Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Nekat


__ADS_3

"Kik Lo yakin ???" tanya Darwin takut


"Lo tau kan gue nggak pernah ragu dengan keputusan gue. Lo berdua cuma harus mastiin ibu sama bapak nggak akan pernah tau apa yang gue lakuin sekarang .hahahaha" jawab Kiara.


"bagaimana dengan Keenan , apa dia tidak akan memarahimu ??" tanya Rangga yang khawatir


"nggak kok, ntar pas pulang Lo berdua ingetin dia buat nggak bilang sama ibu sama bapak " jawab Kiara lagi.


Dan akhirnya Kiara mulai mengurut minuman itu .


'kok gini ya rasanya ???' batin Kiara mengomentari.


Namun Kiara belum puas , ia mengambil gelas yang berbeda dan menuangkan wiski ke dalamnya dan langsung meminumnya.


Rangga dan Darwin tak bisa berkata apa-apa , karena mereka tahu Kiara bukanlah orang yang cepat untuk dihentikan.


Tring.........


suara ponsel Darwin berbunyi. dan Darwin segera membaca pesan tersebut.


"guys Lo berdua diem dulu , gue mau ketemu teman lama . sebentar kok. Kik Lo jangan minum terlalu banyak " ucap Darwin dan langsung pergi.


didalam ruangan itu hanya tersisa Rangga dan Kiara.


"gue tau kok Lo lagi ada masalah , yok lah minum bareng. ya memang sih , cara ini nggak bakalan selesein masalah , tapi setidaknya Lo bisa lupain masalah Lo sebentar " ucap Kiara minum lagi .


sebenarnya ini bukan pertama kalinya Kiara meminum minuman keras seperti ini , hanya saja dulu ia hanya minum sedikit atas saran dokter.


setelah berpikir lama akhirnya Rangga pun menuruti Kiara. Minuman itu membuat mereka merasa nagih dan ingin terus meminumnya.


walaupun sudah mulai pusing mereka masih saja meneguk minuman tersebut hingga habis.


Tak berapa lama , Darwin pun datang dan betapa terkejutnya ia melihat kedua adiknya sudah lemas karena mabuk berat.


"Lo berdua kenapa sih ??? duhhhh Lo berdua cari masalah deh " ucap Darwin mengacak-acak rambutnya.


"huhhhhh oke Darwin tenang dulu , "ucap Darwin menenangkan dirinya .


Darwin bingung bagaimana cara ia membawa keluar kedua adiknya itu.


"winnnn Lo nggak usah bingung , gue bisa kok jalan sendiri " ucap Kiara mencoba berdiri namun terus terjatuh.

__ADS_1


akhirnya Darwin pun memutuskan untuk meminta bantuan salah satu waiters untuk membantunya membawa kedua adiknya itu ke mobil . Darwin sendiri merangkul Kiara sedangkan Rangga dibantu oleh salah satu waiters.


setelah tiba di mobil , tak lupa Darwin memberikan tip untuk waiters tersebut.


"ya ampun Kik, apa yang bakalan gue bilang sama Keenan " ucap Darwin frustasi.


"Lo berdua mah gini kalo lagi ada masalah pasti nyeret gue juga " ucap Darwin lagi.


Namun Rangga sudah tak sadarkan diri , entah masalah apa yang sedang di emban oleh Rangga


"udahlah winnn , cepet anter gue pulang. Lo berdua jangan pulang dulu, Kikan pasti akan marah liat Rangga yang kek gini " ucap Kiara dengan suara mengecil.


akhirnya Darwin pun melajukan mobilnya menuju rumah Arsen untuk mengantarkan Kiara. Didalam mobil Darwin berpikir keras mengenai apa yang terjadi pada Kiara.


'selama ini , Kiara nggak pernah senekat ini, apa karena Arsen ?? , ' batin Darwin sambil matanya fokus memantau jalanan.


Tak berapa lama , Darwin pun sampai di kediaman Arsen dan Kiara. Saat Darwin mematikan mobilnya , tiba-tiba seorang lelaki yang tak lain adalah Keenan Arsen Atmaja , keluar untuk menyambut istri tercintanya.


Arsen terdiam di posisinya berdiri karena melihat istrinya yang di rangkul oleh Darwin. Bukan cemburu namun Arsen khawatir mengenai apa yang terjadi dengan istrinya.


