
dipertengahan meeting kiarapun dipersilahkan untuk menyampaikan beberapa kata kepada para teknisi dan tangan kanan dari para investor.
" kepada nona Ale , waktu dan tempat dipersilahkan " ucap moderator.
"terima kasih atas waktu yang diberikan. singkat saja saya hanya ingin menyampaikan kepada kalian semua untuk......"
Duar............
ucapan Kiara terputus dengan suara yang menggetarkan ruangan itu. seketika semua orang panik dan ingin segera keluar dari ruangan itu karena menganggap ini adalah gempa bumi.
"Stop , kita harus tenang , saya rasa ini bukan gempa bumi. jika gempa bumi maka sirine akan berbunyi " ucap seseorang menenangkan.
tiba-tiba ada seseorang membuka pintu ruangan meeting itu dengan nafas tersengal.
"terjadi ledakan di gedung para direktur " ucap orang itu dengan nafas terengah-engah.
seketika Kiara terkejut , dan langsung meninggalkan rapat.
"kakak saya ada disana " ucapnya langsung berlari.
tidak hanya Kiara , semua orang segera berlari menuju tempat kejadian. Jarak gedung para direktur Dnegan tempat meeting Kiara cukup jauh . hingga ia pun memilih menumpang kepada mobil polisi.
sesampainya disana , garasi polisi sudah terbentang mengisyaratkan tidak boleh ada yang masuk ke area itu.
Kiara mencoba menelpon Rangga dan mencoba menghubungi Rangga dengan alat komunikasi yang ada di gigi geraham mereka.
"ngga ngga Lo denger gue ???" tanya Kiara panik.
"Kikkkk....ggguueee mmmmaasiiih dii geeedung diiirektur " jawab Rangga terbata.
dengan penuh keberanian Kiara berlari untuk melewati garis polisi tersebut. namun saat dia akan berlari , ia dicegah oleh seseorang yang merupakan seorang polisi.
"nona anda mau kemana ?" tanya polisi tersebut.
"kakak saya butuh bantuan saya. saya tidak bisa hanya tinggal diam disini saja " ucap Kiara mantap
"tapi nona....." ucap polisi itu terputus karena Kiara bisa melewati dirinya.
Kiara berlari dengan kencangnya , karena memang jarak dari batas polisi dengan gedung para direktur lumayan jauh sekitar 2 km.
Kiara terus berlari hingga ia menemukan sebuah mobil ditengah perjalanan yang merupakan salah satu mobil patroli di sirkuit tersebut.
Kiara mengendarai mobil tersebut Dnegan sangat kencangnya , hingga ia sampai di gedung para direktur hanya dalam hitungan detik.
__ADS_1
Kiara masuk ke gedung tersebut sambil tetap waspada takut ada ledakan susulan.
asap dimana-mana , namun yang membuat Kiara heran adalah tidak ada puing-puing akibat ledakan diluar gedung.
"ngga Lo dimana ??" tanya Kiara mencoba mencari keberadaan Rangga.
"gue ada di lantai satu Kik, kaki gue tertindih meja " balas Rangga terbata.
Kiara segera mencari keberadaan kakaknya itu.
"astaga , gedung ini luas sekali. " ucap Kiara sambil terys berlari mencari keberadaan Rangga.
akhirnya setelah cukup lama mengelilingi lantai satu tersebut barulah Kiara menemukan Rangga yang tertimpa sebuah meja.
Kiara mengangkat meja tersebut dengan sekuat tenaganya.
"ayo cepet kita keluar , gue takut kalau ada ledakan susulan " ucap Kiara khawatir sambil mencoba membantu Rangga berdiri
"Kik tunggu, kita harus selamet ini orang itu , dia udah ngelamatin gue tadi " ucap Rangga lemas.
"udah lah , kita jangan pikirin orang lain dulu " balas Kiara
"tapi Kik, kalo nggak ada dia Lo nggak bakalan ketemu gue lagi " bujuk Rangga.
dan benar saja setelah membawa Rangga ke mobil Kiara kembali untuk membantu orang tersebut.
dengan cepat Kiara membalik tubuh orang tersebut karena posisinya tengsubgkur.
betapa terkejutnya Kiara melihat orang yang ada didepannya itu.
