
"kamu mau mandiin aku ??" tanya Arsen menggoda
"iyalah , kenapa ??? kamu malu yaaaa" jawab Kiara ikut menggoda Arsen.
"nggak , aku nggak masalah kok jika kita melakukannya sekarang " balas Arsen menggoda.
Wajah Kiara terlihat tegang , ia tak tahu harus berkata apa.
cup...
"udah , aku bisa mandi sendiri kok, cuma nanti aku minta bantuan kamu buat pakein baju . nggak papa kan ??" ucap Arsen mencairkan suasana.
"bener nih ?? " tanya Kiara memastikan.
Dan Arsen pun mengangguk dan tersenyum. Kiara pun akhirnya membantu Arsen berjalan menuju kamar mandi. lalu setelah itu ia menyiapkan sarapan didapur.
Tak lama setelah menyiapkan sarapan didapur Kiara kembali ke kamar dan melihat Arsen yang berusaha memakai celananya dengan satu tangan .
Segera Kiara membantu Arsen , karena ia tak mau jika tangan Arsen makin parah.
Setelah Arsen siap , kiarapun menyiapkan dirinya sendiri. Kali ini Kiara membuat Arsen tercengang .
Kiara membuka bajunya didepan Arsen tanpa canggung lagi .
"sayang ??" tanya Arsen heran.
"apa ??? kamu kaget ya ???hahahah " jawab Kiara sambil membalik badannya dan memperlihatkan bentuk tubuh idealnya kepada Arsen .
"udah biasa aja" ucap Kiara karena melihat tatapan Arsen yang sulit diartikan.
"tunggu bentar ya , aku suka lama soalnya " lanjut Kiara lagi .
"iya sayang nggak papa "jawab Arsen.
Arsen melihat Kiara dari atas sampai bawah. sungguh Kiara benar-benar sudah berubah. Kiara menjadi lebih feminim menggunakan sedikit make up sehingga tetap memancarkan kecantikan naturalnya.
"ayo berangkat " ajak Kiara sambil memasukkan ponselnya ke saku celana.
Arsen menarik Kiara untuk duduk dihadapannya .
"kamu cantik banget sayang " ucap Arsen tulus sambil memegang sebelah pipi Kiara dengan tangan kirinya .
Kiara hanya tersenyum manis dengan pujian suaminya itu. Arsen pun tak tahan untuk tidak menci*m bibir Kiara. Arsen menc*um bibir manis Kiara itu dengan sangat lembut. Dan untuk pertama kalinya , Kiara membalas c*uman Arsen .
Cukup lama mereka melakukan hal itu barulah mereka melepaskan satusama lain. baik Kiara maupun Arsen samasama saling menghapuskan bekas ci*man mereka itu .
Setelah selesai , Arsen pun melanjutkan dengan mincium kening dan kedua pipi Kiara.
"udah ayo kita berangkat , kan ada meeting hari ini " ucap Kiara menghentikan aktivitas mereka.
Kiarapun membantu Arsen menuruni tangga menuju ruang makan untuk sarapan.
"kamu makan aja duluan , aku mau panasin mobil dulu " ucap Kiara
"mobil ??? bukannya mobilku masih dibengkel ??" tanya Arsen heran.
__ADS_1
"kemarin Ardan bawa mobil kesini pas kamu lagi istirahat " jawab kiara menjelaskan.
Arsen pun mengangguk dan Kiara langsung pergi untuk memanaskan mobil.
Setelah itu Kiara kembali untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.
setelah selesai mereka berdua pun akhirnya berangkat menuju kantor.
Di perjalanan , Arsen tak henti-hentinya menatap Kiara yang sedang fokus mengemudikan mobil.
tiba-tiba ponsel Kiara berbunyi dan ia langsung mengangkat telpon tersebut.
"Hallo , ada apa ??" tanya Kiara
"ya maaf gue lagi sibuk soalnya , Lo tau kan adek kesayangan Lo ini orangnya rajin banget " ucap Kiara lagi.
"Desainnya udah jadi , nanti gue kirimin ya , gue lagi nyetir nih " ucap Kiara lagi lalu mematikan sambungan telponnya itu.
Setelah Kiara selesai berbicara ditelpon, Arsen pun akhirnya bertanya kepada Kiara.
"siapa sayang ??" tanya Arsen.
"Darwin , biasa dia nanyain desain " jawab Kiara tetap fokus
"kamu Deket banget ya sama Darwin sama Rangga ??" tanya Arsen penasaran dari dulu.
"walaupun mereka cuma sepupu ku tapi mereka itu sayang banget sama aku. apalagi anak-anak mereka lebih sering sama aku dari pada ibunya sendiri. hahahah" jawab Kiara jujur
Arsen tidak bertanya lagi karena mereka sudah sampai di kantor Arsen. Kiara memarkirkan mobil mereka dan langsung turun dan mengambil kursi roda untuk Arsen.
sepanjang jalan , seluruh karyawan yang melihat Arsen menunduk tanda mereka mendoakan agar Arsen segera sembuh.