Baru beberapa langkah mereka berjalan , tiba-tiba Kiara mengeluarkan isi perutnya membuat Arsen langsung berlari menghampirinya.


"kia kenapa ??" tanya Arsen pada Darwin.


"apa ???" tanya Arsen memastikan.


"gue udah cegah dia , Lo tau dia sendiri yang memesan minuman . Lo tau dari lahir gue Ama dia , dia nggak pernah senekat ini . gue mau cegah , tapi Lo tau istri Lo seperti apa. Dan satu hal lagi , jangan sampai paman dan bibi tau kejadian malam ini " jawab Darwin panjang lebar.


"gue nggak tau apa masalah Lo sama adik gue. tapi yang jelas , setelah sama Lo adik gue seperti ini. " lanjut Darwin lagi.


Arsen terdiam , ia mengingat lagi kejadian tadi siang dikantornya.


"gue pergi dulu, lo jaga adik gue baik-baik " ucap Darwin menepuk pundak Arsen .


Arsen hanya mengangguk , dan menahan tumbuh istrinya itu.


Lalu setelah mobil Darwin pergi , Arsen pun mengajak Kiara untuk masuk kedalam rumah.


Baru beberapa langkah mereka berjalan , Kiara lagi-lagi memuntahkan semua isi perutnya .


Setelah itu , Arsen membawa Kiara masuk ke dalam kamar yang selalu ditempati oleh Kiara.

__ADS_1


"kamu kenapa sayang ???" rintih Arsen.


"gue marah Ama diri gue , gue belum bisa jadi istri yang baik buat Arsen . Lo tau ?? jangankan jadi istri yang sebenarnya , makanan favoritnya saja gue nggak tau ." ucap Kiara yang masih merasa bahwa dirinya bersama Darwin.


mendengar ucapan Kiara membuat Arsen bahagia sekaligus sedih.


"apa kamu mencintai Arsen ??" tanya Arsen


Namun ia kurang beruntung , karena Kiara sudah tak sadarkan diri.


Arsen mendengus kesal , namun ia tetap memperlakukan Kiara dengan baik.


Arsen menggantikan pakaian Kiara dan mengelap tubuh istrinya itu.


Tentu saja , sebagai laki-laki normal Arsen tak kuasa melihat tubuh istrinya itu terpampang jelas dimatanya.


Namun Arsen tidak ingin melakukan itu dengan kondisi Kiara yang sedang tidak sadarkan diri. Dengan cepat Arsen menggantikan pakaian Kiara dan menyelimutinya.


Setelah selesai , Arsen masuk ke kamarnya dan langsung ke kamar mandi mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Keesokan harinya , Kiara terbangun dari tidurnya. Kiara merasa kepalanya sangat pusing dan tenggorokannya sangat kering .


"apa ternyata aku udah dirumah ?? " ucap Kiara melihat sekelilingnya.


"hahhhh, udah ganti pakaian ???" ucapnya terkejut.


"apa Arsen ??? oh my God " ucap Kiara lagi.


Akhirnya kiarapun bangun dari tempat tidurnya dan ingin segera menemui Arsen. Namun ia berpikir sejenak lagi,


'pasti kemarin gue muntah deh , soalnya gue kan selalu muntah kalo minum tuh minuman. terus baju gue kena , dan Arsen nggak tega liat gue tidur pake baju itu ' batin Kiara


"ehhh tapi , itu artinya Arsen udah liat tubuh gue dong ??? " ucap Kiara lagi.


kiarapun melihat pakaian dalamnya dan ternyata ia masih menggunakan pakaian dalam yang sama seperti kemarin.


'huhh untung aja Arsen belum liat 2 benda berharga ini ' batin Kiara lega.


Akhirnya setelah itu , kiarapun memilih untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. dan barulah setelah itu ia keluar kamar untuk mencari keberadaan Arsen.


Kiara ingin sekali ke dapur untuk mengambil air putih namun ia urungkan karena ia ingin segera bertemu dengan Arsen.

__ADS_1


'untung aja hari ini hari Minggu , jadi Arsen nggak ke kantor hari ini ' batin Kiara ketika menaiki tangga menuju ruang kerja Arsen


didepan ruang kerja Arsen. .....


__ADS_2