
flashback on
setelah membaca surat dari Kiara , Arsen pun memutuskan untuk langsung pergi ke kantor tanpa berpamitan lagi kepada kiara , karena ia sadar bahwa Kiara butuh waktu untuk menenangkan pikirannya.
Arsen mengemudikan mobilnya dnegan kecepatan sedang , namun di perjalanan pikiran terus saja memikirkan keadaan Kiara.
'apa ini saatnya aku nyerah ??? semua cara sudah Ku lakukan agar kamu menerimaku , tapi tetap saja kamu masih pada pendirianmu. Aku rela melepaskanmu jika itu membuatmu bahagia ' batin Arsen dengan sorot mata kosong .
Tanpa Arsen sadari bahwa ia melewati pembatas jalan hingga ia keluar dari jalur mengemudinya. Arsen sama sekali tak menyadari hal itu hingga tiba-tiba terdengar bunyi nyaring klakson sebuah mobil yang berada sekitar 300 meter dari mobilnya membuat Arsen sadar.
Karena panik Arsen menbanting setirnya hingga menabrak sebuah pohon. Benturan tak dapat dielakkan apalagi lengan kanannya , dan juga terdapat sedikit goresan di kepalanya.
Banyak orang yang berhamburan menyelamatkan Arsen dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
salah satu tenaga medis disana mengetahui kalau Arsen adalah sepupu temannya yaitu Ardan , jadi orang itu menghubungi Ardan dan memberitahu kondisi Arsen.
Tentu saja Ardan langsung menuju rumah sakit tanpa memberi tahu Cantika istrinya.
Sesampainya dirumah sakit ,ternyata Arsen masih di IGD . Kemudian Ardan menghubungi Kiara namun tak mendapat jawaban , namun ardan tak menyerah ia terus mencoba menghubungi Kiara sampai 3 kali barulah mendapat jawaban dari Kiara .
flashback off
Karena terlalu sering menangis dan menghabiskan banyak air mata membuat Kiara mengantuk dan menidurkan kepalanya disamping tangan Arsen .
Tanpa sadar Kiara terlelap dengan tetap menggenggam tangan kiri Arsen.
Melihat Kiara yang tak mau meninggalkan Arsen , membuat Ardan tetap duduk disofa . Ardan pun memilih untuk merebahkan tubuhnya dan tanpa sadar ia ikut terlelap . padahal ini baru jam setengah 12 siang.
Waktu pun terus berjalan hingga masuklah waktu Dzuhur , kumandang azan membangunkan Kiara dari tidurnya. Dilihatnya sekelilingnya ternyata Arsen masih setia memejamkan matanya. Bahkan Ardan juga sudah terlelap.
"sayang , ayo bangunlah " ucap Kiara mencium tangan Arsen lembut.
Begitu mengejutkan tiba-tiba jari-jari tangan Arsen bergerak perlahan dan Arsen mulai membuka matanya. namun Kiara belum menyadarinya
Arsen membuka matanya perlahan dan langsung melihat tangan kirinya yang dipeluk hangat oleh seseorang sambil menitikkan air matanya.
'apa dia istriku ??' batin Arsen bertanya.
"Araaa......" ucap Arsen lemas.
Kiara terkejut dan langsung melihat ke wajah Arsen yang ternyata sudah membuka matanya. awalnya Kiara mengira bahwa itu hanyalah halusinasinya saja.
"sayang kamu audah sadar " ucap Kiara terharu dan menitikkan air matanya.
Kiara begitu bahagia , ia kemudian mencium pipi Arsen lembut .
__ADS_1
"sudah sayang nanti lagi , aku butuh air " ucap Arsen masih lemah.
Dengan cepat Kiara mengambil segelas air untuk Arsen. kemudian Kiara membantu Arsen untuk meminum air tersebut dengan cara sedikit merubah posisi Arsen menjadi duduk.
"sudah ??? apa lagi ???mau makan ???" tanya kiara beruntun.
"nanti saja , aku belum lapar , apa kamu sudah makan ???" tanya Arsen masih sempat menanyakan hal itu kepada Kiara.
"sudah jangan pikirkan aku dulu " jawab Kiara.
"apa ada yang sakit ??" tanya Kiara perhatian.
"lenganku sepertinya mati rasa " jawab Arsen.
"nggak papa , itu karena benturan tadi. mulai sekarang kalo kanu butuh apa-apa bilang sama aku " ucap Kiara lembut.
