
"langsung saja dokter bagaimana keadaan adik saya " ucap Rangga yang sudah tak bisa menahan diri lagi.
"mohon maaf tuan , saya akan menjelaskan kondisi ke empat pasien ini secara bergantian , karena mengingat urutan kehadiran anda " ucap dokter itu ramah.
"tap......... ucap Rangga terputus
"lanjutkan dokter " ucap Darwin memotong ucapan Rangga.
"Lo nggak mau tau keadaan adik kita ???" tanya Rangga emosi
"tapi kita juga harus ikutin prosedur mereka " balas Darwin mantap.
akhirnya Rangga menuruti ucapan kakaknya itu tanpa membalas lagi.
"baik nona , apakah anda keluarga dari Kevin Wijaya ?" tanya dokter itu kepada seorang wanita yang sedang mengandung.
"iya dokter , dia adik saya dan saya kemari dengan suami saya " ucap wanita itu sambil tangannya digenggam oleh seorang laki-laki yang tak lain adalah suaminya.
"jadi nona , Kevin Wijaya terkena peluru sebanyak 3 kali . namun hanya 2 yang masuk ke dalam tubuhnya yaitu dibagikan dada kiri dan dibagian perut sebelah kanan. dan saudara Kevin sudah melewati masa kritisnya " ucap dokter itu ramah.
"Kevin " rintih Rita menangisi keadaan adiknya.
"apakah setelah sadar nanti , adik saya bisa beraktivitas seperti biasa ??" tanya Yuda
"belum tuan , saudara Kevin harus melewati pemulihan selama beberapa bulan dulu sampai lukanya sembuh total " jawab dokter itu.
setelah menjelaskan tentang kondisi Kevin dokter pun beralih menjelaskan mengenai kondisi Humaira dan Arsen. karena memang orang tua mereka mengakui bahwa mereka adalah satu keluarga.
"Dari keempat pasien ini nona Humaira yang paling syok dengan kejadian ini , satu buah peluru kami temukan di bagian perut sebelah kanan namun tidak terlalu dalam. dan juga kami menemukan peluru di kaki kanannya " ucap dokter itu menjelaskan kondisi Humaira
"siapa yang tega melakukan ini kepada mereka...hiks....hiks...." ucap maminya Humaira histeris.
"tenang mi , Humaira pasti baik-baik saja " bujuk papinya Humaira.
"kemudian untuk saudara Arsen Atmaja , kami menemukan 2 peluru , satu di bagian dada kiri dan satu lagi dibagian perut kiri " ucap dokter itu sambil sesekali melihat catatannya
bunda Ika menangis mendengar kondisi anak dan juga keponakannya itu . ia tak menyangka kemenangan mereka akan mengalami kejadian seperti ini.
__ADS_1
"sebelumnya saya mohon maaf kepada anda tuan-tuan , diantara ke empat pasien ini nona Kiara lah yang paling parah keadaannya. kami mendapat satu buah peluru yang hampir mengenai organ menembus organ dalamnya. " ucap dokter itu sedikit khawatir.
Rangga dan Darwin terkejut , awalnya mereka sedikit tenang setelah mendengar kondisi teman-teman Kiara.
"dan bahkan menurut saya , nona Kiara sedang dalam fase terendahnya. ia seperti kehilangan sesuatu , mohon maaf ini ibarat seseorang yang sedang kecewa dan patah hati . " ucap dokter itu lagi
"apa maksud anda ? " tanya Rangga emosi.
"maaf tuan , saya sudah sering menangani kasus penembakan seperti ini , dan sebagai seorang dokter saya tidak begitu sulit untuk mengenali kondisi pasien saya " jawab dokter itu mantap.
"maafkan adik saya dokter , dia memang sulit untuk meredam emosinya " ucap Darwin meminta maaf dan membujuk Rangga agar lebih tenang.
"Dan menurut saya , nona Kiara adalah sasaran penjahat tersebut , saya menemukan peluru yang berbeda di tubuh nona Kiara " ucap dokter itu sambil menyerahkan sebuah peluru kepada Darwin dan Rangga.
