Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
part 17


__ADS_3

Di kediaman Wirayudha, Amira sedang duduk termenung seorang diri di balkon kamarnya. dia tidak menyangka bahwa semua perjuangannya akan sia - sia saat Tadi siang di kantor, bos sekaligus pria yang dia cintai membawa seorang wanita yang di kenalkannya pada seluruh karyawan perusahaannya sebagai tunangan pria itu.


Amira menertawakan kebodohannya yang sudah jatuh cinta pada pria yang sulit dia gapai "bodoh...bodoh" dia merutuki dirinya sendiri.


Dia menyerah dan akan berhenti mencintai Ragil Saputra tekadnya.


Keesokkan harinya dia berangkat ke perusahaan Saputra group tempat dia bekerja beberapa minggu ini. Amira datang bukan untuk bekerja tapi dia datang untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya.


"kamu yakin Amira mau berhenti?" tanya Ibu Susi HRD di sana.


"Ya bu, maafkan saya yang sering merepotkan Ibu"ujar Amira.


"ini gaji kamu " Ibu Susi menyodorkan sebuah amplop cokelat pada Amira.


Amira pun menerima amplop itu "terima kasih." lalu dia keluar dari ruang HRD menuju ruangannya untuk mengambil barang - barangnya.


Saat hendak pergi keluar dari perusahaan Saputra group Amira berpapasan dengan Ragil dan wanita yang kemari di kenalkannya sebagai tunangan pria itu di lobbi.


"ini jam kerja,kamu mau kemana?" tanya Ragil heran melihat Amira hendak keluar dan membawa dus di tangannya .


"sebagai karyawan kamu itu tidak kompeten Tau" ujar Wanita yang kini sedang bergelanyut pada Ragil.


Amira tersenyum sinis "mulai hari ini saya bukan karyawan anda lagi, permisi" dia pun berjalan melewati mereka yang terkejut atas jawab darinya.


Terutama Ragil, dia memang ingin Amira menjauh darinya namun hatinya merasa tak rela jika wanita itu pergi.


"Apa kamu menyesal melihat dia pergi?" tanya Maura, wanita yang di akuin ya sebagai tunangannya.

__ADS_1


"tidak, ini memang yang terbaik" jawab Ragil yang berjalan menuju lift.


"dasar" gumam Maura sambil berjalan menyusul Ragil.


****


Dengan wajah lesu Amira masuk ke dalam rumah melewati ruang keluarga,tanpa sadar jika di sana sedang duduk Ibunya dan pasangan yang baru saja kembali dari bulan baru mereka.


"wah,ada yang lagi patah hati sampe Lupa ucapin salam" kata Asgar membuat adiknya itu berhenti melangkah.


Amira menoleh dan langsung menghampiri mereka "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam" jawab Ibu Misya, Asgar dan Dyfa bersamaan.


"Bunda lihat dari kemarin wajah kamu kok mendung?" Tanya Ibu Misya yang heran pada anak bungsunya yang terbiasa ceria.


"Kok bisa?" tanya Asgar.


Amira duduk di samping Ibunya "Aku ga kerasan."


"Mas kan udah bilang sama kamu " ujar Asgar yang pernah mengingatkan Amira saat adiknya itu ingin kerja di perusahaan Saputra group.


"iya aku emang salah" Amira hanya pasrah jika harus mendapat ceramah dari kakaknya itu.


"Amira pasti Cape" Dyfa mencoba menyelamatkan Amira dari Asgar.


Amira mengangguk "Ya Mas."

__ADS_1


"iya istirahat sana" Asgar tidak bisa membantah perkataan dari istrinya.


Amira memeluk Dyfa sebagai ucapan terima kasih karena Sudah menyelamatkan dia dari kakaknya.


"nanti aku mau curhat kak" bisik Amira sebelum pergi ke kamarnya.


"Bunda juga mau ke kamar Dulu ya" Ibu Misya pun pergi ke kamarnya yang ada di lantai satu.


"Amira bilang apa?" Tanya Asgar penasaran.


"kepo" jawab Dyfa sambil berlalu meninggalkan Asgar sendirian.


"ish,malah di tinggal"Asgarpun bangkit dan menyusul istrinya yang berbelok ke dapur "mau ngapain yang?" tanyanya.


Dyfa mengambil Buah mangga dan nanaso dari kulkas "mau bikin jus" jawabnya sambil mengupas buah yang Tadi dia ambil.


"De,kamu maunya tinggal di sini atau kita tinggal di rumah kita sendiri?."


"aku sih terserah kamu mas."


Asgar mengambil segelas jus mangga yang sudah di buat istrinya "nanti kita bicarakan dengan Bunda Dulu takutnya Bunda masih ingin sama menantunya yang satu ini" godanya.


"mulai keluar gombalnya"seru Dyfa lalu dia membawa segelas jus nanas kesukaan Ibu Misya "aku antar jusnya Dulu ke kamar Bunda ya."


"jangan lama ya,aku tunggu di kamar"goda Asgar.


Dyfa hanya mengangguk dan terus berjalan ke kamar mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2