Arsen tersenyum dengan perlakuan istrinya itu. , ia tak menyangka ternyata istrinya sebenarnya takut kehilangan dirinya.
'terima kasih ya Allah karena sudah mengembalikan Ara ku yang sebenarnya ' batin Arsen bersyukur.
"Ken , aku minta maaf kar......." ucap Kiara terputus.
"udah kita lupain yang udah terjadi , sekarang kita fokus untuk menjalankan kehidupan kita yang baru , kamu setuju kan ??" tanya Arsen dengan suara masih lemah.
"apa ??? ternyata aku nggak salah denger nih , kamu panggil aku sayang ?? tadi juga kamu panggil aku Ken " ucap Arsen masih bisa bercanda.
"iya sayang , ya udah istirahat dulu ya. " ucap Kiara mengalihkan pembicaraan.
"kamu makin cantik kalo malu " goda Arsen.
"aku emang udah cantik dari dulu " ucap Kiara sombong dan langsung mebenarkan posisi Arsen lagi.
"sayang aku masih kangen sama kamu " rengek Arsen seperti anak kecil.
"iya nanti kita ngobrol lagi , sekarang tidur. aku mau shalat dulu , nggak papa kan ??" ucap Kiara.
"iya sayang " jawab Arsen.
"I love you sayang " ucap Arsen lagi.
"I love you too" balas Kiara dan mencium pipi Arsen lagi.
seketika Arsen melupakan semua rasa sakit yang ada ditubuhnya, ternyata kiara sudah benar-benar berubah hingga ia membalas kata cinta dari Arsen bahkan sampai menciumnya.
Arsen memperhatikan setiap gerakan shalat Kiara
__ADS_1
'padahal dia termasuk orang yang sibuk tapi dia selalu melaksanakan shalat sedangkan gue , kalo lagi ada waktu luang gue pake buat merok*ok atau hal yang nggak bermanfaat lainnya. ' batin arsen.
'tapi apa benar dia betul-betul sudah mencintaiku lagi ???? ' batin Arsen ragu.
Tak berapa lama kiarapun sudah selesai melaksanakan shalat Dzuhur , ia merapikan perlengkapan shalatnya dan kembali menghampiri Arsen.
"kenapa belum tidur ??" tanya Kiara lembut.
"mana bisa aku tidur setelah mendengar suaramu " jawab Arsen tersenyum.
"sayang apa kamu serius ???" tanya Arsen.
"maksudnya ?" tanya Kiara balik
"kamu mencintaiku juga ???" tanya Arsen polos.
Kiara hanya terdiam sejenak sambil mengukir senyuman manis di wajahnya.
"Maafin aku ya karena.......karena sikap aku tadi pagi . Aku sadar kamu sangat mencintaiku dan aku juga menyadari kalo selama ini aku sudah mencintaimu ya walaupun tidak sebesar cintamu padaku " ucap Kiara menjelaskan.
"nggak papa sayang , kamu nggak usah mikir gitu , insyaallah aku akan menjadi imam yang baik untuk kamu " ucap Arsen dan langsung mendapat pelukan hangat dari Kiara.
"aku mencintaimu " ucap Kiara menatap dalam wajah Arsen .
Tanpa sadar air mata Arsen mengalir dari pelupuk matanya , ucapan Kiara membuatnya terharu dan tak dapat membendung air mata.
'bahkan dia sampe terharu karena mendengar aku mencintainya , ya Allah terima kasih sudah menyadarkan ku ' batin Kiara.
"sudah jangan menangis gitu , kan tadi katanya mau jadi imam yang baik , mulai sekarang kamu harus terbiasa " ucap Kiara sambil tersenyum.
"terima kasih sayang " ucap Arsen menyentuh lembut tangan Kiara.
"iya sayang,.....sekarang makan dulu ya " ucap Kiara mengambil makanan untuk Arsen
Kiara menyuapi Arsen dengan telaten , ia tak mau membuat orang yang ia cintai itu merasa tidak nyaman.
saat Kiara akan memasukkan makanan pertama kali untuk Arsen tiba-tiba .
"apa kamu udah makan ??" tanya Arsen
"belum , tapi nanti setelah kamu makan , aku bakalan makan , tadi Ardan udah beliin makanan buat aku " jawab Kiara lembut.
Arsen pun akhirnya mulai memakan makanan yang disuapi Kiara.
Saat Kiara sedang asyik menyuapi Arsen tiba-tiba
__ADS_1