
sedangkan di bagian lain , ada Ardan yang tengah menunggu tuannya siuman.
".....iya bund , waalaikumsalam" ucap Ardan menutup telpon.
saat memasuki ruang rawat tuannya itu , ternyata tuannya sudah terbangun.
"Lo udah bangun ?" tanya Ardan menghampiri tuannya.
"gue dimana ?" tanya orang itu bingung.
"Lo dirumah sakit , tadi Lo ada insiden ledakan di gedung para direktur " jawab Ardan menjelaskan.
"terus siapa yang bawa gue kesini ??" tanya orang itu lagi.
"uhhhh, udah lah sen Lo istirahat dulu . jangan mikir terlalu banyak ." ucap Ardan kepada Arsen .
ya orang itu adalah Arsen , Arsen Atmaja.
pantas saja Kiara terkejut ketika melihat wajah Arsen tadi.
Flashback on
"Lo diem di mobil dulu " ucap Kiara ketika sudah membawa Rangga masuk mobil.
"Kik ,gue minta tolong Lo bantuin orang itu " ucap Rangga lemas.
"iya , ni juga gue bakalan kesana lagi " balas Kiara.
Kiara berlari masuk lagi keruangan tempat ia menemukan Rangga , ia pun menghampiri orang yang ditunjuk Rangga tadi.
'kasian juga ni orang , ya udah deh gue bantuin ' batin Kiara membalik tubuh orang itu yang tersungkur.
melihat wajah lelaki itu seketika Kiara membeku di tempatnya. wajah yang selama ini berusaha untuk ia lupakan kini kembali terlihat lagi.
'Arrr....ssse.eee...nnnn' batin Kiara bergetar
"Ara.......Ara......." rintih Arsen tak sadar terus memanggil Kiara Dnegan panggilan khususnya.
mengingat bahwa sekarang dalam keadaan genting ,kiarapun segera membawa Arsen menuju mobil. saat Kiara menggendong tubuh Arsen , wajah Arsen tepat berada di pundaknya.
Arsen terus saja menyebut Ara bahkan sampai di mobil ia tetap menyebut nama Ara.
Flashback off
"siapa yang bawa gue kesini ??? seinget gue di gedung itu cuma tersisa gue sama satu orang lagi ." ucap Arsen jujur.
"nona Ale. " jawab Ardan mantap.
__ADS_1
"Ale ??" tanya Arsen heran.
ia sedikit kecewa , karena ia merasa bahwa orang yang menyelamatkannya adalah Kiara , pujaan hatinya.
"Dimana aku bisa menemuinya , aku ingin mengucapkan terimakasih " ucap Arsen tulus.
"tidak perlu , ia mengatakan kita tak perlu berterima kasih, justru dia yang berterima kasih karena kau telah menyelamatkan kakaknya ". jawab Ardan
"jadi orang itu kakaknya , tapi tadi itu gue cuma .......
flashback on
sesampainya di gedung para direktur , Arsen langsung menuju sebuah ruangan di lantai satu. disana tenryata sudah banyak orang yang datang dan bisa dibilang hanya dialah yang ditunggu.
"tuan tuan , meeting akan segera kita mulai. kita hanya perlu menunggu tuan Rangga yang masih diperjalanan. " ucap seseorang
mendengar hal itu , Arsen pun pergi ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu karena kebelet. cukup lama ia dikamar mandi , karena ia memilih untuk mer*k*k dulu. saat sedang asik mengisap r*k*knya tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras.
Duar..........
Arsen buru-buru keluar kamar mandi. saat keluar ternyata ruangan itu di penuhi asap tebal. Arsen meraba mencari pintu keluar. namun ternyata kakinya malah menginjak sebuah jari.
"tttt....tolong"ucap orang tersebut.
Arsen terkejut karena ia merasa hanya dirinya sendiri di dalam ruangan itu. Akhirnya Arsen merogoh kantong celananya dan menemukan ponselnya. Arsen lalu menyalakan senter di ponselnya dan memastikan apakah benar ada orang disana.
