
Diperjalanan , Rangga dan Darwin tak mampu membendung air mata melihat adik kesayangan mereka terbaring lemah . sedangkan bunda Ika dan yang lainnya juga tak mampu menahan Isak tangis dengan kejadian yang menimpa pujaan mereka.
"biarlah Uma sama Arsen kita rawat di rumah. nanti aku akan meminta dokter Cok untuk merawat mereka " ucap bunda Ika terisak.
"tapi Bik , Dokter Tio kan tadi sudah bilang bahwa dia sudah meminta rekannya untuk merawat anak-anak kita. "balas maninya Humaira , mami Reni.
"dokter Cok adalah salah satu rekan dokter Tio yang ditugaskan untuk merawat mereka. jadi sebenarnya mereka punya dokter masing-masing , namun karena Uma dan Arsen akan kita rawat bersama maka kita hanya butuh satu dokter saja. " ucap bunda Ika menjelaskan.
"baiklah bik , jadi kita tidak perlu bolak balik ke rumah sakit lagi " timpal papinya Humaira .
sesampainya di bandara , Darwin dan Rangga segera meminta akan diantarkan kerumah sakit secepatnya , begitupun dengan keluarga Kevin. Namun berbeda dengan keluarga Arsen dan Humaira yang langsung pulang kerumahnya.
memang Arsen dan Humaira berasal dari keluarga yang bisa dibilang jaya raya , mereka memutuskan untuk membawa peralatan medis ke rumah mereka dan dokter Cok sendiri adalah dokter keluarga mereka.
saat Darwin akan masuk ambulance tak lupa bunda Ika berpamitan dengan bapak satu anak itu.
"hati-hati nak Darwin , titip salam kepada keluarga " ucap bunda Ika ramah.
"terima kasih ibu , semoga anak ibu cepat sembuh. mari saya duluan " balas Darwin ramah.
bunda Ika memang orang yang sangat ramah , selain dengan Darwin ia juga sudah berkenalan dengan rita kakaknya Kevin.
diperjalanan menuju rumah sakit Darwin mengabari keluarga dirumah . walaupun sekarang sudah pukul 1 dini hari tetapi pak Bahri dengan cepat menjawab panggilan dari Darwin.
"hallo om kami sudah di kota X , kami akan membawa Kiara ke rumah sakit kota . om dan bibi bisa kesini besok pagi saja. " ucap Darwin
.........
setelah selesai mengabari keluarga , Darwin dan Rangga lagi-lagi merasa iba dengan keadaan Kiara.
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit terbaik di kota X , Kiara segera dipindahkan ke kamar VIP sesuai ucapan dari dokter Tio.
setelah itu Darwin dan Rangga duduk di sofa untuk beristirahat.
"ngga , gue mau ngomong penting sama Lo " ucap Darwin dengan suara yang sedikit melemas.
"apa ?" tanya Rangga heran.
"kayaknya dokter itu bener , Kiara lagi patah hati " ucap Darwin yang sontak membuat Rangga terkejut.
__ADS_1
"apa ya Kiara udah jatuh cinta??? tapi kenapa dia nggak pernah cerita ? " tanya Rangga beruntun.
"nggak usah mikirin itu dulu , yang malah jadi pertanyaan gue , kenapa dia bisa seputus asa yang dibilang dokter Tio itu " ucap Darwin bingung.
"apa cintanya bertepuk sebelah tangan ? atau dia dihianati ?" tebak Rangga
"bisa jadi juga , tapi kali bener gue bakalan cari sih tu orang " ucap Darwin berapi-api.
setelah merasa pembicaraan mereka cukup , merekapun memilih untuk beristirahat sejenak .
pagi harinya sinar mentari menyinari bumi dengan sangat indahnya.
"pokoknya kalo udah ketemu bertiga kayak gini pasti bakalan kesiangan kek gini " ucap seorang wanita menggurui Rangga dan Darwin.
"sudahlah Mia , ayo kita lihat Kiara dulu" ucap Bu hayati dengan mata masih sembap.
