Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
dianggap bodoh


__ADS_3

Kiara berusaha terlihat biasa saja didepan Ardan .


"mungkin mereka pengen nostalgia . udah ah gue mau sholat. Lo nggak sholat ???" tanya Kiara mengalihkan pembicaraan.


"hehehehe ,, lain kali dah gue " jawab Ardan nyengir.


"lain kali lain kali , inget loh , Lo bentar lagi bakalan jadi ayah , ntar anak Lo ngikut kek Lo kan bahaya ???hahahahah" ucap Kiara mengejek Ardan sambil tertawa.


"ya elah Lo jujur amat Kik" ucap Ardan khawatir dengan ucapan Kiara.


akhirnya Kiara pun segera melaksanakan shalat Dzuhur. setelah itu ia mengambil ponselnya dan melacak keberadaan Arsen.


Arsen ternyata berada tidak terlalu jauh dengan kantornya. Dengan sangat mudah Kiara mendapatkan rekaman cctv yang tepat mengabadikan keberadaan Arsen.


"ihhh kok gue cemburu ya ??? ini juga kan salah gue , kenapa juga gue nggak pernah Nerima cinta Arsen . ehh tapi Arsen juga salah , kok bisa-bisanya dia pergi makan tanpa ajak gue " ucap Kiara geram.


bukan Kiara namanya jika ia larut dalam kecemburuannya. ia memilih untuk melihat rekaman cctv yang ada dikantor Arsen .


Tak berapa lama , seseorang mengetuk pintu ruangan Kiara yang tak lain adalah Arsen.


Kiara membukanya dan menunjukkan ekspresi yang biasa saja.


"nih aku beliin kamu makanan , kamu belum makan kan ??" tanya Arsen sambil memberikan sebuah kotak makanan.


"wahhhh makasi , kamu udah makan ??" ucap Kiara antusias dan basa-basi bertanya kepada Arsen.


"udah kok....tadi....." ucap Arsen terputus.


"Dan Lo dimana ??? " ucap Kiara berteriak memanggil Ardan .


"Kik gue lagi makan " jawab Arsen setengah berteriak.


kiara pun menghampiri Ardan dan ikut makan bersama sepupu suaminya itu .


setelah selesai Kiara kembali ke dalam ruangannya dan melanjutkan kegiatannya , yang kali ini menonton drama Korea.


Tak terasa hari sudah sore , Kiara bersiap-siap untuk pulang ke rumah bersama Arsen . Didalam mobil Kiara hanya diam sambil melihat kaca jendela mobil .


Arsen tak menegur karena ia menganggap Kiara sedang lelah dan ingin beristirahat.


sesampainya di rumah , Kiara berpamitan pada Arsen untuk masuk ke kamarnya .


Saat Arsen ingin mencium kening Kiara , Kiara malah menghindar dan langsung masuk ke kamarnya.


'apa dia cemburu ??' batin Arsen bertanya-tanya.


Malam harinya kiara dan Arsen makan bersama dengan menu nasi goreng yang mereka beli secara online.

__ADS_1


Setelah selesai makan , mereka kembali menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.


Didalam ruang kerjanya Arsen memikirkan bagaimana cara agar dia dan Kiara menjadi pasangan suami istri yang seutuhnya .


'gimana caranya ??? sampe kapan gue kayak gini terus , gue kan pengen punya anak kek , masa iya Kevin sama Ardan mau punya anak , sedangkan gue nggak pernah ngelakuin itu sama sekali ' batin Arsen sambil mengacak-acak rambutnya.


Keesokan harinya , mereka berdua berangkat bersama menuju kantor. Sesampainya di kantor ternyata ada sebuah bazar yang diselenggarakan oleh salah satu supermarket yang ada disana.


Tentu saja , Arsen tidak ingin karyawan-karyawannya tidak profesional karena tergiur untuk berbelanja.


akhirnya iapun membuat sebuah pengumuman kepada seluruh karyawan agar kembali bekerja sampai jam 1 siang , dan setelah itu mereka diperbolehkan untuk mengunjungi bazar tersebut .


"sayang ,, kamu nggak tertarik ke bazar itu ??? siapa tau ada makanan atau minuman kesukaan kamu ??" tanya Arsen


"nggak usah deh , aku males , aku diem aja disini , nggak papa kan ??" tanya Kiara


"nggak papa lah sayang , tapi aku nggak bisa nemenin , aku sama Ardan mau cek laporan keuangan dulu di lantai 10" ucap Arsen.


