Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
keberanian


__ADS_3

Kiran terkejut menyadari dirinya tertidur diatas ranjang .


'kok aku bisa disini ??? Rangga mana ??' batin Kiran bertanya-tanya.


Namun tanpa ia sadari ada sepasang mata yang terus menatapnya.


Kiran segera mengangkat tubuhnya yang berat itu. Memang dnegan kondisinya saat ini membuat ia terkadang merasa kesulitan.


setelah ia berada diposisi terduduk , tiba-tiba saja ia terkejut karena melihat Rangga yang duduk di sofa tengah menatapnya.


"Rangga , kenapa aku bisa disini ??? mengapa kau memindahkan ku ??" tanya Kiran beruntun , sambil mencoba untuk turun dari ranjang rumah sakit secara perlahan


"aku tidak mungkin membiarkanmu tidur disini , karena kau tidak akan nyaman. aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakku " ucap Rangga cuek.


"maafkan aku " ucap Kiran dengan suara yang begitu lembut.


"sudahlah , aku ingin kekamar mandi. aku ingin mandi " ucap Rangga tak mau terlihat seperti biasanya didepan Kiran.


Kiran pun mencoba membantu Rangga berjalan menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi , Kiran membuka baju Rangga tanpa canggung dan memandikan Rangga yang tak tertutup oleh sehelai benang pun.


setelah selesai , Kiran membantu Rangga memakai pakaiannya yang kemarin sudah dibawakan oleh risky.


setelah itu giliran dirinya untuk bersih-bersih. Tak berapa lama setelah Kiran selesai datanglah petugas rumah sakit yang membawakan sarapan untuk Rangga.


"Ayo makan dulu " ucap Kiran menyodorkan sesendok nasi beserta lauk.


"apa kau tidak makan ??" tanya Rangga dengan ekspresi datar.


"makanlah , kau harus minum obat. aku bisa makan nanti " ucap Kiran lembut.


"mengapa tidak sekarang ??? aku tak ingin bayiku kenapa-kenapa " ucap Rangga lagi.


"iya , setelah kau makan. aku akan makan " jawab Kiran akhirnya.


Rangga pun akhirnya mulai mengunyah makanannya itu. Ia merasa lebih baik setelah mendapatkan suapan demi suapan dari wanita yang ia cintai itu.


"kenapa kau kembali ??" tanya Rangga datar


Kiran terkejut dengan pertanyaan Rangga. ia bingung harus berkata apa.


"bukankah kau tidak mencintaiku ???" tanya Rangga lagi. namun Kiran masih saja terdiam.


"jangan memaksakan dirimu. Aku tidak ingin kau merasa terpaksa berasa disisiku " ucap Rangga lagi.


Kiran tak kuasa menahan air matanya , air matanya mengalir tanpa ia perintah. Ucapan yang Rangga katakan sangatlah menyakitinya.


Kiran menjadi sadar kalau ia benar-benar mencintai Rangga dan tak mau kehilangan sosok Rangga.


"kenapa kau menangis ??? bukankah kau rela menyakitiku dnegan mengebom gedung direktur waktu itu ???" tanya Rangga lagi

__ADS_1


"kenapa Kiran ?? aku begitu mencintaimu , tapi mengapa kau justru ingin membunuhku " ucap Rangga dengan nada hampir menangis.


sebenarnya Rangga tak tega melihat istrinya menangis , namun ia juga hanya manusia biasa yang mempunyai batas kesabaran.


"Rangga " ucap Kiran bergetar.


"aku minta maaf....hiks.... hiks " ucap Kiran lagi tak bisa berkata lagi.


hati rangga seperti teriris melihat istrinya menangis , biasanya ketika Kiran menangis Rangga selaku sedia menjadi sandaran Kiran.


ceklek.......


suara pintu terbuka , Rangga dan Kiran terkejut . apalagi Kiran , ia segera menghapus air matanya .


"assalamualaikum " ucap Kiara yang baru datang .


Kiara tak merasa bersalah karena memnag ia melihat Kiran hanya menyuapi Rangga , ia tak merasa bahwa Kiran dan rangga sedang berbicara 4 mata.


"waalaikumsalam " jawab kiran dan Rangga kompak.


"kiran , ini makanan untuk mu " ucap Kiara membawa sesuatu dengan kertas plastik.


