Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
Riko berkunjung


__ADS_3

Risky pun segera membawa Titania pergi , karena ia tidak mau jika keponakannya itu semakin tak beretika nantinya.


"Rangga bagaimana keadaan mu ??" tanya Riko lembut.


"sudahlah jangan basa-basi apa maumu ??" tanya Rangga kasar.


"Aku hanya ingin meminta maaf , atas apa yang sudah ku lakukan. Aku tahu bahwa perbuatan ku tidaklah mudah dimaafkan. " ucap Riko tulus.


"Duduklah dulu " ucap Kiara dengan wajah datarnya.


Namun Riko lebih memilih untuk tetap berdiri menghadap ketiga saudara itu.


"jika kau datang berterima kasih hanya karena suamiku maka kembalilah. " ucap Kiara datar.


"tidak Ale , Arsen memanglah sahabatku namun aku kesini benar-benar karena kemauan ku sendiri " balas Riko dengan nada lembut.


"maafkan aku karena aku dibutakan oleh kebodohanku " ucap Riko penuh penyesalan.


semua orang terdiam mendengar penyesalan Riko.


"Dan aku juga berterima kasih kepadamu Rangga , karena kau sudah sangat mencintai adik ku. pantas saja Kiran selaku mengulur waktu ketika aku memintanya untuk meninggalkan dirimu " ucap Riko lagi.


Rangga terdiam , ternyata memang benar Kiran sudah mencintainya.


"Sekali lagi aku mohon maaf " ucap Riko lagi mengatupkan kedua tangannya.


Kiran, Kiara , Rangga dan Darwin tak pernah menyangka bahwa seorang mafia seperti Riko yang terkenal kejam bisa tunduk dihadapan mereka.


Kiran tersentuh dengan apa yang dilakukan kakaknya itu.


"kakak" rintih Kiran dengan suara hampir menangis


Riko pun membalik tubuhnya dan melihat adiknya sudah berlinang air mata. Kiran pun langsung memeluk erat kakaknya itu.


"Kakak....hiks...hiks...maafkan aku......" ucap Kiran terisak.


"jangan menangis ,, nanti bayimu menjadi anak yang cengeng loh " goda Riko agar adiknya berhenti menangis.


Kiran justru semakin terisak , bahkan ia sampai sesengukan berada dalam pelukan kakaknya itu.

__ADS_1


Riko akhirnya terus menenangkan adiknya itu. sedangkan Rangga sudah tak tahan melihat istrinya itu menangis seperti itu. Seharusnya dialah yang akan menjadi sandaran Kiran bukan Riko. karena menurutnya setelah menikah , Kiran adalah tanggung jawabnya.


"Rangga , Kiara , kak Darwin...aku mohon maafkan kakakku...hiks.. hiks..." ucap Kiran merangkul kakaknya itu.


"Rangga ,, aku akan melakukan apapun agar kau memaafkan kakak ku. jika kau ingin aku pergi , aku akan pergi , dan kau tenang saja aku tidak akan membawa Titania. asalkan kau memaafkan kakak ku...hiks...hiks..." lanjut Kiran lagi mengatupkan kedua tangannya.


Rangga , Darwin dan Kiara bahkan Riko terkejut dengan apa yang dilakukan Kiran.


"Kiran apa yang kau lakukan ??? jangan berkata seperti itu " ucap Riko memperingati.


"tidak kak , Kiran tidak tega melihat kakak melihat kakak memohon seperti ini. dulu kakak rela mengorbankan nyawa kakak demi kiran , maka biarkan Kiran melakukan tugas Kiran sebagai adik kakak....hiks...hiks" jawab Kiran yang membuat Kiara menitikkan air matanya.


"Lo berdua liat , memang kalo Lo berdua ada diposisi Riko dan gue diposisi Kiran , gue bakalan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Kiran " ucap Kiara sedikit berbisik.


Rangga pun memaksakan dirinya utuk turun dari ranjang rumah sakit dan menolak bantuan Darwin dan Kiran.


"Riko.." ucap Rangga berjalan tertatih.


Riko pun membalik tubuhnya menghadap Rangga yang berjalan tertatih sambil mendorong tiang infusnya.


"sudahlah jangan pikirkan Maslaah itu lagi. Aku dan saudaraku sudah memaafkan mu. " ucap Rangga memeluk kakak iparnya itu.


