
didalam lift gina mengacak-acak rambutnya dan pakaiannya.
'wahhh kau berani sekali ' batin Kiara melihat gina.
"apa yang kau lakukan ??? nanti aku dianggap menyakitimu seperti di film-film " ucap Kiara
"memang itu tujuanku .hahahaha" ucap gina dengan tawa seramnya.
Tak berapa lama mereka sampai dilantai nomor satu.
Gina menggenggam tangan Kiara namun seolah-olah dirinyalah yang disakiti oleh Kiara.
Gina kemudian melempar tubuhnya sambil mendorong sebuah guci sampai pecah. Kiara hanya mengikuti permainan yang dilakukan oleh gina.
Pak scurity kemudian masuk karena mendengar suara benda pecah .
"Bu bos apa Anda baik-baik saja ??" tanya pak scurity khawatir.
"tolong aku" teriak gina histeris.
"wanita itu menyakitiku " tunjuknya kepada Kiara.
'ya ampun kau rendah sekali, kau memfitnahku dengan cara kuno seperti ini .hahahah' batin Kiara.
Tak berapa lama semua orang berhamburan masuk menuju lobi kantor dan melihat kejadian yang sebenarnya.
'pasti orang itu yang membawa semua orang kemari ' batin Kiara lagi.
Pak satpam itu kemudian menantu gina berdiri . Ternyata sebuah beling menancap dikakinya dan mengeluarkan darah.
Sedangkan dari arah berbeda muncul dua orang secara tergesa-gesa. ya siapa lagi kalau bukan Arsen dan Ardan . Salah atau scurity disana mengabari bahwa terjadi perkelahian dikantor kepada Arsen dan Ardan .
Arsen terkejut melihat kondisi gina yang berantakan. Saat Arsen ingin menghampiri gina , justru ia dihentikan oleh Ardan.
"Kiara yang membuatnya seperti itu " ucap Ardan sambil melihat iparnya itu .
seketika Arsen lemas , ternyata dugaannya benar ,bahwa sebenarnya Kiara cemburu.
akhirnya arsen dan Ardan berjalan mendekati kerumunan dan berdiri tepat disamping Kiara.
"apa yang terjadi ???" tanya Ardan dengan sedikit berteriak dan suaranya menggema sehingga membuat semua orang terdiam.
"wanita itu , dia menyakitiku. " teriak gina menunjuk kiara.
"Kik ???" tanya Ardan pura-pura tidak tahu.
"udahlah ekspresi Lo biasa aja , gue tau kok , Lo udah tau kalo gue yang menyebabkan semua ini " ucap Kiara yang membuat Ardan dan Arsen terkejut.
Gina kemudian menangis dengan begitu haru hingga membuat semua orang bersimpati kepadanya , tak terkecuali Arsen.
__ADS_1
"mengapa kau diam , silahkan kau tenangkan teman SMA mu itu "ucap Kiara dengan anggapan tajam kepada Arsen.
"sayang kenapa kamu seperti ini , kalo kamu cemburu kan kita bisa bicarakan baik-baik " ucap Arsen menenangkan Kiara.
"kamu belum tau kejadian sebenarnya , tunggu aja " ucap Kiara dengan santainya.
Namun tiba-tiba , beberapa karyawan menyampaikan keluh kesahnya kepada Arsen.
"pak bos , mengapa istrimu seperti ini "
"istrimu begitu sadis "
"kalau seperti ini , kami akan tertekan dalam bekerja "
"dimana kebijakan mu pak bos "
"jangan karena dia adalah istrimu maka kau melupakan aturan yang kau buat sendiri "
ya Arsen membuta sebuah aturan bahwa siapapun yang membuat kegaduhan dikantornya akan mendapatkan hukuman.
"Arsen , dia memukulku dengan sangat keras , dia mengacak-acak rambutku dan juga pakaianku .Dia mendorong ku dnegan sangat keras hingga aku menabrak guci ini hingga pecah ...hiks...hiks....." ucap gina menangis.
sedangkan Kiara , dia tetap dengan tampang tanpa dosa. karena memang bukan dia yang melakukan semua ini .
"dia marah karena kau makan siang bersama diriku " ucapnya lagi.
"dia menyuruhku untuk tidak menemuimu lagi . padahal aku hanya ingin bertemu dengan teman lamaku...hiks....hiks..." gina lagi.
