Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Kiara sedih


__ADS_3

"kamu kenapa ?" tanya orang itu yang tak lain adalah


"Arsen" ucap Kiara lemah sekaligus tegang.


"kamu kenapa ?" tanya Arsen lagi dengan lembutnya. dan dengan memposisikan tubuhnya terduduk tepat disampingnya Kiara .


Kiara tak sanggup menahan air matanya lagi . ia menangis sejadi-jadinya membuat Arsen merasa hatinya seperti ditusuk-tusuk . akhirnya dengan penuh keberanian Arsen menarik Kiara kepelukannya.


"kamu ada masalah apa ? cerita sama aku. siapa tau aku bisa bantu. aku nggak bisa liat kamu nangis kayak gini. " bujuk Arsen lembut.


'aku pikir kamu selalu baik-baik saja , karena kamu selalu ceria dan bahkan dihutan kemarin kamu yang selalu menguatkan Uma. tapi aku bersyukur karena aku bisa ada disisi kamu ketika kamu dalam keadaan seperti ini. tapi kenapa kamu sulit sekali untuk menceritakan masalah kamu sayang . ooohhhhh arsen , kau berani sekali memanggilnya sayang .' batin Arsen memarahi dirinya sendiri.


tetapi Kiara belum bisa mengeluarkan suaranya ia masih saja terus menangis hingga membasahi baju Arsen.


"udah..." bujuk Arsen lagi dengan sangat lembut.


Akhirnya setelah itu Kiara menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. ia melakukan hal itu berulang-ulang hingga keadaannya kembali stabil.


setelah merasa baikan Kiara tersadar bahwa kali ini ia sedang berada diperlukan Arsen.


'ya ampun kia kamu bodoh banget sih , oh my God aku dipelukan Arsen. tenang kia tenang. astagfirullah haladzim maafin kia ya Allah. ' batin Kiara setengah takut.


akhirnya Kiara pun menarik tubuhnya perlahan menjauh dari pelukan Arsen.


"maafin kia ya , baju kamu jadi basah karena air mata kia " ucap Kiara tulus .


"nggak papa , kamu kenapa ?" tanya Arsen lembut sambil memegang kedua bahu Kiara.


"nggak papa kok , aku cuma kangen sama keluargaku " jawab Kiara sedikit berbohong.


"Ara , maafin aku ya . tadi aku nggak sengaja denger percakapan kamu . kamu Deket banget sama kakak kakak kamu sampe mereka bisa ngerasa kamu nggak baik-baik aja kemaren " ucap Arsen lagi.


"nggak papa kok sen. iya aku emang Deket banget sama mereka. " jawab Kiara lagi.


"udah masuk waktu subuh , yuk kita shalat bareng ." ajak Kiara berusaha mengalihkan pembicaraan agar Arsen tak bertanya lebih jauh lagi .


awalnya Arsen ingin menolak tetapi ia dipaksa oleh Kiara . dan mau tak mau iapun mengiyakan ajakan Kiara.


setelah wudhu , merekapun memutuskan untuk shalat di balkon. karena cuacanya segar sekali.


"kita berjamaah ni ?" tanya Arsen .


"iyalah , " jawab Kiara tersenyum .


akhirnya merekapun melaksanakan shalat subuh berjamaah berdua . setelah selesai shalat mereka pun berdoa memanjatkan keinginan masing-masing.

__ADS_1


'ya Allah ampuni aku yang jarang melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim . dan bahkan kali inipun aku menghadap karena paksaan dari Ara. ya Allah aku tak pernah merasakan cinta seperti ini kepada seorang wanita. Aku berharap aku menjadi lebih baik dari sebelumnya .Dan aku berharap semoga aku bisa hidup bersama dengan Kiara suatu saat nanti. aamiin. ' batin Arsen berdoa


'ya Allah kia memohon agar kak Rangga dan kak Darwin bisa menerima hasil kompetisi itu. walaupun dalam hati kia juga belum bisa menerima kenyataan ini. tetapi Kiara percaya suatu hari nanti usaha dan kerja keras kami agar terbayar . ya Allah semoga kia bisa bahagian ibu sama bapak dan bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya . ' batin Kiara berdoa.


setelah berdoa Kiara mengusap wajahnya dan ketika menurunkan kedua tangannya ia terkejut karena Arsen memandanginya sambil tersenyum .


"apa ?" tanya Kiara heran


"kamu doain aku ya ?" goda Arsen


"ihhh Gr banget . eh tapi kok aku ngerasa kamu jauh lebih ganteng deh kalo selesai shalat " puji Kiara jujur.