"ya Allah Kik, siapa yang tega ngelakuin ini sama Lo " rintih Darwin meneteskan air mata
sontak semua orang yang ada disana merasa kasihan dengan kondisi Kiara. mereka semua mengira bahwa motif dari penembakan ini adalah rasa iri karena pencapaian Kiara dan teman-temannya.
"dan Dnegan berat hati saya mengatakan , agar nona Kiara harus menjalin pemulihannya selama 2 tahun lamanya " ucap dokter tersebut itu.
"jika nona Kiara makan terlalu banyak dan makan makanan yang terlalu pedas maka bekas lukanya akan mengeluarkan darah dan itu akan membuat proses penyembuhannya semakin lama " ucap dokter itu
"ya Allah kik , Lo pasti bakalan marah terus liat gue makan makanan Lo " ucap Rangga yang kali ini meneteskan air matanya .
Rangga tidak bisa membayangkan jika adiknya itu tidak bisa makan banyak lagi bersama dengan dirinya.
"apa saya boleh melihat adik saya ?" tanya Darwin
"tentu tuan , nyonya . dan bahkan kalian bisa membawa putra-putri kalian ke daerah kalian hari ini. dan mereka akan mendapatkan perawatan disana . saya sudah menghubungi rekan saya untuk menjadi dokter mereka " ucap dokter itu ramah .
akhirnya semua orang melihat pujaan masing-masing. tangis dan air mata tak dapat terelakkan. setelah itu mereka segera mengurus keperluan untuk kembali ke kota X.
"ngga , Lo atau gue yang beresin barang Kiara ?" tanya Darwin kepada Rangga
"Lo aja , ntar gue marah-marah lagi disana " ucap Rangga sadar diri.
"yaudah , gue juga mau minta tumpangan sama bapak itu , gue yakin Kiara pasti satu kamar sama putrinya " lanjut Darwin .
__ADS_1
belum sempat Darwin mengatakan akan meminta bantuan kepada papinya Humaira , bunda Ika malah lebih dulu menawarkan bantuan kepadanya.
"Tuan , apakah kau mau ikut bersama kami mengambil barang-barang mereka ?" ucap bunda Ika ramah.
"terima kasih ibu , dengan senang hati. saya Darwin " ucap Darwin langsung memperkenalkan diri dan menjabat tangan bunda Ika.
akhirnya mereka berangkat menuju hotel tempat the guns menginap . Darwin dan papinya Humaira masuk ke kamar para gadis itu sedangkan bunda Ika dan Rita kakaknya Kevin masuk ke kamar para lelaki.
"kau terlihat sangat menyayangi adikmu " ucap papi Humaira basa basi.
"iya tuan , dia sudah saya anggap sebagai adik kandung saya ." balas Darwin.
"panggil saya pak ilham saja . nama kamu Darwin kan ?" ucap papinya Humaira .
"iya pak ilham " balas Darwin lagi sambil terus merapikan barang-barang adiknya.
saat Darwin sedang merapikan barang-barang Kiara tiba-tiba Darwin menemukan sebuket bunga indah dengan tulisan I LOVE YOU.
'apa adikku sudah mengenal cinta ? jika iya , perkataan dokter itu berarti benar ' batin Darwin
"nak Darwin apa sudah selesai ?" ucap papinya Humaira membuyarkan lamunan Darwin.
"sudah pak , mari " jawab Kevin berusaha biasa saja.
Didalam mobil , Darwin terus memikirkan apa sebenarnya yang terjadi pada adiknya. mengapa diantara teman-temannya Kiara lah yang paling parah dan kata dokter Kiara seperti orang yang sangat putus asa , seperti orang patah hati .
namun Kevin tak mampu menemukan jawaban atas pertanyaan itu.
"kalau boleh tahu dimana orang tua Kiara ?" tanya bunda Ika memecah keheningan.
"ibunya Kiara syok , sehingga bapaknya memutuskan untuk meminta kami menjemput Kiara " jawab Darwin jujur.
"Anda terlihat sangat menyayanginya " ucap bunda Ika
"tentu saja Bu " balas Darwin tersenyum.
setelah sampai di rumah sakit mereka segera menuju ruang rawat pujaan mereka itu . setelah itu mereka langsung terbang kembali ke kota X.
__ADS_1