"dia mengancam ku ..jika aku....hiks....jika aku....tidak menuruti perkataannya .....hiks...hiks....dia akan...dia...akan.....membunuhku...Hikss......" ucapnya lagi.
sontak semua orang terkejut dengan ucapan gina itu. ya kecuali Kiara.
'huhh untung gue orangnya pinter , jadi Lo tetep akan kalah sama gue ' batin Kiara sombong .
Arsen terkejut namun tak heran , karena ia tahu bagaimana Kiara sebenarnya.
"sayang apa yang kamu lakukan ??? kamu menyakiti orang " ucap Arsen menegur Kiara sambil memegang kedua bahu Kiara.
"kamu percaya dengan ucapannya ??" tanya Kiara
"lihatlah dia , begitu menyedihkan " jawab Arsen.
"kamu percaya dengan ucapannya ??" tanya Kiara dengan kalimat yang sama.
"semua orang menganggap mu monster sayang " jawab Arsen
"kamu percaya dengan ucapannya ?? dan kamu menganggap ku monster ??" tanya Kiara lagi yang membuat Arsen terdiam.
"mengapa kau diam , kau begitu pintar suamiku , tapi sekarang , kau tidak lebih dari mereka semua " ucap Kiara dengan nada datarnya.
__ADS_1
Arsen bingung harus bagaimana , disisi lain dia menyangkal bahwa istrinya yang melakukan ini. tapi disini lain , ada bukti yang menyatakan istrinya benar-benar melakukan ini.
"Bu bos kenapa kau diam ???"
"disaat kau sudah tertangkap , kau terlihat seolah-olah tak bersalah "
"jangan karena kau seorang istri dari Presdir kami , kau melakukan hal yang semena-mena "
celetuk beberapa karyawan.
'arsen orangnya gimana sih , sampe nih orang-orang begitu mudahnya mojokin gue tanpa takut sama bosnya . apa gue diprank ?? hahahahah' batin Kiara tertawa.
"apa ini yang diajarkan orang tuamu ??? gelarnya memang magister , tapi orang tuamu justru gagal membangun ahlakmu " ucap seseorang yang langsung membuat Kiara mengepalkan tangannya.
Dan langsung saja , Kiara mulai menunjukkan siapa dirinya didepan semua orang yang ada dilobi perusahaan tersebut.
"kau " tunjuk Kiara dengan tatapan membunuh kepada orang yang terakhir berbicara.
"jangan remehkan orang tuaku dengan mulut kotorku itu. mulutmu sudah sangat kotor karena mengatakan setuju untuk membantu seseorang yang akan merusak nama baik ku " ucap Kiara lagi.
"scurity , tutup semua akses keluar dari lobi ini . jangan biarkan satu orangpun keluar dari lobi ini. " ucap Kiara menggema didalam lobi yang besar itu.
Arsen dan Ardan terkejut , karena Kiara terlihat sangat marah.
"sudah Bu " ucap seorang scurity melapor kepada Kiara .
"baiklah sekarang giliran ku " ucap kiara maju selangkah dari posisinya berdiri.
"kalian menganggap ku monster ??? kalian menganggap ku sadis ?? keberadaan ku akan membuat kalian tidak nyaman ???...hahahahah" ucap Kiara tertawa membuat semua orang takut.
"sayang apa yang kau lakukan ??" tanya Arsen ingin menghentikan Kiara
"mengapa kau mempermalukan dirimu sendiri ??" tanya Arsen lagi.
"hhhh" Kiara menjawab Arsen dengan menyeringai.
"kau takut aku akan membuatmu malu ??? mengapa setelah aku mulai mempercayaimu , kau malah mengecewakan ku lagi ???" tanya Kiara setengah berbisik.
Arsen terdiam , ia bimbang dnegan kondisinya saat ini.
"minggir lah , tenang saja , aku tidak akan mempermalikanmu " ucap Kiara menjauhkan posisinya dnegan Arsen.
Arsen tak tahu harus berbuat apa , disisi lain , ia tak mau karyawanya terus menerus menghina istrinya dan disisi lain ia juga tak mau melakukan hal hal yang akan membuat hubungannya dengan Kiara meregang .
"awalnya aku tidak ingin kalian melihat apa yang akan ku lakukan , tapi salah satu diantara kali sudah melewati batas kesabaran ku. " ucap Kiara lagi.
"scurity...." teriak Kiara menggema.
kemudian...
__ADS_1