Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Sama-sama diuntungkan


__ADS_3

didepan ruang kerja Arsen , Kiara menarik dalam nafasnya dan menghembuskannya perlahan. ia merasa malu bertemu dengan Arsen setelah kejadian kemarin.


setelah lebih tenang, Kiara pun mengetuk pintu ruangan Arsen dan langsung disuruh masuk oleh Arsen.


"aku kira kamu nggak pernah minum " ucap Arsen tanpa basa-basi.


Kiara hanya nyengir karena merasa malu , apalagi Arsen menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"kamu segitu cemburunya ya ??" goda Arsen


Kiara mengernyitkan dahinya karena merasa heran dengan ucapan Arsen.


"udahlah kamu nggak usah heran gitu , kamu sendiri loh yang bilang tadi malem " goda Arsen lagi.


'apa yang udah gue lakuin ??? huhhhhh sedikitpun gue nggak inget apa-apa ' batin kiaara kesal.


Arsen yang melihat reaksi Kiara , akhirnya mempunyai ide untuk mengerjai Kiara.


"aku nggak nyangka kalo kamu ternyata cinta banget sama aku , cuma yaaa kamu gengsi aja bilang ke aku , giliran kamu lagi mabuk baru deh kamu bilang sama aku " ucap Arsen berbohong.


'apa ??? gue bilang gitu ???' batin Kiara heran.


"Setahu aku , orang yang lagi mabuk itu selalu mengatakan yang sebenarnya loh " goda Arsen lagi.


seketika wajah Kiara memerah , membuat Arsen semakin gemas.


"tunggu-tunggu , nggak mungkin aku bilang gitu " ucap Kiara tak terima.


"tapi itu faktanya sayang " jawab Arsen.


Kiara memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya.


"entahlah , aku tidak mengingatnya dan aku juga nggak peduli " ucap Kiara akhirnya dan membalik badannya untuk segera pergi meninggalkan. ruangan Arsen.


'aduhhh kalo udah kek gini bakalan gagal rencana gue. aduhhhh Ara , kenapa sih sulit banget buat deketin kamu. padahal kamu itu istri aku ' batin Arsen.


Seketika terlintas ide di pikiran Arsen.


"tunggu " ucap Arsen lembut.


Namun Kiara tak mau tahu , ia tetap berjalan mendekati pintu dan ia tak mempedulikan suara Arsen sama sekali.


"bagaimana jika ibu sama bapak tau kelakuan kamu " ucap Arsen mantap yang langsung membuat Kiara membalikkan badannya.


"Aku bakalan kasi tau bapak sama ibu kalo kamu sebenarnya seorang pemabuk " ancam Arsen dengan ekspresi tidak main-main.

__ADS_1


"katakan saja , bapak sama ibu tahu kok " balas Kiara dnegan sombongnya.


"oh ya ??? kemarin Darwin pesan agar aku nggak kasi tau bapak sama ibu soal kejadian kemarin " ucap Arsen dengan nada polos.


"anj*y ,, dasar Darwin jelek , ehhh tapi kan gue yang pesen dia buat ngomong kek gitu sama Arsen. duhhhh Dasar , kok gue bodoh banget sih ' batin kiara frustasi.


"lagipula besok pagi aku bakalan tinjau lokasi didekat desa kamu , jadi ya aku bisa mampir bentar ke rumah mertuaku itu " ucap Arsen lagi.


pikiran Kiara buntu , ia tak tahu harus berkata apa , ia tidak mau ibu dan bapaknya kecewa karena ia telah meminum ,minuman keras.


"Arsen aku mohon jangan kasi tau ibu sama bapak " ucap Kiara merengek.


"giliran ada maunya aja kamu mohon-mohon sama aku " goda Arsen


"sen aku serius , aku bakalan lakuin apapun asalkan kamu nggak kasi tau ibu sama bapak , aku mohon " ucap Kiara terduduk dengan dengkulnya dan mengatupkan kedua tangannya.


"kamu mau uang berapapun akan aku kasi , karena tabunganku banyak kok " ucap Kiara polos yang membuat Arsen tertawa


"hahahaha" tawa Arsen menggema didalam. ruangan itu.


"Alhamdulillah sampai detik ini aku nggak kekurangan uang ,jadi aku nggak butuh uang kamu " ucap Arsen mantap.


