
Di sebuah rumah mewah bergaya klasik kediaman keluarga Wirayudha semua pekerja di rumah itu sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kembalinya putra kedua dari keluarga Wirayudha.
Sang Nyonya rumah begitu antusias menyiapkan segalanya Sampai dia sendiri yang memasak untuk putranya.
"Bunda,banyak sekali masakannya?"tanya Amira putri Wirayudha pada Ibunya yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"Sudah lama kakakmu tidak pulang jadi bunda ingin menyambut dia dengan spesial"ujar Ibu Misya pada putri bungsunya itu.
"kali ini Mas Asgar menetap ya bun?".
Ibu Misya mengangguk"Ya,Bunda senang akhirnya Mas mu Akan tinggal sama kita".jawab nya sumringah.
Tak lama terdengar suara deru Mobil yang masuk halaman rumah mewah itu.Ibu Misya dan Amira segera keluar menyambut orang yang sedari Tadi mereka nantikan.
" Assalamualaikum ".ucap mereka yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"waalaikumsalam".sahut Ibu Misya dan Amira.
Ibu Misya langsung memeluk putra keduanya itu dengan penuh kerinduan "Bunda kangen sama kamu nak".
Asgar tersenyum dan membalas pelukan sang Bunda"Aku kangen juga sama Bunda".
"Ehemm...."
Ibu Misya melepaskan pelukannya dengan Asgar dan menoleh pada suaminya"Ada apa Ayah?".
"Kalian tidak usaha pelukan seperti itu".ucap Pak Wira sambil berlalu.
Asgar merangkul Ibunya sambil tertawa"Ayah cemburu bun".
"udah tua juga ngapain cemburu".sewot Ibu Misya sambil menggandeng putranya.
setelah beristirahat sejenak,mereka pun berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan malam yang khusus di siapkan oleh Ibu Misya.
"Jadi kamu ga Akan balik ke Australia lagi kan?".tanya Ibu Misya Pada Asgar.
Asgar mengangguk"aku akan menetap bu".
"Ya iyalah menetap,pujaan hatinya sekarang dah jadi janda".celetuk Asrul putra pertama di keluarga Wirayudha.
Ibu Misya menatap tidak percaya pada putra-putranya itu"siapa?".
Amira pun tertawa saat ingat siapa yang di maksud oleh kakak pertamanya."itu loh Bunda,cinta monyetnya Mas Asgar".sahut Amira.
"Dyfa?".
Asgar menyudahi makan malam nya "tidak masalahkan aku masih menyukai dia?.dia cinta pertamaku".
__ADS_1
****
Asgar berdiri di balkon kamarnya.dia menatap langit cerah yang bertaburan bintang.dia sedang membayangkan jika Dyfa sedang sama2 menikmati indahnya langit malam ini.
"aku Sudah kembali Dyfa,aku akan datang padamu segera".Asgar bermonolog.
****
Dyfa Sampai ke rumah orang tuanya pada malam hari.rumah nampak sepi mungkin para penghuninya Sudah berada di dalam kamarnya masing-masing.
Dyfa naik ke lantai 2 menuju kamarnya.setelah membersihkan diri dia berbaring di tempat tidur dan menatap langit - langit kamarnya.lambat laun diapun tertidur.
Keesokkan harinya saat Dyfa hendak berangkat ke kafe,ayahnya meminta dia untuk duduk sebentar karena ada yang ingin Pak Doni bicarakan.
"ada apa Yah?".tanya Dyfa yang masih duduk di meja makan
"Nanti malam pulanglah lebih awal"
"Apa ada yang mendesak Yah?".tanya Dyfa lagi.
Pak Doni menghela nafas pelan"kamu pasti kenal dengan Andi putranya teman Ayah".
"Ya".
"Dia Sudah lama menduda,jadi dia ingin mengenal kamu lebih dalam".
"alah,jangan so jual mahal kamu Dyfa".timpal Ibu Ami ketus"emang kamu ga malu jadi janda?".
"jadi janda bukan pilihanku Bu,tapi aku baru 4 bulan berpisah masa Sudah menikah lagi".
"tapi Ibu malu sama tetangga".
"kenapa mesti malu bu?aku ga bikin salah".bela Dyfa.
