
"lalu bagaimana dengan mereka berdua ?? tidakkah kau memikirkan mereka ??" rintihku sambil menyentuh lembut perutnya yang membuncit karena mengandung anak kedua kami.
"Aku tidak peduli, yang penting mereka sudah bersama ku , aku tidak butuh siapapun lagi " ucapnya mantap.
"Kiran..." rintihku lemah.
"Mengapa kau mau menjadi alat balas dendam kakak mu ??" tanyaku
"hehhhhh, kau tau akibat perbuatan mu dan kedua saudaramu itu , aku gagal mencapai impian ku. Aku batal terbang ke Amerika untuk memperluas kemampuanku " ucapnya mulai mengeluarkan amarahnya.
"kau tahu , kakak ku begitu mendukungku menjadi seorang fashion desainer hingga ia menyetujui untuk menyekolahkan ku di Amerika. " ucapnya mulai bercerita.
"Tapi kau tau , kau justru menghancurkan impianku....hiks....hiks.....kau menghancurkan hidupku ....berbulan-bulan aku melihat kakak ku tersakiti dan itu semua karena ULAHMu" teriaknya dengan air mata yang terus mengalir.
"Aku Membencimu " teriaknya lagi sambil terduduk
"kita bisa memulainya dari awal sayang " ucapku sambil ingin mengangkat tubuhnya
"Stop...." teriaknya menghentikan ku
"semuanya sudah berakhir. Aku rasa balas dendam ku sudah cukup Aku sudah menbuatmu sangat menderita...hehh" ucapnya menyeringai
"kau yakin tidak mencintaiku ???" tanyaku lemah.
"tentu saja , berapa kali harus ku katakan kalau aku hanya datang balas dendam bukan untuk mencintaimu " jawabnya menekankan setiap kata-katanya.
"lalu mengapa kau mau mengandung anak-anak ku ,,, jangan katakan kalau mereka bukan....." ucapku terpotong
"aku tidak serendah itu . Kau tidak perlu khawatir , Titania dan bayi ini adalah anak kandungmu . Aku memang bukan wanita baik-baik tetapi aku pastikan kalau aku hanya tidur dengan mu saja " ucapnya yakin.
"Aku tidak menyangka kau meragukan darah dagingmu sendiri ...." ucapnya lagi seperti mengejek ku
Aku terdiam mematung ditempatku berdiri , pikiran ku buntu dan aku tak tahu harus bagaimana.
"Tapi yang harus kau tahu , Aku berterima kasih karena kau telah mencintaiku dan memberikan ku anak-anak yang pintar seperti Titania dan calon adiknya ini .." ucapnya tulus.
"Maafkan aku..." ucapnya lagi.
dan tiba-tiba ada orang yang memukulku dari belakang dengan sangat keran. Aku kehilangan keseimbangan ku sehingga aku terjatuh .
"Kiran jangan tinggalkan aku , aku mencintaimu ..jangan pisahkan aku dnegan anakannak ku " rintihku lemas.
Dan samar-samar aku melihat ia pergi bersama beberapa orang lelaki dan aku yakin orang-orang itu adalah anak buahnya Riko.
Aku terbangun saat matahari sudah sangat meninggi. Aku terkejut dan langsung berlari ke kamar Titania. Sesampainya aku disana , aku tak menemukan siapapun lagi.
__ADS_1
Aku menangis sekencang-kencangnya , putriku dibawa pergi oleh istriku sendiri. Aku bingung harus mencarinya kemana.
Hingga akhirnya aku ingat bahwa aku pernah memasang kamera tersembunyi dikamar Titania. aku segera memutar rekamannya pagi itu.
Ku lihat Titania terduduk sambil menutup telinganya dan menangis , mungkin ia mendengar pertengkaran kami.
lalu Kiran datang dan membawa Titania pergi keluar dari kamarnya.
setelah itu aku tak tahu bagaimana keadaan anak-anak ku
Rangga POV off
"apa yang harus gue lakuin sekarang ???...hiks...hiks..." tanya Rangga menangis lagi.
sungguh Darwin dan Kiara merasa iba dengan keadaan saudara mereka itu . Rangga begitu menyayangi putri pertamanya itu .
"Apa Kiran benar-benar menjaga Titania ??? gue mohon ,, Lo berdua bantuin gue , gue nggak tau lagi harus ngapain... hiks....hiks. " ucap Rangga putus asa.