"hehehehe , iya bik , om Bahri tadi mana ?" tanya Mia heran
"masih urus administrasi " ucap Bu hayati
namun tak beberapa lama pak Bahri sudah datang ke kamar rawat Kiara . akhirnya mereka bertiga menghampiri Kiara yang masih setia memejamkan matanya.
mereka bertiga tak mampu menahan air mata agar tak tumpah , melihat Kiara terbaring lemah membuat hati mereka teriris.
"kalian kapan datang ?" lanjutnya lagi.
"tadiii , kalian berdua tidak menyadarinya . entah apa yang kalian lakukan sampai tidur sampai jam segini " gerutu Mia kepada adik iparnya itu sambil menghapus air matanya.
"ya maaf kak , kemarin kita balik jam 1 pagi loh " ucap Rangga membela diri.
"ya nggak papa , kamu mandi duluan sana , biar nanti nggak rebutan sama Darwin " ucap Bu hayati melerai
akhirnya Rangga pun menuruti ucapan bibinya itu. kemudian Mia mengambilkan 2 buah kursi untuk Bu hayati dan pak Bahri duduk , sedangkan ia memilih untuk duduk disebelah Darwin yang masih tertidur.
tak berselang lama tiba-tiba Darwin mengerjapkan matanya dan betapa terkejutnya ia karena melihat istrinya sudah duduk manis di sampingnya.
"udah bangun ???" tanya Mia pura-pura lembut
"hehehehe sayang maaf , kamu kapan Dateng ?" tanya Darwin basa basi .
__ADS_1
"udah ah kamu cepetan mandi terus kasi tau om sama bibi kondisi Kiara " perintah Mia.
tanpa mengeluarkan sepatah kata Darwin pun segera berjalan menuju kamar mandi . tepat saat Darwin akan membuka pintu toilet ternyata Rangga lebih dulu membukanya.
"kok Lo nggak bangunin gue ?" tanya Darwin kesal.
"ya kali gue bangunin Lo lagi ngorok , gue kan nggak tegaan orangnya " jawab Rangga
"ihhhh, emang Lo adik kesayangan gueee " ucap Darwin Hemas sambil mencubit pipi Rangga dengan sangat kencang.
"dasar Lo ya , sakit banget pipi gue " keluh Rangga setengah berteriak karena Darwin sudah masuk ke kamar mandi .
setelah selesai mandi , Rangga pun mengambil ponselnya untuk memesan makanan untuk semua orang .
tak berselang lama setelah Darwin selesai mandi makanan pun sampai.
"bagus deh Lo udah pesen makanan " puji darwin
"iya lah , gue kan orangnya peka nggak kayak Lo " balas Rangga mengejek.
"om , bibi ayo makan dulu . biar nanti selesai makan kak Darwin memberitahu kondisi Kiara " bujuk Rangga
"om sama bibi tadi sudah sarapan , kalian bertiga aja yang makan " ucap pak Bahri jujur.
"ya sudah om sama bibi bisa makan buah aja " ucap Rangga sambil menyerahkan beberapa buah buahan.
dan setelah itu Rangga dan Darwin sarapan bersama . namun kali ini makanan yang dibeli itu tak mampu dihabiskan padahal Rangga sudah membeli sedikit makanan saja.
"gue nggak kuat lagi ngga , kenyang banget " ucap Darwin melepas makananya
"iya bener , nanti aja kita makan lagi " balas Rangga langsung merapikan makanannya.
setelah itu Darwin pun mulai menceritakan kondisi Kiara.
"gimana kondisi kia win ?" ucap Bu hayati tak sabar .
"bibi tenang aja , Kiara saat ini masih dalam pengaruh obat sebentar lagi dia bakalan siuman . dan masalah luka tembaknya , tak terlalu parah hanya saja ia tak boleh makan berlebih selama 2 tahun untuk mempercepat pemulihannya. " ucap Darwin sedikit berbohong agar bibinya tak khawatir.
"dan sebenarnya Kiara nggak sendiri , ke 3 temannya juga mengalami hal yang sama. " lanjut Darwin lagi.
__ADS_1
Rangga sengaja tak ikut berbicara karena ia takut nanti akan mengatakan halhal yang akan membuat bibinya khawatir.
"apakah......