Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Terjadi


__ADS_3

"ya Allah, terima kasih semuanya. sebenarnya dulu aku ikut kursus masak sama kakak ku " ucap Kiara jujur.


"kakak siapa ??" tanya papi Humaira dan bunda Ika bersamaan.


"kak Rangga " jawab Kiara mantap.


"oh ya ??? pantes saja kalian terlihat dekat sekali " ucap Cantika terkejut.


"sebenarnya dulu tu kita berdua cuma mau ikut kursus mesin aja , tapi Kak Darwin sengkokol sama pihak kursus , Kalo kita tu belum bisa langsung masuk ke kursus mesinnya sebelum mengikuti 3 kursus dulu. " ucap Kiara menceritakan kehidupannya bersama kedua saudaranya itu.


"dan ketiga kursus itu udah ditentuin sama kak Darwin . jadi dulu aku sama kak Rangga ikut beladiri dulu, terus kursus musik , terus terakhir masak . dan barulah kursus mesinnya " lanjut Kiara lagi.


semua orang dengan seksama mendengarkan cerita Kiara itu. Tapi tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya Kiara sedang memikirkan saudara seperjuangannya itu , yaitu Rangga.


"emm pantes aja , kamu bisa main drum , gitar waktu kompetisi dulu " ucap kevin


"tapi gimana ceritanya kamu bisa balapan motor cross gitu ??" tanya Arsen yang penasaran.


"kak Rangga tu paling seneng ikut balapan , terus aku ikut buat jadi mekaniknya. Karena bosen cuma jadi mekanik aja , ya aku belajar dan sering ikut balapan motor cross gitu. heheheh" jawab Kiara nyengir.


"kamu keren banget nak " ucap papinya Humaira.


"sebenarnya darwin sama rangga itu siapa kamu sih Kik ??" tanya Cantika yang disetujui oleh semua orang


Kiara pun mulai menceritakan keluarganya itu kepada keluarga suaminya itu. kiara heran , mengapa mereka bertanya sekarang. sebenarnya Kiara ingin segera menanyakan kabar kedua saudaranya itu. karena sudah seminggu ini ia tak pernah berbicara dnegan kedua sepupunya itu , mereka berkomunikasi hanya sebatas pesan singkat saja.


"jadi ibu ku itu saudaraan sama bapaknya kak Darwin dan ibunya kak Rangga. karena kami sering bersama jadi kami tu sudah seperti saudara kandung " ucap Kiara.


Tak terasa matahari akan segera bersembunyi dan akan digantikan oleh bulan. Kiara dan Arsen pun berpamitan untuk pulang kerumah mereka.


Diperjalanan , Kiara memilih untuk memejamkan matanya dan lupa untuk menghubungi kedua saudaranya itu.


sesampainya dirumah. Arsen meminta Kiara untuk masuk lebih dulu , karena ia akan memarkinkan mobil di garasi dulu.


sambil menuju kamarnya , Kiara membuka ponsel Pintarnya yang ternyata ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Darwin.


"astaga , hp gue mode silent dari tadi. pantes aja nggak denger telpon dari Darwin" ucap Kiara.


saat Kiara akan menelpon Darwin tiba-tiba saja Darwin menelponnya lebih dulu. segera Kiara menghubungkan dan menjawab Telpon dari kakanya itu.


"maaf tadi gue di rumah bunda , terus hp gue tinggal dikamar Keenan " ucap Kiara menjelaskan.


"seharian gue coba telpon Lo, Lo jawabnya sekarang " ucap Darwin kesal dari seberang sana .


"ya maaf " ucap Kiara berdiam didekat tangga.


"win , semua baik-baik aja kan ???" tanya Kiara , karena ia sudah sangat khawatir sebenarnya

__ADS_1


"Kik....." ucap Darwin mulai serius.


"apa ??? Lo kok menggantung gitu ngomongnya ." ucap Kiara kesal.


"Kik......" ucap Darwin semakin lemas.


Kiara yang mendengar suara Darwin yang melemas semakin khawatir.


"winn....ada apa ??" tanya Kiara takut.


"apa yang kita takutkan terjadi " ucap Darwin


"maksudnya ??" tanya Kiara gemetar.


"Rangga udah tau siapa Kikan sebenarnya " jawab Darwin dari seberang sana dan sukses meruntuhkan Kiara.


Kiara terduduk lemas diposisinya , air mata terbendung dipelupuk matanya.


