
di kamar mandi , Kiara bersandar di daun pint sambil memikirkan sesuatu.
'kok aku seneng banget ya dapet ci*iman dari Arsen. apa aku udah jatuh cinta lagi sama dia
???' batin Kiara.
'lagi pula , masalah waktu itu juga udah clear jadi nggak ada alasan ku buat marah sama dia lagi ' batin Kiara lagi.
'apa ini saatnya aku memberikan semuanya kepada Arsen. '
'tapi aku belum terbiasa mendapat perlakuan int*m darinya . Aku masih merasa geli berada dalam pelukannya ' batin Kiara lagi
Kiara pun langsung menepis pikirannya dan segera membersihkan tubuhnya. Kiara mengambil air wudhu dan langsung keluar kamar mandi untuk melaksanakan shalat subuh didalam kamar barunya itu.
"hehhhhh giliran waktunya shalat malah tidur lagi " gerutu Kiara dengan kelakuan Arsen .
setelah selesai shalat , kiarapun menyempatkan diri untuk menghirup udara segar dibalkon kamarnya.
"ternyata seger juga ya ,pagi-pagi gini hirup udara segar. huhhhh berasa kek dirumah " ucap Kiara memejamkan matanya sambil menghirup udara segar.
"makanya dari dulu aku tuh ngajak kamu buat tidur sama aku disini. kamunya aja yang negatif thinking Mulu " ucap seseorang menimpali Kiara , siapa lagi kalau bukan Arsen.
"udah lah kamu mandi aja sana , atau aku pake motor ke kantor " ucap Kiara tetap menutup matanya.
Namun Arsen malah memeluk Kiara dari belakang dengan sangat erat membuat Kiara tersentak kaget.
"Arsen , kamu apa-apaan sih " teriak Kiara berusaha melepaskan tangan Arsen yang melingkar diperutnya.
"eitssss " ucap Arsen mengingatkan.
Kiara hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar , ia tak berdaya lagi kali ini.
Akhirnya Kiara terdiam membiarkan Arsen memeluk tubuhnya itu.
"Ara , aku mencintaimu " ucap Arsen lembut ditelinga Kiara.
Mendengar kata itu entah mengapa membuat Kiara senang. padahal Arsen sudah sering mengucapkan hal itu , namun kali ini berbeda. Kiara merasakan ketulusan yang amat dalam disetiap ucapan Arsen.
"iya iya , ayo siap-siap , kan mau ada tinjau lokasi ke desa aku " ucap Kiara ramah agar Arsen tidak memojokkannya.
"tidak jadi sayang " jawab Arsen mantap.
__ADS_1
"apa ???" tanya Kiara teriak
"kalo aku tau kamu nggak bakalan jadi ke sana , aku nggak bakalan menyetujui persyaratan kamu " ucap Kiara marah dan berusaha untuk melepaskan pelukannya lagi.
"aku yakin , ini pasti akal-akalan kamu untuk menjebak ku. lepaskan aku " ucap Kiara semakin berteriak membuat Arsen akhirnya melepaskan pelukannya.
'apa dia benar-benar marah ??' batin Arsen
"kamu bilang kamu cinta sama aku tapi apa ??? kamu malah memanfaatkan kekhawatiran ku " ucap Kiara dengan amarah yang memuncak.
"sayang , kamu jangan marah , aku lakuin ini semua agar hubungan kita membaik. " bujuk Arsen.
"kamu bilang supaya membaik ??? asal kamu tau , nggak ada yang akan membaik jika dimulai dengan kebohongan " ucap Kiara belum mereda.
"mungkin buat kamu masalah ini sepele , tapi buat aku ini sangat besar. Kenapa kamu nggak ngomong baik-baik aja sama aku....hiks....Hikss...." ucap Kiara tak kuasa menahan air mata karena amarah yang memuncak.
melihat Kiara menangis membuat Arsen merasa bersalah dan memohon agar Kiara memaafkannya.
"sayang sayang , kamu jangan nangis , aku minta maaf. " bujuk Arsen sambil berusaha menggenggam tangan Kiara namun selalu ditepis oleh Kiara.
Kiara terduduk sambil terus menangis , ia bingung dengan apa yang ia rasakan , disisi lain ia marah dengan cara Arsen sedangkan disisi lain ia merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan pada Arsen.
