
Erika melihat Jaka yang sudah ada di rumah sakit, merasa kasihan melihat ayah nya Andre yang mengorbankan waktu dan tenaga, untuk urusin Erika yang akan terapi jalan.
" Lagi lagi om yang berkorban, kenapa tidak berhenti saja om, Erika tidak tega melihat om seperti ini terus, setiap ke rumah sakit atau kebutuhan lain pasti om yang urus, tapi anak om yang payah itu lepas tangan seenaknya saja." Ucap Erika tidak tega merepotkan Jaka terus menerus, seharusnya Andre yang tanggung jawab ini justru Jaka yang berkorban
" Santai saja Erika, biarin om saja yang dorongin kursi rodanya Erika, biarin temennya Erika tunggu disini saja" Ucap Jaka yang tidak tahu siapa Ikbal yang sebenarnya
" Maaf om, Ikbal bukan temen biasa untuk Erika, tapi temen spesial untuk Erika om, bahkan lebih baik dari Andre om." Lanjut Erika langsung pegang tangannya Ikbal
__ADS_1
" Bukan temen biasa? semoga pilihan kamu yang terbaik yah Erika, om doakan kalian langgeng dan terimakasih mau terima kondisinya Erika seperti ini dan saya harap kamu jangan tinggalkan Erika karena kondisi Erika seperti ini karena kesalahan anak om" Lanjut Jaka yang mengerti, jika Erika sudah mendapatkan pengganti Andre
" Pasti om, karena saya mencintai Erika sebelum dia sakit om dan saat Erika sakit saya mau menerima kekurangan Erika, karena saya tahu Erika seperti ini bukan kesalahan dia sendiri, dan saya mau berkorban untuk Erika." Ucap Ikbal terus terang, Ikbal tidak akan sia siakan Erika, karena selama ini Ikbal sudah diam diam mencintai Erika.
" Bodoh kamu Andre, selamanya kamu kehilangan fasilitas kamu, kamu terlalu lama mengabaikan Erika, sampai akhirnya ada laki laki lain yang membahagiakan Erika dan mau menerima kekurangan Erika." Batin Jaka, yang selalu berusaha membujuk Andre, untuk balikan tapi karena kesombongan dan gengsinya Andre yang terlalu besar, membuat Andre akhirnya kehilangan fasilitasnya untuk selama lamanya
" Baik lah, silahkan kamu yang dorong kursi rodanya Erika, dan jalan sampai tempat terapi jalan." Lanjut Jaka yang tetep ikut Erika terapi jalan, Jaka tetep menjalankan tanggung jawabnya untuk temani Erika terapi sampai selesai.
__ADS_1
" Kamu kenapa Andre? tiba tiba membanting handphone itu? terus kamu mau pakai handphone apa hah? enak sekali merusak handphone bunda seperti itu?" Tanya Ana kesel, karena anaknya seenaknya merusak handphone nya.
" Ayah tadi mengirim kan chat, selamanya ayah tidak akan memberikan fasilitas Andre sama sekali, ayah membiarkan Andre kerja apapun yang Andre ingin kan. karena perempuan lumpuh itu sudah punya pacar sekarang. bagaimana Andre tidak kesel dan marah ke ayah yang semakin seenaknya ke Andre, disita sebulan ini saja sudah menderita dan sekarang mau diperpanjang kan bener bener tega." Protes Andre kesel, karena Jaka bener bener tega dengan anaknya sendiri
" Kamu kan setiap hari disuruh baikin Erika dan terima tantangannya Erika kan, tapi apa dengan sombongnya kamu menolak keinginan Erika, walaupun malu dan berat tapi seharusnya kamu terima saja, kalo sudah seperti ini bagaimana lagi? Erika sudah punya pacar dan kamu tidak akan pernah mendapatkan hak kamu selamanya, selama kamu belum mendapatkan kerja, kamu akan menerima uang jajan harian lima ratus ribu tidak lebih dan tanpa hanphone sama sekali, karena sudah kamu rusak tadi, jika bunda paksa beli handphone untuk kamu, ayah pasti marah dan bunda tidak ingin membuat ayah marah cuman karena kamu saja. bodoh kamu Andre mengabaikan kesempatan dan sekarang kamu semakin kehilangan hak kamu" Tegas Ana yang tidak mau berkorban lebih banyak untuk Andre, karena Ana juga masih doyan Hura Hura dan belanja, tentunya Ana tidak akan membiarkan Andre jadi penyebab Ana kekurangan haknya.
" Bunda egois dan matre, yang difikirin kebutuhan sendiri, anaknya dibiarin begitu saja, bahkan tidak menikmati fasilitasnya lagi. bunda jahat." Bentak Andre semakin kesel, karena Ana bener bener tidak bisa membantu Andre sama sekali.
__ADS_1
Andre yang kesal langsung meninggalkan Ana, dari pada Andre tidak bisa kontrol emosinya sama sekali
" Kalo egois bunda tidak akan pinjamkan hanphone dan memberikan kamu uang setiap hari Andre." Lanjut Ana tidak terima dibilang matre dan egois oleh Andre tadi