Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Tidak masalah


__ADS_3

Andre melihat Ana siap siap untuk jalan jalan, merasa kesal dan aneh, karena Ana bener bener tidak pernah betah di rumah lama lama


" Tidak masalah Andre, kamu pakai saja handphone itu, sudah lama tidak bunda pakai kok, bisa kamu pakai untuk pesan taxi online setiap ke kampus" Ucap Ana yang merapihkan makeup nya


" Kalo mobil masa tidak boleh sih bunda, Andre malu bunda temen temen menghina Andre datang ke kampus naik taxi online dan pulangnya harus diam diam supaya tidak ketahuan temen temen." Ucap Andre sedih, karena baru kali ini di hina oleh temen temennya


" Kan sudah bunda kasih tahu, kalo mobil bunda tidak berani Andre, karena bunda tidak ingin membuat ayah kamu marah, cuman karena tidak tega membuat kamu naik taxi online." Lanjut Ana yang tidak ingin berantem dengan suaminya, cuman karena Andre saja.


" Bunda bener bener egois" Protes Andre kesel, karena Ana sama sekali tidak memikirkan Andre sama sekali.


" Jika bunda egois, tidak akan bunda kasih uang kamu setiap hari dan kasih handphone lama bunda, tapi membiarkan kamu susah sendiri, karena kamu anak laki laki sudah pantas untuk hidup mandiri tidak seperti ini, bergantung dengan orang tua." Tegas Ana kesal, karena Andre anggap Ana egois.

__ADS_1


" Huh menyebal sekali" Protes Andre kesel, karena Ana sama sekali tidak bisa dibujuk baik baik


" Terserah kamu" Lanjut Ana dengan cuek, Ana langsung keluar dari kamarnya, dan siap jalan jalan bersama temen temennya


Andre mengepalkan tangannya, bener bener emosi mendengar jawabannya Ana barusan, Andre semakin kesal dengan ibu nya yang semakin egois.


Dilain sisi, Mona, dan Oki ajak Erika jalan jalan ke Mall, supaya Erika tidak bosan di rumah terus.


" Bicara apa sih kamu Erika, siapa yang malu jalan bersama kamu? sudah hayo jangan bicara sembarang dan kita siap siap?" Tanya Oki yang tidak ingin mendengar Erika bicara seperti itu lagi


" Namanya temen yah harus saling peduli, sekarang kita ke mall dan hilangin rasa jenuh kamu karena di rumah terus." Ucap Mona yang ingin membantu Erika, supaya tidak minder dengan kondisinya sekarang.

__ADS_1


" Terimakasih temen temen sudah mau membantu saya, dan mau temani saya selama di mall nanti." Lanjut Erika bahagia, karena mendapatkan temen sebaik Oki dan Mona.


Mona langsung dorong kursi rodanya Erika untuk Erika siap siap ke mall, Mona ingin sekali ajak Erika ke salon untuk perawatan wajah dan kulit, sekaligus belanja baju di mall.


Dilain sisi, Andre melihat Jaka baru pulang dari kerja, langsung masuk kedalam rumah karena malas sekali bicara dengan Jaka ayah yang tega membuat anaknya susah.


" Masih tidak ingin kerja kamu?" Tanya Jaka saat melihat Andre masuk kedalam rumah.


" Kerja tanpa ijazah sarjana, Andre tidak mau ayah karena bikin malu, dan jika ayah menolak Andre magang di kantor, jangan salahkan Andre seperti ini terus karena ayah sendiri yang menyiksa Andre untuk tidak memiliki apapun. walaupun Andre tersiksa tapi Andre tidak akan pernah mau kerja tanpa ada ijazah sarjana." Tegas Andre yang tidak ingin lemah, karena Jaka sudah keterlaluan menyiksanya dan Andre tidak akan mohon mohon lagi untuk dikembalikan fasilitas nya, seperti awal awal.


Andre langsung masuk kedalam rumah, malas sekali bicara dengan Jaka yang egois dan keras kepala tidak memikirkan perasaan Andre sama sekali

__ADS_1


__ADS_2