
Hari pernikahan pun tiba, namun Dyfa merasa khawatir jika pernikahannya mungkin tidak akan berjalan dengan baik.dikarenakan permasalahannya yang belum selesai bersama Asgar.
Semenjak hari itu,mereka benar - benar tidak ada komunikasi dan pria itu tidak pernah datang ke rumah orangtuanya dengan alasan ingin menyelesaikan semua pekerjaannya.
sejak pagi keluarga Dyfa sudah tiba di kediaman Wirayudha.
Dyfa menghela nafas berat ,kini dirinya hanya bisa pasrah pada takdir.
"kenapa teh?" tanya Syfa yang heran melihat kakaknya seperti tidak bersemangat.
"tidak apa - apa" jawab Dyfa bohong..
Ibu Misya dan ibu Ami masuk ke dalam kamar yang di pergunakan untuk tempat merias pengantin.
"wah,kamu cantik banget"puji Ibu Misya pada calon menantunya.
"ini karena MUAnya sangat profesional bunda".ujar Dyfa.
"kamu beda banget "kata ibu Ami, didalam hatinya yang paling dalam ia merasa senang melihat putri sulungnya mendapatkan jodoh yang lebih baik dari pernikahan pertamanya.
Dyfa tersenyum karena ibunya tidak ketus seperti biasa.
Ibu Misya membantu Dyfa berdiri "sekarang kamu sudah resmi menjadi istri Asgar."jelasnya.
Deg...Deg...jantungnya berdetak lebih cepat akhirnya Asgar sah menjadi suaminya tapi saat ini pria itu sedang marah padanya.
"Ayo" ajak Ibu Misya.
merekapun keluar dari kamar menuju ke bawah .
Asgar terpaku saat melihat Dyfa turun dari tangga bersama ibu dan mertuanya.
"Ehemm....biasa aja kali liatnya" goda Asrul.
"biasa aja" jawab Asgar yang sedikit gugup.
Dyfa berjalan mendekati Asgar di dampingi oleh ibunya dan ibu Misya.sampai dia berada di hadapan Asgar yang sejak tadi teruss menatapnya.
Mereka lalu saling bertukar cincin,Asgar mencium kening istrinya itu dan membaca doa sebelum meniup ubun2 Dyfa sedangkan Dyfa mencium tangan Asgar dengan takjim.
Acara pun dilanjutkan dengan memberikan selamat pada kedua mempelai yang sudah duduk di pelaminan.
Asrul dan istrinya memberikan selamat pada Asgar dan Dyfa "selamat Gar,semoga ini jadi pernikahan kalian yang terakhir."
"Amin"jawab Asgar dan Dyfa bersamaan.
Tiara memeluk Dyfa "Selamat ya Dyf."
"terima kasih mbak."
Irfan dan Syfapun memberikan selamat pada pengantin "selamat bro " ucapnya sambil memeluk Asgar sebentar.
"terima kasih Adik ipar."jawab Asgar lalu merekapun tertawa karena merasa lucu.
"ya kakak ipar"sahut Irfan.
"Teh,selamat ya"ucap Syfa .
__ADS_1
Dyfa memeluk adiknya "terima kasih ya sudah mau hadir di pernikahan teteh."
Syfa menepuk pelan punggung kakaknya "semoga samawa ya teh."
Dyfapun mengangguk pelan.
Syfapun beralih bersalaman dengan Asgar " Mas,tolong bahagiain teteh dan juga jangan buat teteh nangis."
"Aku tidak akan membuat teteh kamu menangis"jawab Asgar yakin.
"Apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Asgar pada istrinya saat sudah tidak ada lagi yang naik ke pelaminan.
"Ya"jawab Dyfa pelan.
Asgarpun mengajak Dyfa turun dan duduk di kursi yang tersedia untuk kedua mempelai karena di meja sudah tersedia berbagai macam makanan.
"Mas."panggil Dyfa.
Asgar menoleh pada Dyfa "apa kamu tidak suka hidangan ini?."
"Apa Mas masih marah sama aku?." Dyfa malah balik bertanya.
Asgar mengusap kepala Dyfa dengan penuh kasih sayang "aku tidak marah,malah kini aku sangat bahagia."
"syukurlah,aku pikir pernikahan kita tidak akan terjadi karena permasalahan kemarin."kata Dyfa yang akhirnya bisa bernafas lega.