"tuan kau bertahan lah , aku akan berusaha mengangkat meja ini .uhukkk....uhuk....." ucap Arsen mulai kesulitan bernapas.
semakin lama Arsen semakin kehilangan kesadarannya. peluru yang mengenai paru-parunya waktu itu membuat ia tak sanggup bertahan lama di dalam ruangan penuh asap itu. alhasil Arsen Tersungkur dan membuat Rangga terkejut.
flashback off
"sebenarnya gue belum ngelamatin dia " lanjut Arsen lagi.
"tapi nona Ale itu sulit untuk diajak berbicara ,dia orangnya serius banget. makanya pinter dan cerdas " ucap Ardan menuju Kiara.
"apa dia akan datang di acara peresmian hotel ?"
"entahlah . oh ya gue udah hubungin bunda " ucap Ardan nyengir.
"hmmmmmm pasti bunda sekarang khawatir gara-gara Lo" ucap arsen kesal.
"ya maaf , gue kan udah janji sama bunda semenjak Lo....Lo....." balas Ardan tak melanjutkan ucapannya
"udah ah , gue laper , Lo belum makan kan???" tanya Arsen mengalihkan pembicaraan , karena ia tak mau mengingat kejadian itu. kejadian yang menghancurkan hubungannya dengan wanita yang ia cintai.
setelah beberapa saat bunda Ika pun datang dengan napas yang tersengal. melihat putranya bunda Ika langsung memeluk erat Arsen.
__ADS_1
"Ken nggak papa , " ucap Arsen lembut.
"bunda nggak mau kamu seperti dulu lagi. " ucap bunda Ika terisak.
"iya bunda " balas Arsen membalas pelukan bundanya.
setelah itu Arsen bercerita kepada bundanya mengenai peristiwa yang ia alami. Bunda Ika syok dan langsung memarahi Ardan.
"bukannya bunda udah bilang supaya kamu selalu jagain Keenan ?? kamu kemana aja ?" tanya bunda Ika meninggikan suaranya kepada pemuda yang merupakan anak dari saudaranya itu.
"tapi bunda , Arsen nyuruh aku buat hadirin meeting di tempat lain. makanya kita pisah ." ucap Ardan menjelaskan.
"ya sudahlah , lain kali kalian harus tetap bersama " lanjut bunda Ika lagi.
akhirnya setelah itu Arsen di izinkan pulang kerumah karena memang keadaannya sudah membaik.
saat Arsen akan keluar dari rumah sakit , tiba-tiba langkahnya terhenti. ia terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"sen ....sen .....sen.....Lo kenapa ???" tanya Ardan menyadarkan Arsen.
"ehhh....apa ??? ummmm nggak papa" ucap Arsen gelagapan.
"Lo aneh deh " ucap Ardan kesal.
"udah jangan berantem , ayo kita cepat pulang "ucap bunda melerai.
akhirnya merekapun kembali kerumah dengan menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Ardan.
di dalam mobil Arsen menyandarkan tubuhnya dan terus memikirkan kejadian tadi.
'ara....apa itu benar kamu ??? , tapi dari postur tubuhnya itu bukan Ara ku , tapi kenapa gue ngerasa kalo itu orang yang selama ini gue rinduin ' batin Arsen sambil memejamkan matanya
saat akan keluar dari rumah sakit tadi Arsen merasa melihat Kiara , sosok yang selama ini ia rindukan.
Namun Arsen hanya melihatnya sekilas karena orang itu langsung berlari menuju lift.
'kemana lagi aku akan mencarimu sayang ?? , aku sungguh ingin meminta maaf kepadamu ' batin Arsen frustasi .
hingga tanpa menyadari bahwa ia sudah sampai di rumahnya .
titttttt...........
Ardan sengaja mengerem mendadak dan membunyikan klakson mobil setelah bunda Ika turun. sontak saja tubuh Arsen terpental ke depan kemudian kebelakang lagi.
"*njay Lo kenapa sih ???" tanya Arsen kesal sekaligus kaget.
"Lo yang kenapa , gue panggil panggil nggak jawab kita udah sampe dan Lo masih aja tiduran di mobil dan gue yakin Lo tu sebenernya nggak tidur. gue yakin Lo lagi mikirin sesuatu " ucap Ardan langsung keluar mobil meninggalkan Arsen.
__ADS_1
Arsen tak tau harus bagaimana ia menjambak rambutnya kasar dan menggerutu kepada dirinya sendirib