"pokoknya kamu harus mau sama si Andi".putus Ibu Ami.
"Maaf bu,aku ga bisa".
Ibu Ami mengebrak meja dengan emosi"kamu itu cuma bisa bikin malu keluarga aja tau".
Dyfa menatap Ibu Ami dengan penuh kekecewaan"Bu,tolong jangan terus memojokkan aku".
"kalo begitu kamu harus setuju dengan keputusan kami".sahut Pak Doni kembali bersuara setelah mendengar perdebatan antara istri dan anak sulungnya.
"Ayah,kali ini jangan paksa aku lagi".Dyfa bangkit dari tempat duduknya"aku Sudah cukup mengalah dan selalu menuruti keinginan kalian,aku Cape Yah".
"kalau begitu bereskan semua pakaianmu"dengan emosi Ibu Ami mengusir putrinya itu.
__ADS_1
"Bu".Pak Doni terkejut dengan kata-kata istrinya.
"Ibu benar2 malu sama kamu"
"Aku begini karena kalian"ucap Dyfa lirih"sejak Dulu kalian Sudah mengatur hidupku Sampai aku harus rela putus sekolah supaya adik-adikku bisa terus mengenyam pendidikan".
"itu kewajiban kamu".ujar Ibu Ami tanpa bersalah.
Dyfa tertawa sinis"kewajiban"Dia mengulang kata - kata Ibunya"di usia 14 tahun disaat teman - temanku masih menikmati masa remajanya dan masa sekolahnya,aku harus bekerja sebagai pengasuh untuk memenuhi kebutuhan sekolah adik - adikku lalu ketika aku berhenti Ibu malah mengirimku ke luar kota hanya untuk menjadikan ku seorang pembantu".Dyfa mencoba mengingatkan orang tuanya.
"apa aku pernah menolak?".tanya Dyfa.
Pak Doni dan Ibu Ami bungkam seketika.
"tidak pernah"lanjut Dyfa."Sampai menikah dengan Mas Ardi pun kalian yang memutuskan"
"Kak cukup".teriak Dimas yang baru masuk ke ruang makan.
Dyfa menoleh pada Dimas kemudian dia bertepuk tangan"Anak kesayangan rumah ini Sudah muncul".
"Kak".
"selama ini aku selalu di tuntut ini itu oleh kalian tapi kalian tidak pernah menghargaiku.yang kalian banggakan hanyalah Syfa dan Dimas".
"salah sendiri"gumam Ibu Ami pelan tetapi masih bisa di dengar oleh semua nya.
"Bu,kenapa aku selalu di bedakan dengan adik - adikku?".
Ibu Ami membuang muka mendapat pertanyaan yang di lontarkan oleh Dyfa.
"Apa aku bukan anak kalian?"tanyanya lagi.
Plak
sebuah tamparan mendapat di pipi Dyfa hingga membuatnya hampir terjatuh dan pelakunya adlah Pak Doni.
"Diam kamu"Bentak Pak Doni."pergi dari sini"
Dyfa tertawa sambil memegang pipi yang terkena tamparan dari ayahnya"baik Ayah aku akan pergi dari sini".lelah hati karena kedua orang tuanya terus egois diapun naik ke kamarnya.
Dia memasukkan pakaian dan barang - barang pribadinya kedalam koper.sejenak dia melihat ke setiap sudut kamarnya yang lebih kecil di bandingkan kamar adiknya.tapi dia tidak mengeluh sedikitpun.karena bagi Dyfa kebahagiaan orang tua dan adik - adiknya adalah segalanya.
Saat Dyfa turun Sudah tidak ada siapapun di ruang makan maupun di ruang Tamu.dengan langkah pelan Dyfa berjalan keluar rumah berharap salah satu dari mereka mencegah dia pergi.
Namun sayang,tidak ada seorangpun muncul hingga taksi online yang dia pesan sebelum keluar kamar tadi Sudah tiba.
Untuk terakhir kalinya Dyfa berbalik melihat rumah tempat dia di besarkan"Aku pergi bukan untuk selamanya Ayah,Ibu dan juga adik - adikku.Assalamualaikum".ucap Dyfa di dalam hati,kemudian Dyfa masuk kedalam taksi online dan meninggalkan rumah penuh kenangan itu.
__ADS_1