"maaf karena membuatmu berfikir kalau aku masih marah" Asgar sambil menggenggam tangan istrinya itu "aku hanya sedang sibuk menyelesaikan semua pekerjaanku supaya saat aku cuti pikiranku tidak bercabang pada pekerjaan" jelasnya.
Dyfapun mengangguk mendengar penjelasan dari Asgar dan bersyukur karena segala kekhawatirannya tidak terbukti ,dia menyuapi suaminya itu somay kesukaannya.
"kau masih ingat kesukaanku."
"termasuk nanti malam" bisik Asgar.
Dyfa memukul pelan lengan Asgar "mesum."
Asgar pun tertawa melihat wajah Dyfa yang memerah karena malu.
****
Walaupun acara pernikahan di gelar sederhana namun ternyata sore harinya banyak tamu datang ke kediaman Wirayudha yang kebanyakkan atas undangan dari kedua mertuanya dan juga teman dari Asgar.
Kedua mempelai pun berjalan menyapa para tamu undangan setelah beristirahat sejenak tadi siang dan mengganti pakaian mereka.
Dyfa hanya tersenyum saat Asgar memperkenalkannya kepada teman - temannya. dia sebenarnya tidak nyaman karena yang suami dan teman -temannya bicarakan seputar bisnis.
"Mas,aku mau menghampiri karyawan ku dulu"kata Dyfa meminta ijin saat melihat para pegawai toko dan konveksi nya datang.
"iya,nanti aku menyusul."jawab Asgar.
Dyfa pun berjalan menghampiri para pegawainya yang baru saja tiba.
"selamat ya teh" ucap Ratna.
"terima kasih" jawab Dyfa "aku seneng banget akhirnya kalian datang juga."
"Maaf kita datang kesorean,soalnya kita pengen rame - rame jadi kumpul dulu di ruko" jelas Indah.
__ADS_1
"ga apa - apa yang penting kalian sudah datang."
"semoga samawa terus cepet dapat momongan"ucap Yanto.
"aminnn" jawab Dyfa "sekarang kalian makan dulu."
"iya teh"
Mereka pun pergi menuju prasmanan.
"ternyata teteh banyak temannya ya" kata Dimas yang sejak tadi memperhatikan kakak pertamanya itu.
"iya,teteh bekerja di beberapa tempat jadi teman teteh banyak"jawab Dyfa ,dia belum bisa memberitahukan jika mereka semua karyawannya.
"Aku cuma berharap teteh bahagia dan ini jadi pernikahan teteh yang terakhir" kata Dimas yang membuat Dyfa heran.
Dyfa langsung memeluk adik bungsunya "terima kasih."ucapnya namun tiba - tiba ada seseorang yang menariknya pelan.
"kau tidak boleh memeluk pria lain selain suamimu ini" kata Asgar marah.
"Aku kan adiknya jadi wajarlah"timpal Dimas.
"sekarang aku suaminya jadi aku melarangnya" tegas Asgar.
"Dasar bucin" Dimaspun pergi sambil menggerutu meninggalkan pasangan pengantin itu.
Dyfa memukul pelan lengan Asgar.
"kamu kdrt ya sama suami"kata Asgar cemberut.
"habisnya ngomong kayak gitu."
"kamu aja belum meluk aku masa udah meluk orang lain" ujar Asgar.
"Dimas kan adik aku."
"tetap saja dia laki - laki sayang."
"capek ngomong sama kamu"gerutu Dyfa.
"kalau capek ke atas aja yuk" goda Asgar.
Dyfa melototi Suaminya itu,sambil berlalu pergi meninggalkan Asgar yang senang membuat Dyfa kesal.
"kamu ini dari tadi godain Dyfa terus"kata Asrul yang entah sejak kapan berdiri di samping Asgar.
Asgar terlonjak kaget "sejak kapan di situ?."
"sejak tadi" jawab Asrul dengan santai melewati adiknya itu.
"ish..punya kakak kayak jalangkung"gumam Asgar.
"siapa yang kayak jalangkung"kata Amira tiba - tiba.
Untuk kedua kalinya Asgar terlonjak kaget "Astagfirullah" sambil mengusap dadanya berkali - kali.
"kenapa?" tanya Amira tanpa berdosa.
__ADS_1
"kakak sama adek Sama aja.untung ga punya penyakit jantung" ucap Asgar kesal.
Amira mengangkat dua jarinya dan tertawa dan pergi meninggalkan kakaknya yang sedang kesal.