"emang aslinya aku ganteng. makanya banyak wanita yang ngantri buat jadi pacar aku " ucap Arsen menyombongkan dirinya .


"uhhhhh kasian sekali mereka karena nggak bisa memilikimu " timpal Kiara dengan suara yang dibuat-buat seperti orang sedih .


"loh kenapa ?" tanya Arsen bingung


"kamu kan udah punya pacar " jawab Kiara mantap .


"udah aku putusin " sergah Arsen tanpa ragu .


"oh ya , kenapa ?" tanya Kiara yang ingin menggoda Arsen


"aku diselingkuhin " lanjut Arsen mantap


"whahahahah" tawa Kiara pecah , karena orang seperti Arsen tenyata bisa diselingkuhin.


"aku serius Kik , malah aku pergoki dia lagi bercinta sama temen ku sendiri ." jelas Arsen tanpa ragu.


seketika Kiara berhenti tertawa.


"oh ya . tapi kamu masih cinta sama dia ?" tanya Kiara tanpa basa-basi.


"nggak lah , sebenarnya sebelum aku putusin dia aku udah cinta sama orang lain . cuma ya aku kan nggak mau nyakitin hati wanita. ehhh malah aku yang disakitin. " jawab Arsen panjang lebar .


'akhirnya kamu bisa tertawa ' batin Arsen . sambil mengukur senyuman di wajahnya.


"ya semoga aja kamu bakalan nemuin yang lebih baik dari sebelumnya ." doa Kiara tulus.


"aku sudah menemukannya , dan aku yakin dia adalah masa depan ku " jawab Arsen mantap .


"ohhh ya ???" tanya Kiara seraya menggoda.


"kamu mau tau ? " tanya Arsen .

__ADS_1


"siapa ?udah ah siapapun itu semoga dia yang terbaik buat kamu " tanya Kiara balik


dan setelah itu mereka melanjutkan obrolan dengan sangat santainya. hingga kiarapun teringat dengan malam puncak kompetisi prince and princess of the world.


"sen , selain gitar kamu bisa alat musik yang lain ???" tanya Kiara mulai serius.


"aku bisa piano , drum bahkan bass " jawab Arsen .


"kalo gitu kamu pilih antara drum dan bass , kita nyanyiin lagu yang rook nanti malem " lanjut Kiara mantap.


"kamu yakin ?" tanya Arsen meminta kepastian.


"aku tak ragi sedikit pun , aku yakin kita bakalan menarik perhatian banyak orang dengan penampilan kita nanti. " ucap Kiara lagi.


"oke baiklah , aku tidak pernah ragu dengan dirimu " Arsen setuju.


dan saat mereka tengah asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mengganggu kebersamaan mereka.


"ehemmm....ehemmm...Lo shalat sen ?" tanya seseorang yang tak lain adalah Humaira .


"kenapa ? Lo nggak suka ?" jawab Arsen pura-pura kasar.


"yaelah , Lo kok gitu amat sih sama sepupu Lo yang cantik ini ." balas Humaira


"ya ya , emang Lo yang paling cantik. " balas Arsen


melihat interaksi antara Humaira dan Arsen membuat Kiara teringat dengan Darwin dan Rangga. seketika air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya .


Arsen yang menyadari hal itupun langsung salah tingkah , karena ia tak tau harus melakukan apa . karena semakin Arsen bercanda , marah dengan Humaira tetap saja Kiara akan mengingat saudara-saudaranya.


"Kevin mana ?" tanya Arsen basa basi


"tuh masih tidur " jawab Humaira


"kenapa Lo nggak bangunin , Lo nggak suruh dia buat shalat . emangnya Lo mau punya calon suami yang jarang shalat ." goda Arsen agar Kiara terhibur .


"Lo apaan sih " ucap Humaira malu .


"udah ah , kalian berdua berantem Mulu. aku mau tidur lagi deh , soalnya kemaren nggak bisa tidur. " ucap Kiara melerai pertengkaran kedua sepupu itu.


"ummm , pantes aja mata kamu bengkak Kik " ucap Humaira. yang sebenarnya ingin bertanya kepada Kiara mengenai matanya yang sedikit membengkak , namun setelah mendengar ucapan Kiara ia tak perlu lagi untuk bertanya.


"Lo sendiri sen , tumben cepet bangun. biasanya Lo sulit banget buat bangun di pagi hari , apalagi ini baru jam 6 . waaahhhh brother gue nggak bisa nahan diri lagi buat nanyak banyak sama Lo " ucap Humaira heran


"ggg....gue..

__ADS_1


__ADS_2