"terima kasih " jawab Kiran sambil membelakangi Kiara karena ia sedang menghapus air matanya.


Kiara heran mengapa Kiran tak mau melihat wajahnya. Kiara pun memberikan isyarat kepada Rangga , dan Rangga menjawabnya dengan menyipitkan matanya.


"Kiran ???apa kau baik-baik saja ??" tanya Kiara heran.


"iya , aku baik-baik saja. " jawab Kiran masih tetap membelakangi Kiara.


"ya sudah kau makan saja dulu. biar aku yang menyuapi Rangga" ucap Kiara lagi.


"kau makanlah dulu . aku tidak mau jika bagiku kenapa-kenapa " timpal Rangga masih dengan wajah datarnya.


Akhirnya kiranpun membalik tubuhnya menghadap Kiara. Kiara terkejut karena mata Kiran bengkak dan merah.


"apa kau baik-baik saja ?" tanya Kiara khawatir. biar bagaimanapun juga sekarang Kiran sudah berubah dan melupakan balas dendamnya itu.


"aku baik kok. apa kau sudah makan ??" tanya Kiran balik.


"sudah. ayo silahkan kau makan dulu " ucap Kiara Ramah.


Kiran hanya tersenyum, namun ia memilih untuk ke kamar mandi dulu untuk membasuh wajahnya.


"Lo kenapa ?? apa Lo masih mau hukum dia ?? emangnya Lo tega liat dia nangis gitu ???" tanya Kiara beruntun.


"Lo pikir gue nggak sakit liat dia kek gitu ,tapi gue juga pengen liat seberapa cintanya dia sama gue " jawab Rangga kekeh.


Kiran pun keluar dari kamar mandi , Kiara dan Rangga langsung mengganti topik pembicaraan.

__ADS_1


"Arsen mana ??" tanya Rangga.


"tadi gue dianterin sama dia. cuma hari ini , dia lagi ada meeting makanya nggak bisa nemuin Lo sekarang " jawab Kiara jujur.


saat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba terdengar suara pintu lagi. yang tak lain adalah Darwin bersama dengan Titania.


"Gimana keadaan Lo ??" tanya Darwin.


"gue udah baikan kok. kata dokter gue bisa pulang besok pagi " jawab Rangga.


"ibu gue mana ?? apa Lo udah kabarin ??" tanya Rangga.


"gue bilang ke orang-orang buat Dateng ntar siang aja " jawab Darwin.


sedangkan Rangga tak lupa untuk melepas rindu dengan putrinya itu.


"bunda kenapa bunda Disana??" tanya Titania heran karena ibunya memisahkan diri.


"tadi bunda abis makan , apa tita udah makan ??"tanya Kiran ramah.


"sudah bunda. bunda kenapa mata bunda merah ???" tanya Titania yang membuat Kiran terdiam.


Darwin pun juga heran , ia pun meminta jawaban dari kedua adiknya itu.


"tita , tadi bunda terharu akhirnya bisa ketemu sama ayah sama bibi juga " jawab Kiara setengah berbohong.


"oo gitu " ucap Titania dengan suara imutnya .


"sudahlah , apa anak ayah sudah makan ??" tanya Rangga kepada putrinya yang berada di pangkuannya.


"sudah ayah " jawabnya imut.


saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba datang 2 orang yang tentu saja mengejutkan mereka.


"kakak , risky " ucap Kiran terkejut.


ya dua orang itu adalah Riko yang kebetulan berbarengan datang bersama Rizky.


"Ky , Lo bawa Titania beli mainan dulu ya " ucap Rangga kepada asik sepupunya itu


"ayah , tita nggak mau ninggalin ayah , nanti om Riko buat ayah berdarah lagi " ucap Titania memeluk erat ayahnya.


"sayang, ayah nggak papa kok , lagipula sekarang kan udah ada om sama bibi. jadi Titania harus beliin om Riko minuman sama makanan dulu . " ucap Rangga memberi pengertian kepada anaknya.


akhirnya Titania pun mau untuk keluar bersama risky. Namun saat ia berada dekat dengan pamannya itu


"awas saja jika om menyakiti ayahku lagi . tita akan patahkan kaki om" ucap Titania begitu berani.


Semua orang terkejut dengan keberanian Titania. bahkan Riko pun semakin bersalah atas apa yang sudah ia lakukan kepada suami adiknya

__ADS_1


__ADS_2