"wahh serasa dikorea ya " ucap Kiara sambil terus mendorong Arsen menuju lift.
"kamu bisa ja " balas Arsen.
akhirnya mereka sampai diruangan meeting yang dimana , semua kolega Arsen terkejut melihat kondisinya yang berada di kursi roda.
"apa yang terjadi dengan anda tuan Keenan ??" tanya seorang kolega Arsen
"apakah dia nyonya Keenan ???" tanya salah satu diantara mereka lagi .
"iya , dia adalah istriku , Alesya. " ucap Arsen memperkenalkan Kiara.
"maaf karena aku terlambat , kemarin aku mengalami kecelakaan jadi butuh waktu untuk bersiap-siap " ucap Arsen lagi.
Kiara tersenyum manis kepada para kolega suaminya itu.
"nyonya , sepertinya anda saya tidak asing dnegan anda" ucap seseorang lagi.
"iya , kau benar , bukannya anda adalah Ale , salah satu teknisi di sirkuit itu ???" tanya seseorang lagi.
"iya benar , saya adalah Ale. senang bertemu dnegan kalian " jawab Kiara ramah.
setelah itu merekapun memulai rapat , sedangkan Kiara menunggu Arsen disebuah ruangan yang tidak begitu jauh dari sana.
__ADS_1
Siang harinya , Ardan membawakan makanan untuk dirinya Arsen dan kiara.
"ayo kita makan " ajak Ardan ketika melihat Kiara dan Arsen yang masih berkutat dnegan laptopnya .
"tunggu bentar , tinggal dikit lagi nih " jawab Kiara.
Tak berapa lama , Kiara sudah selesai mengirim beberapa file kepada Darwin.
setelah itu ia menghampiri Arsen dan Ardan yang sudah bersiap-siap untuk makan. Kiara duduk didekat Arsen yang duduk di kursi rodanya.
Kiara menyuapi Arsen terlebih dahulu , barulah ia menyuapi dirinya sendiri.
"Lo berdua so sweet banget sih " ucap Arsen kesal karena merasa menjadi pengganggu
"makanya sesekali suapi Cantika supaya Lo nggak iri liat kita berdua. hahahaha" ucap Kiara menertawai sepupu suaminya itu.
Arsen hanya ikut tertawa melihat interaksi antara istri dan sepupunya itu.
Malam harinya , seperti biasa ketika tidur Kiara memeluk tubuh Arsen penuh perhatian. Ia sudah sangat mencintai Arsen dan takut kehilangan orang seperti Arsen.
"sayang , aku mencintaimu " ucap Arsen.
"aku juga mencintaimu " balas Kiara.
"oh ya sayang , apa kita nggak bakalan kasi tau bunda ??" tanya Kiara lagi.
"tidak usah , kasian bunda nanti khawatir . besok kalo aku udah baikan kita ke rumah bunda ya , kita ke rumah ibu sama bapak juga " ucap Arsen
setelah itu merekapun mulai terlelap dan menyelami alam mimpi masing-masing.
Kiara sudah terbiasa berada diperlukan Arsen dan memeluk tubuh Arsen. Bahkan ia sudah siap jika Arsen mengambil haknya kapanpun.
semakin hari kondisi Arsen semakin membaik , bahkan tangan kananya sudah bisa digunakan seperti sediakala.
Pagi ini Arsen bangun lebih dulu dibandingkan dengan Kiara. Arsen memposisikan tubuhnya duduk ditempat tidurnya dan meregangkan otot-otot tubuhnya.
setelah itu , ia kembali berbaring , namun kali ini ia menghadap ke arah Kiara dan memperhatikan wajah yang selama ini mengisi hatinya.
'aku mencintaimu sayang ' batin Arsen sambil menyingkirkan rambut Kiara dari wajah Kiara.
Arsen meraba wajah Kiara yang halus nan lembut itu dengan tangan kanannya.
'wajah kamu lembut sekali sayang , siapa yang akan mengira kalau istriku ini sering panas-panasan dan bermain oli ' batin Arsen memuji kecantikan Kiara.
Tak berselang lama , Kiara mulai terbangun dan dan matanya langsung tertuju pada Arsen yang ada didepannya.
"kamu udah bangun ??...hoammm" tanya Kiara sambil menutup mulutnya karena menguap.
"dari tadi " jawab Arsen lembut.
"kenapa nggak bangunin aku ???" tanya Kiara menghadap Arsen.
"aku seneng liat kamu tidur , kamu jadi imut banget kalo lagi tidur " jawab Arsen jujur.
kemudian....
__ADS_1