" Rangga frustasi , dia mengunci dirinya diruangan kerjanya " ucap Darwin lagi.


"Kikan.....Kikan pergi bawa Titania juga " ucap Darwin lagi yang kali sukses membuat pertahanan Kiara runtuh. bahkan saking lemasnya tanpa sadar Kiara menjatuhkan ponselnya hingga padam.


Air mata mengucur deras dari pelupuk matanya. Kiara tak menyangka jika Kikan belum berubah , apalagi sekarang ia sedang mengandung anak keduaanya dengan Rangga.


Arsen kebingungan melihat istrinya , sebenarnya Arsen melihat kiara menelpon yang diketahuinya dnegan Darwin , karena beberapa kali Kiara menyebut nama Darwin.


Arsen berlari dan segera menghampiri istrinya itu


"kamu kenapa sayang ??" tanya Arsen menghapus air mata Kiara.


"aku harus pulang sekarang " ucap Kiara dengan air mata tak henti.


"apa yang terjadi ???" tanya Arsen khawatir.


"hiks.....Rangga membutuhkan ku....hiks..hiks .." ucap Kiara.


setelah itu Kiara berlari menuju kamarnya yang dibawah mengambil helm dan kunci motornya.


"tunggu sayang , ayo aku antar " ucap Arsen.


kiarapun mengangguk dan meminta Arsen menggunakan motor trill miliknya.


Ya setelah kecelakaan Arsen waktu itu , Kiara sudah merubah sistem di motornya , jadi motornya kini bisa digunakan oelh dirinya dan juga Arsen.


Di perjalanan Kiara terus bergelut dengan pikirannya.


'gimana keadaan Titania ' batin Kiara dengan air mata tak hentinya.

__ADS_1


Cukup lama mereka dijalan walaupun Arsen sudah melajukan dengan kecepatan yang lumayan tinggi, tetapi karena jaraklah yang membuat mereka lama.


sesampainya di depan kantor Kiara menghubungi Darwin untuk menanyakan posisinya.


ternyata Darwin dan beberapa anggota keluarga termasuk orang tuanya sedang menunggu Rangga untuk keluar dari ruang kerjanya.


Kiara berjalan cepat menuju tempat dimana semua orang menunggu Rangga.


Saat ia tiba , ia begitu terkejut karena semua orang terlihat sedih dan tak berdaya.


"gimana keadaan Rangga ??" tanya Kiara ketika sampai.


tetapi tak ada yang bisa menjawab karena mereka terus saja terisak menangis. Tak berapa lama datang darwin yang baru kembali setelah mengantar Anya dan Alya.


"Lo langsung datang " ucap Darwin ketika melihat Adik dan adik iparnya.


"kejadiannya udah berapa hari ??" tanya Kiara menghapus air matanya


"kemarin Kik " jawab Darwin lemas.


Kiara menjadi terpukul karena ia merasa sudah gagal menjadi yang terbaik untuk kakak dan keluarganya.


Kiara kemudian mendapat ide


"win , kita berdua bisa masuk ke kedalem " ucap Kiara


"gue udah coba , tapi nggak bisa , Rangga udah batesi akses masuk ke ruangannya " ucap Darwin.


"Tapi kita harus mengirim sinyal secara bersamaan " ucap Kiara mantap


"tapi tetap saja , itu atas persetujuannya. " sergah Darwin.


"tapi kita harus tetap coba " ucap Kiara kekeh.


Akhirnya Darwin pun setuju dnegan saran Kiara. Semua orang heran dengan apa yang dilakukan kakak beradik itu.


Dengan canggihnya , Darwin dan Kiara mengirim sinyal berupa rekaman sidik jadi , wajah hingga bola mata.


Dan sistem yang mereka desain bersama-sama pun memperoses sinyal yang mereka kirimkan dan meminta persetujuan dari Rangga.


"Darwin and Ale here. " ucap sistem tersebut.


"let them in " ucap Rangga mengkonfirmasi.


dan benar saja pintu langsung terbuka dan Darwin beserta Kiara masuk segera.


sedangkan diluar , Kiara sudah mengaktifkan cctv yang ada didalam ruangan Rangga sehingga semua keluarga bisa melihat kondisi Rangga didalam bahkan mereka bisa mendengar suara sekalipun dnegan jelas . tentunya Kiara meminta bantuan Arsen untuk mengoperasikan sebuah komputer

__ADS_1


__ADS_2