
saat Kiara sedang asyik menyuapi Arsen tiba-tiba datanglah seorang dokter dan suster untuk memeriksa Arsen.
"selamat siang tuan Keenan bagaimana keadaan anda ??" tanya dokter itu memastikan keadaan Arsen .
"saya sudah merasa lebih baik, hanya lengan kanan saja yang terasa sakit jika digerakkan " jawab Arsen.
"karena benturan itu tangan anda mengalami trauma dan harus diistirahatkan selama beberapa hari agar kondisinya normal kembali. dan kami sarankan agar anda memakai kursi roda , karena bisa saja kaki anda juga mengalami trauma sewaktu-waktu " ucap dokter Arya menjelaskan.
"kapan suamiku bisa pulang ??" celetuk Kiara.
Arsen heran mengapa Kiara terlihat mengenal dokter itu.
"Nanti sore jika tidak ada keluhan lagi , tuan Keenan bisa pulang " jawab Arya
"terima kasih dokter " ucap Arsen
Dokter Arya pun pamit setelah mengecek tubuh Arsen.
setelah dokter Arya pergi , Arsen mulai bertanya pada istrinya mengenai hubungannya dengan dokter itu.
"kamu kenal sayang ??" tanya Arsen
"iya , dia temen SD ku " jawab Kiara
"tapi kok tatapannya ke kamu kok gitu ya ??" tanya Arsen cemburu.
"kamu cemburu ya ???" tanya Kiara menggoda suaminya itu.
"tentu saja " jawab Arsen mantap.
"Dulu aku pernah suka sama dia " jawab Kiara mantap.
"tapi itu dulu , sekarang kan udah ada kamu. udah kamu jangan pikirin itu , itu cuma buat senengseneng pas masih SMP dulu " ucap kiara karena melihat ekspresi Arsen yang tidak biasa.
"ohh gitu " ucap Arsen akhirnya.
"Ardan mana ??" tanya Arsen lagi.
"tuh masih tidur , siapa yang ke kantor ??" tanya Kiara
"paling Ardan sudah ngehandlenya , kamu jangan khawatir. oh ya apa bunda tau aku kecelakaan ??' tanya Arsen lagi.
"kata Ardan , jangan kasi tau bunda , jadi aku nggak kasi tau bunda deh " jawab kiara yang membuat Arsen lega.
setelah itu merekapun melanjutkan istirahat mereka , sedangkan disaat Arsen dan Kiara masih tertidur justru Ardan terbangun. Ardan begitu terkejut karena jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.
Ardan pun langsung merogoh kantongnya untuk mencari ponsel pintarnya dan menghubungi istrinya.
Sore harinya benar saja Arsen dibolehkan untuk pulang.
"anda harua meminimalkan berjalan untuk mengantisipasi adanya trauma di kaki anda. tetapi biasakan untuk berjalan-jalan selama kurang lebih 10 menit setiap harinya " ucap raya menjelaskan.
__ADS_1
"baik dokter " jawab Arsen.
"ya sudah Arya , kami pamit dulu " ucap Kiara mendorong kursi roda suaminya itu.
"sayang biarlah perawatan yang mendorongku , nnati kamu lelah " ucap Arsen
"nggak papa kok , apa kamu mau didorong sama perawat yang cantik-cantik itu yaa¿?" tanya Kiara dengan suara sedikit berbisik.
sedangkan Arya masih saja ternganga melihat Kiara dan Arsen yang begitu dekat.
"dok ??" ucap suster itu menyadarkan Arya dari lamunannya.
"ehhh ada apa suster ??" tanya Arya terkejut.
"mari koat periksa pasien yang lain " jawab suster itu dan langsung diangguki Arya.
Sesampainya didepan rumah sakit , mereka berdua menunggu kedatangan Ardan yang mengambil mobil.
"sayang kamu kesini pake apa ??" tanya Arsen
"aku pake motor " Jawab Kiara.
"kalo gitu , kamu bawa motornya hati-hati ya , jangan ngebut . biar aku sama Ardan aja " ucap Arsen.
"nggak papa sayang , nanti aku bisa balik ambil motor ku kesini " ucap Kiara tak mau meninggalkan suaminya itu.
"udah nggak papa, inget perjanjian kita ??". gertak Arsen karena gak ingin istrinya lelah karena bolak-balik.
Kiara membantu Arsen masuk ke mobil dengan sangat hati-hati , ia tak mau jika suaminya merasakan sakit lagi.
