Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Kasihannya masih muda


__ADS_3

Erika mendengar suara suara pengunjung Mall, yang membicarakan Oki dorongin kursinya rodanya Erika, merasa tidak tega karena dilihatin seperti itu dan membuat Erika jadi malu dan menyesal ikut ke Mall.


" Kasihannya masih muda, tapi sudah duduk dikursi roda seperti itu" Ucap Pengunjung Mall,  menatap sinis kearah Erika dan temen temennya


" Kalo lagi sakit ngapain sih memaksakan diri untuk ke Mall? kan kasihan kedua temennya harus dorongin kursi roda, yang tidak ringan itu" Ledek Pengunjung Mall, yang memandang Erika, yang duduk dikursi roda, lagi sakit  tapi mau ke mal untuk jalan jalan


" Memangnya orang sakit tidak punya hak yang sama untuk jalan jalan? kalian jangan merasa sehat bicara seperti itu, mulut kalian sama sekali tidak bisa dijaga sekali" Protes Oki kesel, karena dua perempuan yang bicara sembarang ke Erika, cuman karena Erika tidak bisa jalan

__ADS_1


" Justru kita kasihan melihatnya, sakit tapi paksa kedua temennya untuk ke mall, kan menyusahkan seperti itu kan, memangnya temen itu suster apa, dorongin kursi roda?" Lanjut pengunjung Mall, semakin menjadi jadi


" Mulut kalian, sangat kampungan sekali, tidak bisa menjaga perasaan orang sama sekali" Lanjut  Oki kesel,  Oki langsung dorong kursi rodanya Erika, Oki yang ingin ajak Erika ke salon, membuat Oki rela doronngin kursi rodanya Erika selama di Mall


" Mafkan saya temen temen" Batin Erika sedih, dan merasa bersalah karena kondisinya Erika yang akhirnya membuat Oki dan Mona menahan malu seperti ini


Dilain sisi, Ana cerita apa saja yang Ana berikan ke Andre, supaya Jaka tidak salah faham dengan pemberian Ana untuk Andre.

__ADS_1


" Bunda ternyata egois juga dan mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan anak sama sekali, tapi ayah salut dengan sikap bunda seperti ini, biar Andre berfikir bagaimana susahnya cari uang, dan tidak dibantu lebih oleh bunda, semakin lama merasa kurang, ayah yakin Andre akan menyerah juga dan mau kerja tanpa adanya ijazah sarjananya" Ucap Jaka salut melihat Ana, yang egois dan masih mau foya foya, tanpa memikirkan perasaan anak sama sekali.


" Tapi mau kerja apa ayah? dengan ijazah SMU sih, yah dong salut ke bunda, bunda merasa kurang jika bunda kasih lebih dari lima ratus ribu ayah, masih bagus bunda kasih segitu demi Andre masih mau ke kampus, walaupun tidak merasakan nongkrong lagi" Ucap Ana terus terang, dan Ana tidak sanggup seharian dirumah cuman demi Andre bisa nongkrong dan dikasih uang  lebih banyak


Bagus, pertahan kan keegoisan bunda yah, dan jangan larang Andre kerja, selama halal biarkan Aandre belajar mandiri yah, jika bunda cerewet melarang Andre, maka uang belanja bundaa akan ayah kurangi" Lanjut Jaka, yang tidak ingin Andre gagal kerja dengan ijazah SMU nya


" Jahatnya sih ayah, baik lah bunda  tidak akan  peduli dengan pilihan pekerjaan yang Andrre inginkan, demi kesejahteraan bunda sendiri" Lanjut Ana, yang tidak merasa keberatan membiarkan Andre kerja, dari pada Ana harus menderita demi mengalah untuk anak

__ADS_1


" Bagus sekali sayang" Lanjut Jaka lega, karena akhirnya Ana tidak protes lagi, karena jika Ana protes bisa dijadikan alasan Andre tidak mau kerja sama sekali, selama hukuman berlangsung


__ADS_2