"sayang , kamu jangan nangis sayang , maafin aku " ucap Arsen terus membujuk.
"pergi.....aku ingin sendiri.....Hikss...hiksss" ucap Kiara dengan nada yang lemah.
Arsen masih saja ingin membujuk Kiara namun Kiara tetap meminta agar Arsen memberikannya waktu sendiri.
Akhirnya Arsen pun menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dibawah shower . membayangkan kemarahan dan kesedihan Kiara membuat Arsen merasa bersalah.
setelah selesai membersihkan tubuhnya Arsen pun mengenakan pakaian kerjanya , namun kali ini lebih kasual , karena moodnya sudah hancur.
Raden melihat balkon ternyata tidak ada Kiara lagi . Namun yang membuatnya berjalan menuju balkon adalah karena ada sebuah sepucuk surat yang sengaja ditulis oleh Kiara.
Kamu berangkat aja kekantor , aku pengen sendiri dulu. aku minta maaf karena sikap ku tadi sama kamu. Tapi tolong jangan ganggu aku dulu , aku butuh waktu .
ya seperti itu isi surat Kiara yang ditujukan kepada Arsen . Arsen pun menuruti permintaan Kiara itu dan langsung berangkat menuju kantor.
sedangkan Kiara memilih untuk berdiam diri di kamar yang ia tempati ketika pertama kali datang ke rumah Arsen. Kiara melamun sambil melihat keluar jendela.
Tak lupa ia menghidupkan lagu-lagu one direction favoritnya.
__ADS_1
'sen maafin aku , aku nyesel udah ngomong kasar sama kamu. sekarang aku sadar kalo aku juga mencintai kamu. ' batin Kiara akhirnya menyerah dengan hatinya.
'aku akan minta maaf sama kamu secara langsung nanti waktu kamu sampai rumah ' batin Kiara lagi.
setelah itu Kiara merasa bokongnya sakit dan ia memilih untuk ke dapur mengambil air minum. Kiara tak nafsu makan karena ia masih merasa bersalah kepada Arsen.
Saat Kiara sedang meminum air putih ditangannya tiba-tiba ia mendengar ponselnya berdering.
"aduhhhh siapa sih ??? palingan Rangga atau Darwin " tanya Kiara kesal.
"ehhh tapi kok aku ngerasa nggak enak gini ya ??" tanya Kiara heran.
Kiara memilih untuk terus menikmati segelas air putih dan membiarkan ponselnya berdering.
Namun yang membuat Kiara heran adalah , ponselnya sudah berdering selama 3 kali. sedangkan jika Rangga dan Darwin atau anggota lainnya tahu bahwa jika ia tak mengangkat telpon itu artinya ia sedang sibuk.
akhirnya Kiara memutuskan untuk ke kamarnya dan mengambil ponselnya.
"Ardan ??" ucap Kiara heran.
Akhirnya kiarapun mengangkat telpon dari Ardan .
"hallo dan ada apa ???" tanya Kiara to the points namun dengan suara ramah.
"Kik Lo cepet ke rumah sakit , Arsen kecelakaan " ucap Ardan dengan nada khawatir.
Kiara terdiam , ia merasa bahwa perasannya tadi adalah sebuah firasat.
"Kik ,Kik Kik. ...Lo baik baik aja kan ??" tanya Ardan dari seberang sana.
"Hahhh dan , gue langsung kesana , Lo Sherlock ya " jawab Kiara lemas.
Ardan pun langsung menutup telponnya sedangkan Kiara langsung terduduk lemas mengetahui orang ia cintai itu dalam bahaya.
Tanpa sadar air mata Kiara jatuh membasahi pipi tanpa ia perintah.
Kiara segera menghapus air matanya dan bersiap-siap untuk kerumah sakit sesuai lokasi yang dikirimkan oleh Ardan.
dengan terburu-buru Kiara mengambil jaket dan helmnya dan langsung mengambil motor tril kesayangannya dan langsung pergi menuju rumah sakit yang ditunjukan Ardan .
Di perjalanan air mata Kiara tetap saja mengalir , Kiara merasa bersalah sekaligus tak tega melihat orang yang selama ini mencintainya dnegan tulus terluka.
__ADS_1