
flashback on
Kemarin malam saat Kiara dan Darwin sudah pulang , tiba-tiba ponsel Rangga berdering lagi . ia mendapat telpon dari nomor yang sama , yaitu Riko.
Rangga segera menjawabnya
"Kalau Lo mau Titania baik-baik aja , besok pagi Lo datang sendiri dan tangan kosong" ucap Riko tanpa basa-basi.
"liat aja , kalo anak gue kenapa-kenapa , gue bakalan lakuin hal yang nggak akan pernah bisa Lo lupain" ucap Rangga mengancam.
"hehhh , kita liat aja besok " jawab Riko meremehkan langsung memutuskan sambungan telponnya.
Rangga terlihat berpikir sejenak , ia semakin merasa cemas dengan keadaan putrinya itu.
'kamu jangan takut nak , ayah akan segera menjemput kamu sayang ' batin Rangga lagi-lagi mengeluarkan air mata.
setelah itu Rangga langsung beristirahat untuk mengumpulkan tenaganya.
Flashback off
Akhirnya Rangga pun sampai di area castil Riko. Saat Rangga akan turun dari helikopter tiba-tiba salah satu orang-orang Riko mulai menyerangnya. bahkan beberapa orang mulai menyerangnya.
Dengan mudah Rangga melawan mereka walaupun ia dikeroyok. Dalam pikiran dan hatinya , ia harus membawa pulang putrinya itu.
Namun yang membuat orang-orang Riko salut dengan Rangga adalah Rangga tidak menyerang orang-orang yang tidak menyentuhnya padahal mereka adalah orang-orang yang sama-sama bekerja untuk Riko.
"Dimana Riko " ucap Rangga dengan nafas sedikit terengah-engah.
"mari tuan " ajak seseorang yang memegang ditugaskan untuk membawa Rangga menuju Riko.
"Dasar pengecut , kau meminta orang-orang mu untuk mengeroyokku " ucap Rangga menyayangkan tindakan kakak ipar yang menjadi musuhnya itu.
Rangga terus mengikuti orang yang bisa dibilang tour guidenya di kastil Riko.
Setibanya Rangga di halaman kastil itu , ia melihat seorang wanita yang sangat ia cintai , ya siapa lagi kalau bukan Kiran.
Dengan perutnya yang sudah mulai membesar membuat Kiran menjadi lebih sering beraktivitas salahsatunya saat ini ia sedang menyirami tanaman tanaman yang ada di pinggir kastil kakaknya itu.
Tiba-tiba saja pandangan mereka bertemu , namun Rangga segera mengalihkan pandangannya dan tidak menghiraukan keberadaan Kiran yang saat ini masih menjadi istrinya.
Terbesit rasa sakit dihati Kiran , karena laki-laki yang selama ini menjadikannya ratu kini sudah snagat kecewa dengan dirinya.
"Tuan silahkan anda masuk , anda akan menemui tuan besar didalam " ucap orang itu ramah.
"terima kasih atas bantuanmu " ucap Rangga lembut.
__ADS_1
orang itu terkejut, ini baru pertama kalinya ada orang yang mengucapkan terima kasih kepadanya.
"tuan berhati-hatilah, semoga anda bisa berkumpul lagi dengan keluarga anda " bisik orang itu tulus namun takut suaranya terdengar oleh Riko.
setelah itu Rangga pun masuk menuju dalam rumah mewah nan besar itu. begitu masuk lagi-lagi Rangga disambut oleh banyak orang yang menyerangnya. bahkan kini jumlahnya jauh lebih banyak dari awal ia datang tadi.
Namun Rangga tak takut sedikitpun. Ia bahkan tak merasa kesulitan . Dengan mudah ia meruntuhkan lawan-lawannya itu.
"Tita dimana kamu nak " teriak Rangga menggema dirungan itu yang merupakan ruang tamu kastil Riko.
"Titania , ia ayah sayang .kamu dimana nak " teriak Rangga lagi.
prok....prok.....prok.....
Rangga celingak-celinguk mencari sumber suara itu yang ternyata adalah suara tepukan tangan Riko.
"wowwww....keberanianmu memang tidak perlu diragukan. Bahkan kau bisa meruntuhkan semua anak buahku dengan tangan mu sendiri " puji Riko
"dimana putriku ??" tanya Rangga dengan suara meninggi.
"santai dulu lah , mari kita ngopi dulu " ajak Riko main-main.
"tidak perlu, aku hanya ingin membawa pulang putriku " jawab Rangga dengan mata melotot.
