
Sabtu pagi Asgar Wirayudha datang ke toko kue untuk mengambil pesanannya,dia di sambut oleh Indah yang kebetulan menginap diruko untuk membantu Dyfa menyelesaikan pesanan pria itu.
Karena semenjak Dyfa di usir oleh orang tuanya ,dia memutuskan tinggal Di ruko.
"Selamat pagi Pak,mau ambil pesanan ya?".
Asgar mengangguk "Apa semuanya sudah siap?"tanyanya.
"Sudah semua pak" jawab Indah dan menunjukan semua pesanan yang di letakkan di meja kasir.
"Bagus sekali".Asgar tersenyum puas.
Tak lama kemudian Dyfa turun dari lantai dua dan menghampiri pelanggannya itu "bagaimana pak,apa anda Sudah memeriksa pesanannya?".
"Tentu saja".jawab Asgar "sisa pembayarannya sudah aku transfer".
"Ya pak".Dyfa pun membantu pria itu memasukkan semua pesanannya.
"Hati - hati di jalan pak" ucap Dyfa saat selesai memasukkan kue ke dalam mobil.
Asgar mengernyitkan dahi "Kamu ikut".
"Saya?" Dyfa menunjuk dirinya sendiri.
"Tentu saja kamu,bunda kangen sama kamu".kata Asgar sambil membuka pintu mobil penumpang.
Dyfa terdiam dan mencoba menimbang - nimbang apa ikut atau tidak.
"ikut aja Dyf" seru Raya yang entah sejak kapan dia ada di samping Dyfa.
__ADS_1
Dyfa terlonjak kaget dengan keberadaan sahabatnya itu " Raya".
Raya hanya menyengir kuda dan menyodorkan tas selempang milik Dyfa "Aku dah baik mau ambilin tas kamu".
Dyfa mengambil tasnya dengan cemberut "Makasih".
Akhirnya Dyfa pun ikut ke kediaman Wirayudha dengan perasaan yang campur aduk.sepanjang perjalanan tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut mereka berdua hingga akhirnya mobil memasuki kediaman keluarga Wirayudha.
Asgar mengajak Dyfa untuk masuk kedalam rumah dan kue - kuenya sudah di bawa oleh para pelayan yang menunggu mereka di halaman depan rumah itu.
"Assalamualaikum" ucap Asgar dan Dyfa bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab seluruh anggota keluarga yang ada di ruangan tamu.
Ibu Misya menghampiri mereka dan memeluk Dyfa dengan penuh kerinduan "apa kabar Dyfa?".
"Baik Tante".Dyfa balas memeluk Ibu Misya,pelukan yang sudah lama tidak dia rasakan.
Ibu Misya melepaskan pelukannya dan memukul pelan lengan putranya itu "kamu ini".
Amira menghampiri mereka dan mengajak Dyfa untuk bergabung dengan anggota kelurga yang lain.
Dyfa bahagia berada di tengah keluarga Wirayudha karena mereka tidak pernah menilai seseorang dari segi apapun.walaupun ada sedikit rasa minder namun sambutan dari mereka membuat Dyfa merasa nyaman.
Acara ulang tahun cucu pertama keluarga Wirayudha berlangsung khidmat karena mengundang anak panti asuhan dan teman - teman dari Arkana Wirayudha.
Asgar yang melihat Dyfa duduk sendiri langsung menghampiri wanita pujaannya itu " kau senang?".
Dyfa mengangguk "Terima kasih karena sudah mengajakku kemari".
__ADS_1
"Apa kau tidak merindukanku?". tanya Asgar tiba - tiba.
sontak Dyfa menoleh pada Asgar "Apa kau merindukanku juga?".dia tidak menjawab dan malah bertanya balik.
"Sangat".jawab Asgar tanpa mengalihkan pandangannya dari Dyfa.
"Aku hanyalah seorang janda tidak pantas mendapatkan perhatisnmu yang seorang pengusaha sukses".
"Aku pun seorang duda".
"tetap saja…..".
"Aku tau sedikit tentang kehidupan rumah tanggamu dan kehidupan rumah tanggaku dulu tak jauh beda sepertimu". jelas Asgar.
sebelum Dyfa berbicara lebih banyak lagi,datang Amira untuk mengajaknya bergabung dengan para sepupunya.
Tanpa terasa hari sudah sore,Dyfa pun pamit undur diri pada tuan rumah.
"Tante,aku pamit pulang ya".kata Dyfa pada Ibu Misya.
"Tunggu sebentar,biar Asgar yang mengantarmu".ujar Ibu Misya sambil mencari putranya.
"Tante,aku pulang naik taksi saja".cegah Dyfa tidak enak hati.
"Tidak,kamu kemari dengan dia,pulang pun harus diantar olehnya".tegas Ibu Misya tanpa ada bantahan.
Dyfa pun pasrah saat Asgar mengantar dia pulang.
"Mau diantar kemana?".tanya Asgar saat mobil yang mereka tumpangi meninggalkan komplek perumahan.
__ADS_1
"ke ruko saja". jawab Dyfa tanpa menoleh.
Asgar pun melajukan kendaraannya menuju ruko .