Kiara kemudian pergi ketempat parkir untuk mengambil motor kesayangannya itu. Kiara membuntuti mobil Ardan untuk menjaga suaminya itu.
sesampainya dirumah lagi-lagi Kiara ingin dirinyalah yang membantu suaminya.
"Lo berdua gitu ya , sudah baikan nggak peduli lagi Ama gue " ucap Ardan ngambek.
"Lo kek nggak pernah dimabuk cinta aja " ucap Arsen.
"udah nggak usah baper , ayo masuk dulu " ajak kiara.
"nggak ah , liat kalian berdua buat gue di Du Ama istri gue. gue langsung balik aja . assalamualaikum " ucap Ardan langsung pergi meninggalkan kediaman Arsen dan Kiara.
Kiara kemudian membawa Raden masuk ke dalam rumah.
"sayang aku tidur di bawah aja ya nggak papa kan ???" tanya Arsen
"loh kenapa ?? nanti aku bantu naik ke atas , kamu kan juga disuruh jalan semala 10 menit " ucap Kiara.
Dan benar saja ketika sudah sampai tangga , Arsen turun dan Kiara langsung membantu Arsen utnuk berjalan.
Sebenarnya terdapat sedikit rasa nyeri dikakinya jika digerakkan , tapi Arsen takut jika ia tak membiasakan maka ia akan sulit berjalan lagi.
__ADS_1
Dengan telaten mereka meniti anak tangga itu hingga sampai dikamar Arsen.
sesampainya dikamar arsen , kiara langsung membaringkan Arsen diatas ranjang dan memintanya untuk beristirahat.
"sayang aku mau mandi " ucap Arsen merasa tubuhnya gerah.
"jangan mandi dulu, biar aku bantuin lap ya " ucap Kiara dan langsung mengambil seember air dan sebuah handuk tipis.
Kiara pun membantu Arsen melepaskan pakaiannya. Kiara sudah tak merasa malu lagi melihat tubuh Arsen tanpa sebuah pakaian. Ya walaupun ia belum melihat secara langsung anggota tubuh Arsen yang paling sensitif karena ia memilih untuk tidak membuka pakaian dalam.
Arsen merasa beruntung memiliki kiara , dalam kondisi seperti ini , akhirnya ada orang yang merawatnya.
setelah selesai mengelap tubuh Arsen , Kiara kemudian memakaikan pakaian yang tentunya tidak akan membuat Arsen merasa kesakitan.
Malam harinya mereka makan malam bersama dikamar. Kiara menyuapi Arsen dan tentunya dirinya sendiri.
Setelah itu tepat pukul 9 malam Kiara membantu Arsen membaringkan tubuhnya dan dia ikut terbaring di samping arsen.
"ayo tidur " ucap Kiara sambil melingkarkan tangannya ditubuh Arsen.
"kenapa memelukku ?? bukannya kemarin malam kamu nggak mau aku peluk ??" tanya Arsen menggoda.
"OOO mau yang kek tadi malem ?? oke , aku bakalan tidur dibawah aja " ancam Kiara
"ihh sayang kok kamu marah sih , aku kan cuma bercanda " ucap Arsen membela diri.
"iya-iya , ayo tidur . biar cepet pulih " ucap Kiara memeluk Arsen erat.
Arsen pun langsung memejamkan matanya dan Kiara juga begitu , memeluk tubuh kekar Arsen bagaikan memeluk guling kesayangannya.
Pagi harinya , Kiara terbangun lebih dulu. Ia kemudian langsung kekamar mandi dan barulah setelah itu ia melaksanakan shalat subuh.
Tanpa Kiara sadari ternyata Arsen sudah terbangun dan memperhatikan dirinya yang tengah beribadah. Setelah selesai , Kiara terkejut karena melihat Arsen sudah membuka mata.
"ehhh udah bangun , sekarang mau ke kantor ??" tanya kiara mendekati Arsen.
"tentu saja , jari ini aku ada meeting penting " jawab Arsen
"ya udah , ayo mandi dulu , pokoknya Selama masa pemulihan aku bakalan jadi tangan kamu " ucap Kiara antusias.
"udah kamu diem aja dirumah , biar Ardan nanti uang jemput aku " ucap Arsen
"nggak , pokoknya aku bakalan tetep temenin kamu kemana aja " ucap Kiara kekeh.
"iya sayang iya " balas Arsen akhirnya.
Kiarapun mencium pipi Arsen dan membantunya untuk bangun dari tidurnya.
"kamu mau mandiin aku ???" tanya Arsen menggoda
".....
__ADS_1