"Kau tidak akan bisa membawanya pulang , karena aku akan membawanya keluar negeri bersama dengan Kiran adik ku ...hahahah" ucap Riko mantap.
"mengapa kau tidak menanyakan keberadaannya kepada ibunya saja , bukankah kau bertemu dengannya di depan sana ??" tanya Riko dengan nada sombongnya.
"bukankah kau sangat mencintai adik ku itu ?? tetapi aku lihat tadi kau seperti mengacuhkannya ??" tanya Riko lagi
"ya aku sangat mencintainya , itulah sebabnya aku mengacuhkannya . Karena dia lebih bahagia tanpa diriku " ucap Rangga akhirnya.
"dimana putriku " teriaknya lagi.
Riko hanya berjalan menuju sebuah sofa dan langsung mendudukinya. kemudian ia memerintahkan anak buahnya yang terkapar untuk pergi meninggalkannya berdua saja dengan Rangga.
"ayo duduklah dulu adik ipar " ajak Riko menyilankan kakakinya seperti layaknya bos
"tak usah basa basi , aku hanya ingin membawa pulang putriku bukan datang untuk minum kopi seperti PEC*ND*NGseperti dirimu " balas Rangga dengan menekankan kata-katanya.
Riko terlihat geram , baru kali ini ada orang yang berani berkata seperti itu.
"Iya kau adalah pecundang, kau memanfaatkan adikmu untuk menjadi alat balas dendam mu kepada orang-orang seperti ku dan saudara-saudara ku. " ucap Rangga lagi dengan beraninya.
"Bahkan kau menggunakan anak buahmu untuk menghajar ku. Dan yang lebih memalukannya lagi , kau menahan putriku yang jelas-jelas tidak bersalah dalam hal ini " ucapnya lagi.
__ADS_1
"Dasar Pecundang " ucap Rangga lagi menekankan perkataannya.
Dor.....
Rangga terkejut, karena sebuah peluru mencap di salah satu kakinya.
"lihatlah , kau sendiri yang mengatakan kepadaku agar tidak membawa apapun , namun sekarang Kau malah menyerang ku dari belakang . Bukankah ini adalah sebuah ketidakberanian ???" ucap Rangga tak menghiraukan rasa sakit di betisnya itu.
"Dimana PUtriku " teriak Rangga menggema dirungan itu.
Riko hanya diam saja sambil menyeringai . Namun sebenarnya dalam hatinya ia begitu muak mendengar Rangga mengoceh dan meremehkan dirinya.
"stop...apa yang anda lakukan kepadaku , aku ingin pulang , aku ingin menemui ayahku " teriak gadis kecil ketika ada seseorang yang mencoba menahannya.
"Tita " teriak Rangga ketiak mendnegar suara putrinya itu.
"ayah???....Ayah.....Ayah......" teriak Titania melihat kebawah. karena Titania saat ini berada di lantai dua.
"Sayang....ini ayah nak " teriak Rangga antusias.
Titania pun segera bergegas menuruni tangga untuk menemui ayahnya itu. Rangga berjalan perlahan karena kakinya saat ini tak bisa diajak berkompromi , menuju dekat tangga untuk melepas rindu dengan bertemu putri kecilnya itu.
Namun baru beberapa langkah Rangga melangkah tiba-tiba ..
Dor. ...
Satu peluru menancap di punggungnya. Rangga terkejut . Titania yang melihat ayahnya seperti itu menjadi teriak histeris.
"Ayah...." teriaknya.
Saat Titania akan berlari menuju ayahnya tiba-tiba salah satu anak buah riko menghentikannya .
"apa yang anda lakukan. aku ingin menemui ayahku. .....Ayah...." teriak Titania meronta-ronta.
Kali ini Rangga merasakan sakit , ia tak tahu harus bagaimana.
"Tita....tita jangan takut ,, ayah disini nak " ucap Rangga meyakinkan putrinya yang sudah menangis.
"Roy ....jangan biarkan dia pergi, biarkan dia melihat ayahnya yang tangguh ini merintih kesakitan. " ucap Riko bangkit dari duduknya.
"Bunda.....Bunda...." teriak Titania memanggil Kiran agar menyelamatkan ayahnya.
Tak berapa lama kiran datang dengan nafas terengah-engah .
"Kak...apa yang kau lakukan. mengapa kau menyakiti mereka" ucap Kiran ketika sampai.
__ADS_1
"Adik ku jangan lupa dengan .....