Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
penembakan berantai


__ADS_3

"kau mengatakan bahwa dua gadis ini tak bersalah , justru kehadiran mereka berdua lah penyebab semua ini ." teriak angel .


Kiara tak bisa menahan ini semua , dengan penuh keberanian ia mengangkat suaranya . ia sudah menyiapkan dirinya dengan kemungkinan terburuk namun ia juga harus tetap berusaha agar lepas dari semua ini.


"apa yang kau lakukan nona , kau bisa dipenjara atas tindakan mu ini " ucap Kiara polos.


"siapa yang akan memenjarakanku , aku sudah mengatur semuanya kau hanya perlu menikmati setiap serangan yang ku berikan " balas angel menyeringai.


"kehadiran ku dan Humaira yang menyebabkan mu melakukan semua ini kan ?? lalu apakah kau tidak menyadari bahwa pikiran sempitmulah yang membuatmu nekat melakukan hal kejam seperti ini . Apakah kau pernah bertanya kepada adikmu sebelum dia sakit mengenai hubungannya dengan Kevin ? apakah mereka hanyalah sahabat karib atau Kevin pernah mengatakan hal romantis kepadanya ? " ucap Kiara membuat angel terdiam .


"apakah kau pernah menanyakan masalah adik mu sebenarnya ? aku yakin kau menganggap yang dialami adikmu itu hanya sebuah patah hati kepada Kevin . tapi apakah kau pernah mengetahui bahwa adikmu ternyata mempunyai seorang kekasih yang ternyata menghianatinya dan orang itu bukan Kevin?. dan kau tau adikmu sebenarnya mengidap penyakit serius dan dia tidak mau mengatakannya kepada mu karena dia tak ingin membebani fikiranmu ? kau mungkin heran mengapa aku mengatakan hal ini , karena aku mengenal AFi , Afrika Ruslan. dia adikmu kan ?" ucap Kiara panjang lebar.


"Afrika Ruslan adalah salah satu teman kursusku di foundation course , dia gadis yang manis , hingga suatu saat ia bercerita kepadaku bahwa ia mempunyai sebuah penyakit yang tak bisa ia ceritakan kepada kakaknya . awalnya keadaan biasa saja , namun suatu hari salah satu teman karibnya mengatakan bahwa ia sedang depresi karena memergoki kekasihnya yang bernama Haris dengan wanita lain yang tak lain adalah sahabatnya ." ucap Kiara menjelaskan


angel terdiam , ia merenungi setiap perkataan Kiara . namun bukannya menyesal angel malah semakin marah . ia mengangkat pistolnya dan menembakkan peluru ke arah Kiara .


Dor.......


namun bukan Kiara yang kena , tetapi Arsen , ya melihat angel mengarahkan pistolnya ke Kiara dengan sigap Arsen langsung berdiri didepan Kiara dan alhasil peluru itu mengenai perutnya .


"kemarin aja Lo terima ci*man gue , sekarang Lo malah sok jadi pahlawan. hahahaha" ucap Angel tertawa


Arsen langsung lemas , ia tersungkur tak mampu menahan tubuhnya . Humaira histeris melihat keadaan sepupunya itu


Dor.......


"kau ribut sekali Humaira , sekarang kau bisa merasakan apa yang Arsen rasakan ." ucap Angel tertawa.


Dor.....,....


"Lo tenang aja Vin , gue nggak bakalan biarin Humaira aja uang merasakan pedihnya peluru ini ." ucap Angel yang melihat Kevin tersungkur disamping Humaira .


"wahhhh guys , dimana senjata rahasia kita ??? " ucap Angel dengan centilnya


"ini nona " ucap seseorang sambil menyerahkan sebuah pistol kepada angel .


"Kiara , kau tahu kan bagaimana rasanya sakit hati kepada seseorang yang pernah kita cintai ?? dan sekarang kau akan mendapat balasan dari apa yang kekasihmu itu lakukan kepadaku " ucap Angel menyeringai.


Kiara menelan ludahnya , baru kali ini ia merasa setakut ini .

__ADS_1


"anggel , jika kamu......." ucap Arsen terpotong oleh suara tembakan


Dor......


"aaaaaaa" teriak Kiara langsung tak sadarkan diri.


"huhhhhh tugasku sudah selesai ,sekarang kalian berempat bebas mau kemanapun." ucap Angel tertawa.


angel pun beserta para anak buahnya pergi meninggalkan the guns yang sudah tersungkur tak berdaya.


diantara mereka berempat hanya Arsen yang masih sedikit sadar .


