
Tanpa terasa 3 tahun telah berlalu setelah kejadian penembakan itu. hari ini kiara ingin mencari tahu tentang peluru yang ditembakkan angel 3 tahun lalu ke tubuhnya.
"Lo mau kemana Kik ?" tanya Rangga yang melihat Kiara masuk ke ruangan khusus mereka bertiga.
"ntar aja gue kasi taunya " jawab Kiara tanpa menghadap Rangga.
Kiara pun masuk menuju ruangan khusus yg dilengkapi dengan teknologi-teknologi canggih . setelah menjadi salah satu kelompok ahli mesin dunia , mereka merenovasi bengkel Darwin menjadi bengkel besar dan terdapat ruangan pintar .ditempat itu Kiara mencari informasi mengenai apapun , dalam ruangan itu terdapat komputer yang hanya bisa dioperasikan oleh Kiara saja. sebenarnya Darwin dan Rangga juga bisa , tetapi mereka kurang menguasai dibandingkan dengan Kiara.
"oke , gue rasa ini udah waktunya buat gue cari tahu ni peluru " ucap Kiara sambil memandangi peluru itu .
cukup lama Kiara mengulikulik komputernya sehingga dia menemukan apa yang selama ini ia cari.
Kiara terkejut karena peluru yang digunakan angel untuk menembaknya bukanlah peluru sembarangan.
"kenapa dia bisa memiliki peluru ini ? siapa dia sebenarnya ??" tanya Kiara pada dirinya sendiri.
"dan dia sengaja nggak ngabisin gue karena dia ingin gue menderita. tapi kenapa harus gue yang ngalamin ini semua. justru guelah pihak yg paling dirugikan disini." ucap Kiara sedih
"udah pacaran cuma 4 jam , terus dihianati ehhh malah jadi korban balas dendam" lanjutnya lagi.
Sampai sekarang keluarga Kiara hanya mengetahui bahwa ini adalah kejadian tak direncanakan. Kiara sengaja tidak memberi tahu orang tuanya dan keluarganya yang lain agar tidak membebani pikiran.
"ehhh tunggu dulu , berarti salah satu keluarga angel adalah seorang mafia. Di negara ini semua orang tau kalo gue kak Rangga sama kak Darwin adalah sahabat karib kak Alex . dan kak Alex juga sudah memperkenalkan kita ke teman-temannya di
dunia gelap itu. apa salah satu diantara mereka nggak ada yang inget gue ? terus dia bisa ngaku terus minta maaf ke gue " ucap Kiara lagi yang masih bingung dengan semua ini.
"huhhhhh gue bingung , dari pada mikirin ini semua gue lebih baik makan dulu " ucap Kiara merapikan alat-alat yang ia gunakan tadi.
Kiara keluar ruangan itu dengan raut wajah biasa-biasa saja. memang sejak keluar dari rumah sakit 3 tahun lalu kepribadian Kiara berubah 180 derajat. ia menjadi cuek dan bahkan sulit untuk tersenyum.
hanya kepada keluarganya saja Kiara masih menjadi Kiara yang dulu. Kiara kini lebih dewasa dan tentunya lebih kuat.
"makan yok" ucap Rangga sedikit berteriak.
"yok lah , gue juga laper nih " ucap Darwin jujur.
"kita makan apa ?" tanya Kiara ikut nimbrung.
__ADS_1
"makan mie goreng gimana ?? udah lama kita nggak makan mie kan " saran Rangga.
"boleh , gue setuju banget " ucap Kiara setuju.
akhirnya Rangga pun segera memesan makanan sesuai kesepakatan tadi. dan sebenarnya Darwin dan Rangga ingin merayakan keberhasilan Kiara karena sudah melewati masa pemulihannya selama 2 tahun ini.
tak menunggu lama , makanan mereka sudah sampai dan tentu saja mereka langsung menyantap makanan itu.
mereka bertiga sangat kangen makan bertiga sepeti ini hingga mereka sama-sama lahap memakan mie goreng tadi.