"terima kasih Rangga , Ale , Darwin " balas Riko sambil membalas pelukan Rangga.


"kami tau , kau begitu menyayangi adikmu hingga kau melakukan semua ini " ucap Darwin


setelah itu mereka berdamai dan memilih untuk melupakan masalah yang sudah terjadi. memang jika kita perhatikan , masalah mereka tidaklah sepele , namun mereka merasa lelah jika selalu bermusuhan.


Tak terasa hari sudah siang dan satu persatu keluarga besar mulai berdatangan menjenguk Rangga. Namun setiap orang yang sampai justru memeluk Kiran penuh haru.


"jika kau mempunyai masalah dengan kakakmu jangan kabur lagi, kita disini keluargamu juga . kita selesaikan bersama-sama " ucap ibunya Rangga


"iya ibu maafkan aku " ucap Kiran memeluk sayang mertuanya.


"jangan lakukan ini lagi, aku tak sanggup melihat Rangga menyiksa dirinya sendiri " ucap pak Bahri menggoda.


Rangga dan Kiara terkejut dnegan respon para keluarga .


"udahlah ekspresinya jangan kek gitu , gue udah atur semuanya " ucap Darwin.

__ADS_1


ya memang kemarin Darwin mengatakan bahwa Kiran hanya pergi membantu kakaknya , karena panik jadinya Kiran tak memberitahu Rangga. Dan sekarang Rangga sedang berada dirumah sakit karena kakinya tertusuk oleh pecahan kayu yang lumayan besar .


"wahhh Lo emang cerdas banget " puji Kiara .


sedangkan Riko sudah kembali karena ia mempunya pekerjaan yang sangat penting.


Malam harinya , tersisa lah Rangga dan Kiran didalam kamar rumah sakit itu.


"mengapa kau ingin menjadi jaminan untuk kakak mu , bahkan kau rela meninggalkan anakmu demi kakak mu itu ??" tanya Rangga dengan wajah datar.


"kakak ku rela mengorbankan nyawanya demi diriku. sejak papi sama mami pergi aku tinggal dnegan dirinya , ia begitu menyayangi ku bahkan rela melakukan apapun untuk diriku. mengapa aku mau membiarkan Titania bersamamu , karena aku tau kau tidak akan pernah melarang ku bertemu Titania suatu hari nanti " jawab Kiran apa adanya.


"apa kau benar-benar ingin meninggalkan ku ??" selidik Rangga.


"karena kau sendiri yang ingin aku pergi " jawab Kiran mantap.


"apa maksud mu ???" tanya Rangga terkejut.


"sudahlah , sekarang istirahat saja. apa kau tidak ingin pulang ??" tanya Kiran mantap.


"jika kau tidak butuh apa-apa lagi , aku mau tidur " ucap Kiran mencoba merebahkan tubuhnya diatas sofa.


Melihat istrinya yang kesulitan untuk berbaring membuat Rangga melupakan kemarahannya.


"Tidurlah disini , aku tidak mau kau tidak nyaman " ucap Rangga dengan wajah datarnya.


"tidak , aku tidak ingin kau terganggu " balas kiran mantap.


"apa kau sekarang menjadi istri yang pembangkang , tadi pagi kau ingin melakukan apapun yang ku inginkan , tapi kenapa sekarang lain cerita ??" tanya Rangga dengan tatapan yang sulit diartikan.


akhirnya tanpa berkata lagi, Kiran pun berjalan menuju ranjang rawat Rangga dan langsung berbaring didekat Rangga. Namun mereka justru saling membelakangi satu sama lain .


keesokan harinya Kiran terbangun dengan tangan Rangga memeluk tubuhnya.


'kau belum memaafkan ku , tapi kenapa kau memelukku seperti ini. huhhhh' batin Kiran mencoba menyingkirkan tangan Rangga perlahan.


"aku ingin mandi " ucap Rangga mantap ketika Kiran sudah turun dari ranjang rawatnya.


"iya tunggu sebentar , aku kebelet banget ' balas Kiran langsung menuju kamar mandi.

__ADS_1


setelah selesai barulah ia keluar dengan merapikan pakaiannya. saat ia membuka pintu , betapa terkejutnya ia karena Rangga sudah berdiri tegak didepan pintu.


"kenapa lama banget sih ????..aku kan.....


__ADS_2