
"dan satu hal lagi , saya ingin melakukan pendekatan dulu dengan Arsen karena saya nggak mau di acara pernikahan saya nanti , saya malah merasa asing Dnegan suami saya sendiri ." ucap Kiara lagi.
"kalau begitu , bagaimana kalau 2 Minggu lagi ?" saran Bu hayati.
"baiklah " ucap bunda Ika antusias.
akhirnya setelah keputusan itu mereka merayakan Dnegan makan bersama , makanan yang dihidangkan merupakan makanan favorit Kiara , namun apalah daya Kiara takut jika nanti lukanya kambuh lagi.
akhirnya setelah makan mereka pulang kerumah masing-masing. didalam mobil Kiara bersandar di kursi mobil sambil memejamkan matanya.
'kenapa aku harus menikah Dnegan orang yang pernah mengkhianati ku ?? orang yang membuatku menderita ? . ya Allah semoga saja aku bahagia hidup bersama Arsen ' batin Kiara pilu.
sedangkan di rumah Arsen langsung menanyakan banyak hal kepada bundanya.
"bunda kenapa lakuin ini sih ??" tanya Arsen
"karena bunda sayang sama kamu , bunda juga suka sama Kiara " jawab bunda Ika mantap.
"tapi kan bunda , sama aja kita maksa Kiara " ucap Arsen
"kamu tau nak , nggak ada yang pernah maksa Kiara , Bu hayati bilang kalo Kiara akan setuju dengan laki-laki pilihan orangtuanya." ucap bunda Ika akhirnya.
"tapi kenapa harus cepet sih bunda ??" tanya Arsen lagi
"bunda pengen punya cucu " jawab bunda Ika mantap.
"tapi kan Ken akan ninggalin bunda sendiri disini " ucap Arsen kepada bundanya.
karena setelah menikah Arsen akan jarang tinggal dirumahnya bundanya , ia akan tinggal dirumahnya sendiri.
"bunda nggak sendiri Kok , ada bik inem sama buk Sumi . " jawab bunda Ika lagi.
Arsen pun pasrah dan ia langsung masuk menuju kamarnya.
saat sampai kamarnya Arsen alngsung merebahkan tubuhnya kasar. dan tiba-tiba terdengar bunyi ponselnya yang menandakan ada pesan masuk.
'nomor nggak dikenal ' batin Arsen.
Arsen pun langsung membuka isi pesan tersebut dan isinya adalah
**08xxxxxxxxxx
gue Kiara
gue mau ketemu sama Lo besok pagi di restoran Deket sirkuit.
hanya kita berdua**
__ADS_1
isi pesan tersebut . mendapat pesan dari orang yang dicintainya membuat Arsen senang bukan main.
"aku yakin , suatu saat nanti kamu akan mencintai ku Ara " ucap Arsen PD.
akhirnya sesuai rencana kemarin , arsen dan Kiara bertujuan di salah satu restoran dekat sirkuit. dan benar saja Arsen datang sendiri tanpa ditemani oleh Ardan.
Arsen sampai lebih dulu dibandingkan Dnegan Kiara. tak berapa lama setelah Arsen datang barulah Kiara datang dengan tangannya masih terdapat sedikit tempelan oli.
Kiara langsung duduk didepan Arsen dengan wajah yang malas mengukir senyuman.
"oke langsung aja , gue ajak Lo kesini cuma mau bilang , kalo gue masih membenci Lo . gue terima lamaran itu bukan karena gue cinta sama Lo , tapi itu semua gue lakuin demi orang tua gue. kalo Lo mau bilang gue jahat , egois , br*ngs*k ,itu terserah Lo. karena apa yang Lo lakuin tidak akan dengan mudah dilupain " ucap Kiara panjang lebar.
"Ara aku minta maaf , kenapa kamu harus seperti ini , kita bisa memulainya dari awal " bujuk Arsen lembut.
"dari awal ? hehhhhh Lo pikir bisa dengan mudah lupain itu semua. " ucap Kiara jengah.
"oh ya satu hal lagi , gue mau setelah kita nikah Lo sama gue tidur di kamar yang berbeda . kalo Lo nggak terima nggak masalah , gue bisa nginep di hotel " lanjutnya lagi.
" Ara ? apa yang kamu katakan?" tanya Arsen terkejut
"seperti yang kau dengar " ucap Kiara sinis.