Kiara segera membawa orang tersebut ke mobil yang ia bawa tadi. kemudian Kiara mengeratkan sabuk pengaman pada kedua orang itu.
Dengan segera Kiara melakukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi. Dan entah kebetulan atau bagaimana , saat mobil yang dikemudikan Kiara agak menjauh dari gedung , tiba-tiba terdengar ledakan lagi. Kiara menghentikan mobilnya dan melihat kebelakang.
'ini konspirasi , tapi incaran mereka bukan aku tapi kak Rangga ' batin Kiara menebak.
akhirnya Kiara membawa kedua orang itu menuju rumah sakit terdekat dan yang lebih privat.
tak butuh waktu lama , mereka sampai di salah satu rumah sakit mewah di sana.
Rangga dan orang itu langsung mendapat perawatan medis di UGD karena mereka mengisap asap sangat banyak.
saat menunggu di luar , tiba-tiba ada seorang perawat yang menghampiri Kiara.
__ADS_1
"maaf nona , apa anda keluarga kedua pasien ?" tanya perawat itu.
Kiara terdiam sejenak
"yang pakai baju warna biru kakak saya , kalau yang satunya lagi saya....saya tidak tahu " ucap Kiara akhirnya.
"bagaimana suster ?" tanya dokter itu ketika sudah selesai merawat Rangga dan orang itu.
"Dokter .pasien yang pakai kemeja warna merah belum diketahui keluarganya. " ucap suster itu
"saya mengenalnya , dan saya sudah menghubunginya. " ucap dokter itu lagi.
setelah selesai berbicara dengan suster tersebut Dokter itu kemudian menjelaskan kondisi Rangga.
"Nona , saudara anda tidak apa-apa. keadaannya sudah membaik saat ini. dan kami akan memindahkan ia ke kamar VIP sesuai persetujuan anda " ucap dokter itu menjelaskan
"baiklah dokter , terima kasih " ucap Kiara langsung pergi menemui Rangga.
namun sebelum Kiara menuju lift , tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan langkahnya
"nona Ale..." ucap seseorang itu sedikit berteriak.
spontan Kiara membalikkan badannya dan menghentikan langkahnya
"kata dokter , anda yang membawa bos saya ke rumah sakit." ucap Ardan terengah-engah karena berlari.
"iya " jawab Kiara singkat.
"terima kasih nona atas bantuan anda , kalau tidak......" ucap Ardan terputus.
"sudahlah , saya yang seharusnya berterima kasih karena orang itu sudah menyelamatkan kakakku....baiklah saya harus menemui kakak saya ." ucap Kiara langsung pergi meninggalkan Ardan.
'kenapa sih Lo galak banget' batin Ardan sambil menatap kepergian Kiara.
setelah itu Kiara menemui kakaknya yang masih terbaring lemah di ranjang pasien. Setelah dokter mengatakan kondisi kakaknya baik-baik saja barulah akhirnya Kiara berani untuk mengabari orang rumah.
seperti yang diduga , orang rumah pasti sudah mendapat berita ledakan di sirkuit. terbukti dari resin merek yang sangat histeris.
setelah selesai menelpon , Kiara termenung dalam lamunannya. pikirannya kacau bahkan ia serasa ingin menyelam ke lautan terdalam.
'kenapa sih harus kek gini ??? siapa yang lakuin ini lagi ???? gue sampe ubah identitas gue biar nggak ada orang yang nyakitin gue lagi .' batin Kiara sambil melepaskan jilbabnya. karena sudah berada di ruang rawat Rangga
'Tapi , jika dia ingin mencelakai gue , kenapa harus di gedung direktur. dan ledakan itu hanyalah suara yang didesain seperti ledakan sungguhan. saat gue liat tadi setelah suara ledakan , yang ada malah keluar Asep aja . Apa iya kak Rangga ada musuh ? Tapi siapa ? duhhhh gue nggak bisa mikir jernih kalo kek gini ' batin Kiara menjambak rambutnya kasar.
__ADS_1
setelah itu Kiara pun pergi mencuci wajahnya agar merasa lebih segar .