Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Kim Ae Ri


__ADS_3

"bagaimana keadaan mu?? apakah kau sudah menemukan belahan jiwamu?? " tanya Ae Ri


"Tentu saja, lihatlah. Tampan kan. Dan ini ayahku dan juga pamanku" ucap Kiara menunjukkan Arsen kepada Ae Ri


"Dan bahkan sekarang aku sedang mengandung bayi pertamaku" lanjutnya lagi


"bagiamana keluargamu. Dimana anakanak ku?? " tanya Kiara


"mereka sedang bersekolah.. dan suamiku sedang ada kerjaan" jawab Ae ri


Mereka berdua terus saja mengobrol tanpa menghiraukan ketiga lelaki yang ada bersama dengan Kiara.


Akhirnya karena sudah mendapat kode dari suami dan ayah mertuanya,, Kiara memutuskan untuk memutuskan sambungan panggilan dengan Ae Ri.


"Maafkan aku,, Aku sudah terlalu lama tidak menjalin komunikasi dengan dirinya" ucap Kiara tulus


"aku akan segera mengubah sistem dari smart room ini,, " ucap Kiara mulai berkutat dengan komputer yang sudah disiapkan oleh mr. jung


Tak butuh waktu lama Kiara sudah selesai dengan pekerjaannya.


"Aku sudah mengubah sistem ini, dan kalian bertiga sudah bisa mengakses tempat ini." ucap Kiara


"Hanna.. lakukan tugasmu dengan baik. aku menyayangimu" ucap Kiara


"baik nona. Aku juga menyayangimu" balas Hanna yang pintar


"baiklah,, kau istirahat saja. Ayahku mungkin akan meminta bantuanmu nanti. Selamat beristirahat Hanna" ucap kiara ramah


tut.. tut...


"kalian pasti menganggap ku gila. hhhh. tapi aku ingin menunjukkan kepada Hanna bahwa ia berharga bagiku" ucap kiara karena ekspresi ketiga orang yang bersamanya.


"ken , ayo kita pulang" ajak kiara kepada arsen


Arsen pun berdiri dari tempat duduk nya karena merasa tugas Kiara sudah selesai.


"Tunggu tuan muda, nona. anda harus makan malam terlebih dahulu " ucap mr. jung


"tidak perlu mr. jung, aku dan Kiara pulang saja" balas arsen.

__ADS_1


"makanlah dulu. jung sudah menyiapkan makanan untuk kita " ucap pak rizwan datar.


akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti ucapan ayahnya itu. namun sebelum itu, pak rizwan meminta mereka untuk menunggunya karena beliau akan mengganti pakaian.


Akhirnya Kiara dan Arsen memilih untuk melaksanakan shalat maghrib dulu. karena memang sudah masuk waktu maghrib.


setengah jam berlalu barulah semua orang berkumpul di meja makan


"kalian makanlah sepuasnya. jung sudah memastikan semua makanan ini aman untukmu dan calon cucuku" ucap pak rizwan masih dengan ekspresi datarnya namun sukses membuat arsen bahagia


Kiara yang memang sudah merasa lapar sejak tadi memilih untuk segera memakan makanan yang dihidangkan


setelah makan malam selesai, kuara dan arsen kemudian berpamitan dengan pak rizwan


Kiara menyalami tangan pak rizwan dan memeluk laki-laki paruh baya itu


"Kia minta maaf atas sikap kia kepada ayah. Tapi ketahuilah , kia sudah menganggap ayah seperti ayah kia sendiri. dan kia harap ayah bisa menerima kia apa adanya diri kia " ucap Kiara lalu menarik dirinya dalam pelukan ayahnya


"mengapa kau bisa percaya kepadaku?? " tanya pak rizwan


"kia yakin ayah tidak pernah melanggar janji ayah sendiri" jawab kiara ramah


kini giliran arsen yang mengalami ayahnya itu. Namun berbeda, kali ini pak rizwan lah yang menarik arsen kedalam pelukannya


"maafin ayah" ucap pak rizwan tulus


Air mata arsen mengalir tanpa diminta. ini adalah kali pertama ayahnya meminta maaf kepada dirinya.


setelah selesai Kiara dan arsen kemudian berpamitan untuk meninggalkan kediaman mewah pak rizwan


"tunggu" ucap pak rizwan menggantung


"sering-seringlah berkunjung " ucap pak rizwan


"tentu saja ayah,, bahkan ayah juga sering-seringlah ke tempat kami." balas Kiara antusias


Betapa terkejutnya orang orang yang berada disana melihat pak rizwan tersenyum.


'Baru satu hari aku bersama dengan anak perempuan ku itu. aku sudah merasa bahwa dia sangatlah luar biasa. tidak heran arsen jatuh cinta kepadanya' batin pak rizwan sambil melihat kepergian kedua anaknya dari kediamannya.

__ADS_1


"Huhhhh udah jam 8 malem" ucap mr. jung meregangkan tubuhnya


ya jika sudah memasuki jam 8 malam,, mr. jung dan pak rizwan adalah seorang sahabat. berbeda dengan pagi hari hingga sebelum jam 8 mereka adalah bos dan anak buah


"menantumu luar biasa" puji mr. jung jujur


"apa ini saatnya kita meninggalkan dunia kita?? " tanya pak rizwan yang sukses membuat mr. jung membelalakkan mata


"itulah mengapa aku mengatakan bahwa menantumu itu sangat luar biasa. " ucap mr. jung mengulangi perkataannya.


Karena memang dari dulu pak rizwan tidak pernah mau melepaskan gelarnya sebagai ketua mafia. baginya itulah kehidupannya yang sebenarnya. Namun sekarang berbeda.


seperti biasa, setelah menyelesaikan pekerjaannya, pak rizwan dan mr. jung selalu menyempatkan diri untuk bersantai di salah satu taman yang ada di rumah pak rizwan, sambil mengenang persahabatan mereka.


"aku tidak pernah menyangka bahwa Kiara adalah orang yang kita cari selama ini" ucap pak rizwan


"bahkan kau tau, dia menganggapku pamannya dan dia tidak mau dilayani oleh diriku" ucap mr. jung sambil mengesap r*k*k ditangannya.


sedangkan dibagian lain, Kiara tengah tertidur di perjalanan menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan arsen hanya fokus menyetir agar tidak terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan


sesampainya di rumah. Kiara langsung membuka matanya.


"baru aja aku mau gendong kamu" ucap arsen jujur


"udah deh,, aku ngga manja orangnya" balas Kiara sambil tertawa.


akhirnya setelah memarkirkan mobilnya digarasi arsen langsung memasuki kamarnya untuk beristirahat.


Saat memasuki kamar ternyata ia mendapati Kiara sudah bersiap-siap untuk tidur. Arsen kemudian segra mengganti pakaiannya dengan piyama agar tidurnya nyaman


"sayang.." ucap arsen menggantung


"hmmmm" sahut Kiara tanpa membuka matanya


"Terima kasih ya untuk hari ini" ucap arsen


"sudahlah,, bukannnya kamu yang bilang, kalo kita ini adalah satu. masalah kamu ya masalah aku, begitupun sebaliknya" ucap Kiara menatap lekat mata arsen.


Arsen langsung saja memeluk erat kuara sambil menciumi pucuk kepala istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2