"Ara....maafin aku " ucap Arsen lemas lalu tak sadarkan diri.


ditaman itu masih saja belum ada yang belalu lalang , karena semua jalanan menuju taman itu sudah ditutup oleh anak buah angel.


Ternyata suami angel adalah seorang mafia kejam yang sangat terkenal. sehingga ia dengan mudah melakukan rencananya tanpa harus terbebani oleh hukum maupun aturan.


Darah mengalir dari tubuh mereka masing-masing. hingga datanglah orang-orang angel yang bertugas membawa mereka kerumah sakit .


angel tak ingin mereka tiada , angel hanya ingin mereka merasakan penderitaan yang selama ini ia rasakan.


the guns segera mendapat perawatan medis , mereka segera dioperasi untuk mengeluarkan peluru ditubuh mereka itu.


lalu setelah itu pihak rumah sakit menghubungi keluarga mereka masing-masing karena keadaan mereka sudah mulai membaik.


di rumah Kiara , Bu hayati sudah histeris dan beberapa kali pingsan karena mengetahui keadaannya .


mengetahui keadaan adik tercintanya Rangga dan Darwin segera menuju rumah Kiara untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi dengan Kiara.


"om , sebenarnya Kiara kenapa ??? tadi risky kurang jelas menjelaskannya kepada kami " ucap Darwin khawatir.


"Kiara dan teman-temannya tertembak dan sekarang Kiara sedang koma di salah satu rumah sakit di ibu kota " ucap pak Bahri lemas.


"ayo kita jemput dia " ucap Darwin mantap.


"iya biar bibi sama om dirumah saja , biar kami berdua yang ke ibu kota. " bujuk Rangga.


"iya kak , kakak jaga kakak ipar saja , biar mereka berdua yang menjemput adik mereka , Kiara " ucap adik pak Bahri.

__ADS_1


"baiklah , tapi tolong jaga adik kalian baik-baik " ucap pak Bahri akhirnya.


sebenarnya pak Bahri sangat khawatir dengan kondisi putrinya itu , namun disisi lain ada istrinya yang sangat terpukul Dnegan kejadian yang menimpa putrinya itu.


pak Bahri akhirnya setuju karena ia yakin Rangga dan Darwin akan menjaga putrinya dengan baik , karena pak Bahri tahu bahwa Rangga dan Darwin sangat menyayangi Kiara.


akhirnya Rangga dan Darwin bersiap menuju ibu kota , dan mereka menempuh perjalanan udara selama 3 jam lamanya. hingga mereka sampai di rumah sakit sore hari.


dengan cepat mereka menemui resepsionis dan menanyakan keberadaan adiknya itu.


"pasien atas nama Kiara Harvey ada di ruang VIP lantai 10 ruangan nomor 2 Pasifik. Anda bisa menggunakan lift yang itu untuk sampai disana . " ucap resepsionis itu ramah.


"terima kasih " ucap Darwin


mereka berdua langsung bergegas menuju lift dan dengan cepat menekan tombol angka 10.


sesampainya mereka di lantai 10 mereka kemudian mencari ruangan dengan nomor 2 Pasifik .


"itu " tunjuk Rangga


"ayo ngga , astaga Kik , gimana keadaan Lo " ucap Darwin pilu.


"kenapa bisa kek gini sih Kik ," ucap Rangga tak kalah pilu.


mereka kemudian berjalan cepat menuju ruangan nomor 2 Pasifik itu. Tanpa mengetuk pintu mereka langsung membuka pintu dan masuk menemui adik tercinta mereka itu.


saat membuka pintu mereka terkejut karena ternyata banyak orang yang ada diruangan itu. melihat seorang berpakaian jas putih dengan stetoskop di lehernya membuat Darwin yakin bahwa itu adalah seorang dokter.


"maaf , apakah ini ruangan nomor 2 Pasifik ??" tanya Darwin ramah.


"iya tuan , bisa ya bantu ??" tanya dokter itu ramah


"saya mau mencari adik saya , Kiara Harvey " jawab Darwin


"Anda adalah keluarga Kiara Harvey , kami sudah menunggu kedatangan anda. " ucap dokter itu ramah.


"ruangan VIP kok berempat ??" bisik Rangga kepada Darwin


"udah ah jangan mikir lain-lain dulu " balas Darwin.

__ADS_1


akhirnya mereka berdua dipersilahkan untuk duduk bersama 5 orang yang sudah lebih dulu berada disana dengan raut kesedihan di wajah mereka.


"langsung saja dokter .....


__ADS_2