranya sendiri.


"aku menangis karena aku punya hati , hatiku nggak mampu ngeliat perlakuan pecundang seperti ANDA.." teriak Arsen dengan emosi memuncak.


Rizwan dan Ika terkejut dengan ucapan Arsen .


"lihat , ini semua karena didikanmu.dia berani membentak ku " teriak Rizwan kepada bunda Ika.


"STOP.....menyalahkan bundaku. bunda sudah sangat baik mendidik ku. justru dirinyalah yang harus mengatakan hal itu kepada dirimu sendiri. Jangan bilang aku tidak tau kelakuan bejat mu , kau sering bermain wanita dibelakang bunda ku" ucap Arsen menggema di ruangan itu.


"nak kamu tau dari mana ??" tanya bunda Ika terkejut dengan suara lembut.


"bunda tenang dulu ya " jawab Arsen menenangkan ibunya itu.


"Dasar anak br*ngs*k . kau sudah berani melawanku. kau sama saja dengan keluarga ibu mu dan keluarganya , kalian semua memang br*ngs*k . " ucap Rizwan dengan amarah berapi-api.


"stop , sudah cukup kau mengeluarkan ocehan mu itu. aku sudah tidak tahan dengan perlakuanmu" ucap bunda Ika tak kalah meninggi.


"ini yang aku tunggu-tunggu , mulai sekarang aku talak kamu , kita sudah bukan suami istri lagi ." ucap Rizwan dengan mata melotot.


"Keenan tunggu , kau tidak bisa pergi dari rumah ini " teriak Rizwan menghentikan Arsen.


"aku tidak bisa tinggal dengan orang yang tidak menghargai bunda ku " balas Arsen tak kalah seram.


akhirnya Arsen dan Ika mengemasi barang-barang mereka berdua dan segera pergi dari sana. sedangkan Rizwan semakin marah karena putranya sendiri berani menentangnya.


"Keenan tunggu. " teriak Rizwan ketika Arsen dan Ika berada di ambang pintu.


"tenang saja , aku hanya membawa barang-barang yang kudapatkan dari kerja keras ku bukan uang anda ." balas Arsen acuh


Rizwan terdiam memebeku di tempatnya berdiri . kata-kata yang diucapkan Arsen sungguh menyusuk ke dalam hatinya.


"satu hal lagi , aku tidak membencimu ayah , hanya saja aku tidak terima perlakuanmu kepada bundaku. Ken harap ayah segera sadar ." lanjut Arsen yang kali ini dengan nada lembut.


sejak saat itu Arsen memilih tinggal bersama bundanya di rumah warisan dari orang tua Ika. namun setelah beberapa tahun Rizwan kembali menemui Arsen dan membujuk Arsen untuk menjadi CEO di perusahaannya yang bergerak di bidang konstruksi itu . dan berkat bujukan dari bunda Ika , Arsen menyetujui keinginan ayahnya itu.

__ADS_1


flashback off


malam harinya Arsen duduk dibalkon rumahnya sambil menyesap r*k*k ditangannya.


hembusan asap keluar dari hidung dan mulut Arsen . mer*k*k merupakan salah satu kebiasaan yang tidak bisa dihindari oleh Arsen. Jika minum minuman beralkohol ia bisa menahannya , tapi untuk mer*k*k dia tak mampu.


saat Arsen sedang asik menyesap r*k*k ditangannya , tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya .


"Ken..... " ucap seseorang yang tak lain adalah bunda Ika.


Arsen terkejut dan langsung membuang puntung r*k*k yang hampir habis itu.


"eh bunda , ada apa ?? kok bunda belum tidur ?" tanya Arsen lembut.


"kamu sendiri kenapa belum tidur , malah asyik mer*k*k disini " jawab bunda Ika dengan nada sedikit meninggi.


"hehehehe... bunda kek nggak tau aja " jawab Arsen nyengir.


Arsen tahu kalau bundanya sampai menghampirinya kedalam kamar , itu artinya ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikan. akhirnya Arsen pun mengajak bundanya untuk masuk dan duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.


"bunda ngapain kesini , bunda kan bisa panggil aku , ntar aku yang nemuin bunda " ucap Arsen


"udah nggak papa , bunda cuma mau nanya sama kamu " ucap bunda Ika menggantung.


"apa bunda ?" tanya Arsen balik dengan lembut.


"kamu kapan nikahnya sayang ?? bunda udah makin tua , bunda kan pengen punya cucu" ucap bunda Ika yang membuat Arsen salah tingkah.


"haaaaahhhh..apa........nikah...." jawab Arsen gelagapan.


"tapi kok bunda nggak pernah tau ya kamu punya pacar ?? apa nggak ada cewek yang mau sama kamu ? biar bunda cariin " ucap bunda Ika antusias


"ya Allah bunda , kenapa buru-buru sih , biarin dah Uma duluan . aku belum nemuin pujaan hatiku " balas Arsen dengan nada bercanda .


"emangnya kamu udah ada calon ??" tanya bunda Ika polos.


"ada , tapi belum ketemu " jawab Arsen mantap.

__ADS_1


"pokoknya bunda mau setelah Uma menikah , kamu harus ngenalin seorang perempuan yang akan jadi istri kamu. " ucap bunda Ika serius.


Arsen terkejut , bundanya kali ini tidak main-main. memang benar sih sekarang usianya sudah 25 tahun .


__ADS_2