"apa ada yang Lo mau katakan ke gue ?? oh ya , Lo tenang aja gue bakalan tetep senyum bahagia kok , di hari pernikahan nanti . gue rasa semua udah jelas , gue lagi banyak kerjaan ." ucap Kiara lagi.
setelah itu Kiara meninggalkan Arsen pergi tanpa basa-basi.
akhirnya setelah itu Arsen juga kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya. karena sebentar lagi Arsen akan mencabut dananya dan akan fokus menjalankan perusahaannya dan perusahaan ayahnya.
siang harinya Kiara mendapat undangan makan siang dari Humaira . dan tentu saja Kiara malu untuk menolaknya.
Mereka janjian untuk makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari sirkuit.
"aduhhhh gue telat 5 menit " ucap Kiara mempercepat langkahnya karena malu membuat sahabatnya itu menunggu.
sesampainya Kiara ditempat yang di beri tahu oleh Humaira , Kiara terkejut karena Humaira duduk bersama 2 orang laki-laki.
'kalo itu Kevin , itu pasti Arsen. huhhhh Lo belum tau aja ma kalo gue bakalan nikah sama Arsen 2 Minggu lagi ' batin Kiara menatap ketiga orang yang belum menyadari kedatangannya.
"assalamualaikum ,, hai guys , maaf telat " ucap Kiara basa-basi
mereka bertiga menjawab salam Kiara dan Humaira memperhatikan Kiara dari kepala sampai kaki.
"kenapa ??? ohhh maaf ya , tadi lagi banyak kerjaan makanya nggak sempet ganti baju " ucap Kiara yang paham maksud Humaira.
ya Kiara datang dengan celana jeans yang tidak terlalu ketat dan dengan kemeja andalannya.
"ya udah duduk dulu Kik " ajak Kevin .
__ADS_1
sedangkan Arsen hanya diam saja , karena ia bingung harus ngomong apa . ia takut keceriaan Kiara akan sirna hanya dengan ucapan dari dirinya.
akhirnya setelah itu datanglah makanan yang sudah dipesan oleh Humaira.
"guys , aku pesen makanan tradisional gini untuk mengenang momen momen bahagia kita dulu " ucap Humaira antusias.
Kiara sebenarnya takut untuk memakan makanan yang sudah tersaji tersebut.
'aku harus gimana ?? tapi biar mereka bertiga tau deh ' batin Kiara akhirnya.
akhirnya mereka makan bersama sambil tak lupa berbincang bincang mengenai rencana kedepannya.
sudah beberapa suapan masuk ke mulutnya dan barulah Kiara merasa sesuatu yang pedih di luka bekas tembakan itu.
Kiara menunduk sedikit , dan ternyata bajunya sudah terkena noda darah. Kiara tak tau harus bagaimana , ia meminum air putih dan ternyata darah yang keluar semakin banyak.
Kiara melepas sendok dan garpu ditangannya membuat semua orang terkejut. Kiara memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit itu.
"Ara kamu kenapa ??" tanya Arsen panik.
Humaira terkejut karena melihat darah di kemeja Kiara.
"kia kenapa kemeja kamu berdarah ???" tanya Humaira menitikkan air mata.
"Uma...,tolong ambilkan obatku di tasku " ucap Kiara lemas.
dengan segera Humaira membongkar tas Kiara , dan cukup lama barulah Humaira menemukan beberapa obat di dalam tas Kiara.
"yang mana Kik ??" tanya Humaira menangis.
"semuanya" ucap Kiara masih menahan rasa sakit.
Kevin dan Arsen tak tinggal diam , mereka membantu Humaira membuka plastik obat Kiara.
setelah itu , Arsen memberikannya kepada Kiara dan Arsen juga memberikan segelas air putih kepada Kiara .
Kiara tak menghiraukan Arsen yang memberinya obat , karena ia baru pertama kali merasakan rasa sakit seperti ini .
Dengan mudahnya Kiara menelan kelima obat itu dan mendorongnya dengan air putih.
kemudian Kevin memberikan tisu kepada Kiara untuk membersihkan sedikit noda darah di kemejanya.
setelah beberapa menit barulah Kiara merasa bahwa rasa sakit diperutnya berkurang.
Kiara kemudian meminum sisa air putih di gelasnya dan kemudian membalut lukanya dengan tisu yang diberikan Kevin.
"kamu kenapa kik ????" tanya Humaira sambil menangis.
__ADS_1
"ini semua......