"ngga.....walaupun Lo nggak nggak minta , kita tetep bakalan bantu Lo kok , gue sayang Ama Lo " ucap Darwin memeluk adiknya itu dan tanpa terasa air matanya mengalir.
"Lo jangan sedih lagi, gue tau ini berat tapi Lo jangan putus " ucap Kiara memeluk kedua saudaranya itu.
"Lo makan dulu ya , Lo harus kembalikan tenaga Lo biar kita bisa segera mengetahui keberadaan Titania " bujuk Kiara lembut.
Rangga pun mengangguk dan sadar bahwa ia harus bertenaga untuk menemukan keberadaan putrinya.
setelah itu , Kiara pun segera mengambil ponselnya dan menelpon Riski .
"Lo dimana Kik ???" tanya Kiara
"gue di depan ruangan Rangga " jawab Riski dari seberang telpon
"Lo gimana sih , kenapa Lo pake matiin perekamnya , kita kan jadi khawatir disini " gerutu Riski kesal.
"udah jangan banyak omong. sekarang Lo ambilin Rangga makanan. Bentar lagi gue keluar ni , Rangga juga udah baikan. " perintah Kiara kepada sepupu yang lebih muda 3 bulan darinya itu.
"iya-iya , " jawab Riski menutup telponnya.
Setelah itu Riski pun segera mengambil makanan sesuai perintah Kiara.
"sekarang Lo temuin semua orang dulu ya. Biar gimanapun , mereka juga khawatir " bujuk Darwin.
Setelah itu , merekapun merapikan diri masing-masing , menghapus bekas air mata dan mencoba tersenyum.
sedangkan dibagian luar ruangan Rangga , semua orang bahagia karena Rangga sudah mulai semangat lagi.
__ADS_1
"pokoknya kalo udah ketemu , pasti akan merasa lebih baik tu tiga orang " ucap Mia.
"keenan , kamu pasti lelah nak , ayo kita pulang duluan , percuma menunggu Kiara kalo lagi bersama kedua saudaranya itu " ajak Bu hayati kepada menantunya.
"tidak apa-apa ibu, aku tunggu kia saja " ucap Arsen ramah.
Tak berapa lama , keluarlah Kiara dengan wajah yang mulai mengukir senyuman.
"gimana Rangga ???" tanya orang-orang itu.
"dia udah baikan , hanya saja dia masih bersedih memikirkan Titania " jawab Kiara
"tapi temuinnya nanti aja setelah kak Rangga makan dulu " ucap Kiara lagi.
tak berapa lama Riski datang dengan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya.
"ya Allah Lo Lama banget sihhh " gerutu Kiara pura-pura kesal.
"ya ampun Kik, ni kan udah malem , ya gue harus keliling dulu lah cari lauk yang enak " jawab Riski jujur.
"iya-iya , Lo emang bisa diandelin . huhh nggak terasa ya bentar lagi Lo jadi bapak " ucap Kiara
"Yoi " jawab Riski.
setelah itu , Kiara mengantarkan makanan kepada Rangga dan membiarkan Rangga mengisi tenaganya.
Setelah selesai makan , para anggota keluarga pun langsung menemui Rangga dan memberikan Rangga semangat.
setelah semua orang selesai menemui Rangga , Kiara meminta agar suaminya beristirahat dulu dirumah orang tuanya.
"sayang , aku harus bantu mereka berdua dulu nggak papa kan ??" tanya Kiara ketika semua orang sudah pergi
"kamu nggak capek ??" tanya Arsen lembut.
"nggak kok sayang, Kamu duluan aja pulang kerumah bapak , istirahat disana. nanti kalo udah selesai aku langsung pulang " bujuk Kiara.
"tapi jangan terlalu capek ya " ucap Arsen mewanti-wanti.
"iya , I love you " ucap Kiara menciumi pipi Arsen dan langsung kembali menemui kedua saudaranya itu.
sedangkan Arsen , langsung menuju rumah mertuanya karena memang ia tak ingin mengganggu istrinya itu dengan kedua sepupunya.
Kiara , Rangga dan Darwin mulai berkutat dengan komputer masing-masing. Mereka bertiga bekerja keras mencari keberadaan Kiran dan Titania.
Mereka bertiga..
__ADS_1