Namun setelah memakan sekitar 4 sendok mujung , Kiara berhenti mengunyah dan membelalakkan matanya . ia melepas garpu yang ada ditangannya . ia merasakan ada yang mengalir di perutnya dan terasa perih.
dengan perlahan Kiara melihat ke arah perutnya dan ternyata dugaannya benar . bajunya sudah terkena oleh darah dari bekas luka tembakan itu.
melihat Kiara yang berhenti lebih awal membuat Rangga dan Darwin heran sekaligus takut .
"Kik...." ucap Darwin lembut.
"gue kira gue udah sembuh " ucap Kiara lemas.
"ayo minum dulu " ucap Rangga menyodorkan obat kepada Kiara dengan suara hampir menangis.
Kiara menepis tangan Rangga hingga obat itu terjatuh.
"kik......" ucap Darwin juga dengan nada hampir menangis.
"gue capek , kata dokter setelah 2 tahun luka gue bakalan sembuh tapi ternyata sekarang udah 3 taun tapi masih aja kek gini " ucap Kiara dengan air mata bercucuran karena menahan perihnya luka bekas tembakan itu.
"tapi Lo mau nyerah ? Lo nggak bikin om sama bibi ? nggak mikirin kita ?" bujuk Darwin.
Kiara terdiam , memang selama ini keluarganya selalu menyemangatinya.
akhirnya kiarapun mau untuk meminum obatnya yang tadi diambilkan Rangga. setelah beberapa saat darah berhenti mengalir dari bekas lukanya.
"kita temui dokter Tino " ucap Darwin mantap.
"udah ah gue males , kan udah ada obat. palingan lambung gue belum bisa terima junkfood sama makanan pedas " ucap Kiara akhirnya.
__ADS_1
"Lo yakin ??" tanya Rangga
kiarapun mengangguk tanpa sedikit keraguan.
"besok pagi kita bakalan terbang ke Spanyol untuk mengecek persiapan setiap pabrikan ." ucap Darwin membahas pekerjaan.
"kita Balan keliling dunia lagi guys " sahut Rangga antusias .
"seneng banget Lo diajak keliling dunia , kapan nikahnya Lo ??" tanya Darwin mengejek.
"Lo berdua tenang aja , gue udah ada calon kok , cuma ya belum waktunya aja " jawab Rangga jujur .
"alasan Lo " ucap Kiara tak percaya.
"bener besok aja liat , gue bakalan ajak kalian buat lamar dia " ucap Rangga dengan sombongnya.
"udahlah gue tunggu janji Lo " ucap Darwin dengan nada mengancam.
akhirnya merekapun bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Spanyol besok pagi. memang pekerjaan mereka adalah sebagai pengawas disalah satu pergelaran balapan motor terbesar di dunia.
"Bu, kia mau berangkat ke Spanyol besok sama kak Darwin sama kak Rangga . oh ya ibu sama bapak jagan lupa jaga kesehatan. insyaallah setelah pekerjaan kia selesai kita umrah bareng " ucap Kiara meminta izin kepada kedua orang tuanya.
"iya kamu jaga diri ya nak , jaga kesehatan juga " ucap pak Bahri sambil mengunyah makanannya.
"oh ya , bapak sama ibu nggak usah kerja lagi. rekening bapak akan selalu terisi karena kia mengatasnamakan hadiah kia di kompetisi dulu itu atas nama bapak " ucap Kiara
"iya , terima kasih ya nak " ucap Bu hayati.
"kenapa ibu berterimakasih , itu adalah hak ibu sama bapak . kalo bukan karena ibu sama bapak kia juga nggak bakalan bisa mendapatkan semuanya " jawab Kiara sambil mengunyah makanannya.
akhirnya setelah selesai makan Kiara langsung menuju kamarnya . ia mempersiapkan segala keperluannya selama bekerja kurang lebih satu tahun untuk menjadi pengawas tersebut.
Tak lupa Kiara menyiapkan obat-obatannya seperti biasa.
"huhhhhh , apa gue nggak bakalan bisa makan mie lagi ??? . oh ya gue bakalan ke san Marino nanti , itu artinya gue bisa cari tau tentang peluru ini " ucap Kiara sambil merebahkan tubuhnya.
keesokan harinya......
__ADS_1