'ujung-ujungnya Lo bakalan Meres gue supaya mau tidur sama Lo kan....ummmm Tapi kalo itu satu-satunya cara supaya bapak sama ibu nggak tau , gue nggak masalah deh ' batin Kiara.


"terus apa ??" tanya Kiara basa-basi.


"iya aku janji , tapi kamu jangan kasi tau bapak sama ibuk " ucap Kiara dengan nada memelas.


"kamu lucu banget sayang kalo lagi kek gini , aku gemes deh liatnya , kemarin kamu terlihat seperti monster tapi sekarang kamu seperti bayi kecil yang lucu " ucap Arsen tak henti-hentinya menggoda Kiara.


"aku mohon kamu jangan ngomong kejadian kemarin sama bapak sama ibu" ucap Kiara memohon .


'ya tuhan terima kasih, ternyata ini adalah jawaban dari doaku selama ini ' batin Arsen senang.


'ya ampun Kik , gue nggak bisa bayangin hari ini ternyata datang ' batin Kiara tak gugup dengan apa yang akan Arsen minta.


akhirnya Arsen pun dengan mantap mengatakan keinginannya.


"Arsen ???" tanya Kiara karena Arsen terdiam cukup lama.


"kamu nggak bakalan ingkar janji kan ??" tanya Arsen memastikan.


"iya , asalkan kamu juga tutup mulut " jawab Kiara mantap.


"baiklah , aku tidak akan mengatakan apapun kepada ibu dan bapak , asalkan...." ucap Arsen menggantung.

__ADS_1


"apa ??" tanya Kiara kesal.


"turuti perintahku dan jadi istriku seutuhnya " jawab Arsen mantap.


"maksudnya ??" tanya Kiara pura-pura polos.


'sudah kuduga ' batin Kiara.


"sudahlah sayang kamu jangan sok polos , apa aku harus menjabarkan semuanya ??" tanya Arsen dengan nada menggoda.


Kiara hanya diam terpaku dalam lamunannya membuat Arsen mau tidak mau menjelaskan apa maksudnya.


'aku tau kamu lagi membayangkan apa yang akan aku lakukan. hahahah' batin Arsen tertawa.


"Kamu setuju atau tidak ??" tanya Arsen memastikan.


"kamu mengambil keuntungan diatas penderitaan ku " keluh Kiara kesal.


"aku tidak pernah memaksamu , kamu juga diuntungkan dalam hal ini " goda Arsen lagi.


"jadi setuju atau tidak ??" tanya Arsen lagi sambil menatap dalam mata Kiara.


"oke-oke aku setuju " ucap Kiara akhirnya.


mendengar jawaban Kiara membuat hati Arsen senang dan tentu saja ia menunjukan senyumannya kepada Kiara , ia seperti mendapat segerobak berlian.


" oke , kalo gitu hari ini aku akan bantuin kamu pindahin barang-barang kamu ke kamar kita berdua " ucap Arsen yang langsung membuat Kiara merinding.


"hari ini ???" tanya Kiara terkejut


"kenapa ?? kita udah nikah hampir setengah tahun loh sayang " jawab Arsen mantap.


"apa kamu tidak ingin mempunyai bayi seperti Humaira dan cantika ??" tanya Arsen lagi.


"aku ingin sekali , anak kita nanti memanggilku papa dan memanggilmu mama. huhhhh aku tak sabar menanti hal itu " ucap Arsen dengan gaya centil.


Kiara pasrah , ia tak tahu harus berkata apa , yang saat ini ia pikirkan hanyalah agar kedua orang tuanya tidak mengetahui kelakuannya kemarin.


Dan benar saja , Arsen memindahkan semua barang-barang Kiara ke kamarnya .


Sedangkan Kiara, ia hanya menuruti perkataan Arsen sesuai janjinya. ia memindahkan barang-barangnya menuju kamar Arsen.


Saat merapikan pakaiannya di lemari yang sudah disediakan Arsen , Kiara terlihat melamun.


Arsen yang memperhatikan hal itu menjadi kasihan dengan kondisi istrinya itu.

__ADS_1


'maaf sayang , tapi aku harus memaksamu , aku hanya ingin kita hidup bahagia ' batin Arsen sambil menyalakan rok*knya.


Malam harinya .....


__ADS_2