"iya nggak papa " jawab Kiara .


Sampai jam 1 siang Arsen belum kembali bersama Ardan membuat Kiara kelaparan. Ia malas untuk makan sendirian.


ceklek.......


Kiara senang , karena pintu masuk ruangan Arsen dibuka , ia mengira bahwa itu adalah Arsen dan Ardan.


"kamu ???" tanya Kiara heran


"iya , kenapa ??" tanya Kiara heran.


"nama yang nggak berkelas. " jawab orang itu mantap .


seketika darah Kiara mendidih dan ingin segera menghajar orang tersebut.


"awalnya aku takut akan tersaingi dengan istrinya Arsen , ternyata aku salah , kamu ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku " ucap orang itu lagi dengan nada sombong.


"hehhhhh," jawab Kiara sedikit terkekeh.


orang itu yang tak lain adalah gina , kemudian duduk tepat didepan Kiara.


"tinggalin Arsen " ucap gina mantap


"apa urusan mu ??" tanya Kiara pura-pura polos.


"karena dia adalah milikku , Jika kau tidak meninggalkannya maka aku akan memberimu pelajaran" ucap gina mengancam Kiara.


"haaahhhh apa maksudmu ??" tanya Kiara pura-pura takut.

__ADS_1


"bod*h , ternyata kau lebih lemah dari apa yang ku bayangkan " ucap gina merendahkan Kiara.


sedangkan dalam hatinya , Kiara tertawa terbahak-bahak karena gina begitu sombong . ia tak tahu bahwa siapa sebenarnya Kiara.


"siapa yang kau bilang lemah ??" tanya Kiara polos.


"kau " jawab gina mulai geram.


"aku tidak lemah , buktinya aku bisa memperbaiki blender dirumahku " jawab Kiara lagi.


"kauuuu" ucap gina mengepalkan kedua tangannya.


"lihat saja apa yang akan ku lakukan , aku akan membuat semua orang menjauhimu , termasuk Arsen " ucap gina mengancam.


'silahkan lakukan saja , kau pikir aku akan diam begitu saja . lihat saja , kau akan tahu siapa diriku yang sebenarnya ' batin Kiara


gina kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil yang merupakan salah satu peralatan make up yang bisa digunakan untuk menambahkan warna pada kelopak mata.


Kiara terkejut, karena gina mengaplikasikan benda itu ditempat-tempat yang tidak biasa.


'kau ingin memfitnahku ??' tanya Kiara dalam hatinya dengan wajah yang seolah-olah bingung dengan apa yang dilakukan oleh gina.


gina ingin memperlihatkan pada semua orang bahwa terdapat banyak memar di tubuhnya , seperti di lengan, kaki , hingga wajah.


"kenapa kau memakainya di lengan dan kakimu ??? bahkan kau menggunakannya di sudut bibir mu juga ??" tanya Kiara dengan ekspresi heran.


'hehhh ternyata istrinya Arsen sangat bod*h ' batin gina meremehkan.


"lihat aja apa yang akan ku lakukan karena kau tidak mau menuruti kata-kataku " ucap gina dengan sombongnya.


"aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan " ucap Kiara pura-pura polos.


"sudahlah , ayo ikut denganku " ucap gina mengajak Kiara


"kemana ???" tanya Kiara heran


"aku bilang ikut ya ikut , atau kalau tidak aku akan membunuhmu disini " ucap gina mengancam Kiara.


Kiara membelalakkan matanya seolah-olah ia takut dengan ucapan gina.


Kiarapun akhirnya mengikuti gina masuk menuju lift.


"kenapa kau menekan tombol nomor satu ??? kau ingin aku mengantarmu pulang ???" tanya Kiara dengan nada polosnya.


"aku yang akan mengantarmu pulang " jawab gina dengan sombongnya.


"tidak perlu , aku akan pulang bersama suamiku. kau tidak perlu repot-repot " ucap Kiara solaholah sungkan.

__ADS_1


Gina sudah sangat geram dengan tingkah Kiara yang begitu bod*h menurutnya.


Didalam lift....


__ADS_2