Aku Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa
peresmian hotel


__ADS_3

keesokan malamnya sesuai jadwal yang telah mereka susun hari ini Kiara Darwin dan Rangga akan menghadiri peresmian salah satu hotel milih salah satu investor terbesar di dunia balapan .


diantara mereka bertiga Kiara lah yang paling dahulu siap karena ia menduga jika membuat kedua saudaranya menunggu akan membuat ia diomeli


Tak berapa lama datanglah secara bergantian Darwin dan Rangga .


"wahhhh tumben Lo duluan siap .hahahaha" ucap Rangga mengejek adiknya itu.


"ya gue kan nggak mau kena omel Lo berdua Mulu " jawab Kiara jujur.


"kita bakalan pergi bertiga nih ??" tanya Kiara memastikan.


"iya , Anya sama Alia nggak mau ditinggal terus Kikan kan nggak mungkin juga ikut , kasian Titania masih kecil ." jawab Darwin.


"iya juga sih , yaudah ayo kita berangkat. " ucap Kiara


akhirnya merekapun berangkat menuju hotel tempat acara. diperjalanan mereka terus berbincang bincang seperti biasa.


"Kik Lo kapan nikah ?" tanya Rangga mantap .


"belum lah " jawab Kiara santai.


"kapan , gue udah punya 2 dan Rangga bakalan dua juga. ya nggak nga ?" tanya Darwin memastikan kepada saudaranya.


"iya , sekarang aja usia Titania udah 2 tahun , Alia 3 tahun dan Anya sama Adel udah 10 tahun Kik " ucap Rangga menimpali.


"Lo berdua kok sama ya sama ibu sama bapak .hahahaha" ucap Kiara tertawa karena tak tahu harus bagaimana.


akhirnya tanpa sadar mereka sudah sampai di sebuah hotel mewah dengan lantai bertingkat kira-kira 20 lantai.


"ya Allah gede banget ni hotel " ucap Kiara takjub.


"gue denger , nih orang yang punya acara belum nikah loh , orang ganteng pula " ucap Darwin melirik adiknya itu.


"agamanya ?? biar ginigini kan gue juga pengen punya suami yang Soleh " balas Kiara


"ya iya , ya udah Lo rapiin jilbab Lo dulu makanya biar ntar pemilik ni hotel ngelirik Lo " goda Rangga lagi.

__ADS_1


Kiara pun hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar mendengar setiap ejekan dari saudara-saudaranya itu.


akhirnya mereka bertiga memasuki ballroom hotel tersebut dengan cantik dan gagahnya. semua orang takjub melihat kedatangan mereka bertiga , yang selalu kompak dan selalu bersama.


"tuan , nona , silahkan dinikmati dulu hidangannya " ucap salah satu waiters menghentikan langkah mereka.


"nanti saja " ucap Darwin mewakili adik-adiknya.


mereka bertiga pun kembali berjalan menemui rekanrekan mereka . setelah itu mereka bertiga pun mencari meja nomor 4 untuk mereka duduk.


saat sedang menuju meja yang sudah disiapkan , tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka.


"selamat malam tuan-tuan dan nona , suatu kehormatan bisa menemui anda di acara ini " ucap seseorang yang tak lain adalah Ardan.


mereka bertiga hanya mengangguk dan tersenyum ramah kepada Ardan.


"bagaimana jika kalian menikmati hidangan yang sudah kami siapkan dulu , barulah nanti Aya antarkan ke meja kalian " ucap Ardan ramah.


mereka bertiga menyetujui ucapan Ardan , dan langsung menuju tempat hidangan makanan.


"silahkan tuan nona anda bisa memilih semua makanan ini " ucap Ardan ramah mempersilahkan Kiara Darwin dan Rangga.


"terima kasih " jawab mereka bertiga kompak.


"wah Kik, ni semua makanan kesukaan Lo " ucap Rangga antusias.


"ya kalek Lo bakalan kek sapi kelaparan disini .jaim dikit lah .hhh" jawab Kiara terkekeh.


akhirnya setelah mereka mengambil makanan mereka langsung menuju meja sesuai dengan yang telah diatur oleh panitia. Kiara hanya mengambil buah buahan segar sak , karena ia takut nanti lukanya kambuh lagi.


sedangkan di bagian lain ada Ardan yang selalu tersenyum. sambil menikmati segelas wine ditangannya.


"wah Lo udah mabuk berat dan " ucap Arsen menghampiri asisten sekaligus sepupunya itu.


"mana ada , gue tu lagi seneng aja , karena tadi gue ketemu sama nona Ale. " ucap Ardan jujur.


"gue jadi penasaran deh , seberapa cantiknya sih nona Ale itu sampe Lo tergila-gila. " ucap Arsen meremehkan.

__ADS_1


"ayo gue kenalin , awas aja Lo naksir " ancam Ardan.


"kita liat aja dulu, selera gue kan tinggi " ucap Arsen tak takut.


akhirnya Ardan pun mengajak Arsen untuk menemui Kiara . Namun saat mereka akan menemui Kiara tiba-tiba saja Arsen lupa membawa ponselnya. Arsen pun kembali kemeja utama ditemani Ardan.


Dimeja utama itu ternyata ada rekan bisnis Arsen yang baru saja datang dan ingin memberikan selamat kepada Arsen. alhasil seperti biasa pertemuan mereka penuh drama.


sedangkan di bagian lain , Darwin baru saja keluar dari kamar mandi dan akan masuk lagi menuju ballroom sekaligus menemui kedua adiknya itu. Diperjalanan tiba-tiba langkah Darwin terhenti karena ada ibu-ibu yang memanggil namanya.


"nak Darwin ??" tanya ibu tersebut ragu.


"Bunda ? iya bunda Ika kan . Masya Allah bunda apa kabar ?" tanya Darwin ramah sambil mencium tangan bunda Ika.


"bunda baik , kamu sendiri gimana ? kamu juga Dateng kesini ??" tanya bunda Ika beruntun.


"aku baik bunda , aku kesini sama Kiara juga sama satu lagi adik saya yang juga datang bersama saya wkatu itu untuk menjemput Kiara . kami dapat undangan dari tempat kami bekerja " ucap Darwin jujur.


"Alhamdulillah Kiara sudah sembuh ya , bunda jadi pengen ketemu soalnya dulu tu bunda kurang jelas ngenalinnya jadi bunda cuma inget kamu . oh ya , kita ngobrolnya nanti lagi ya , kamu pasti ditunggu sama rekan-rekan mu " balas bunda Ika ramah.


"ya sudah bunda , aku pamit ya , sampai ketemu lagi " pamit Darwin lalu mencium tangan bunda Ika.


setelah berpamitan dengan bunda Ika ia tak langsung menemui adik adiknya karena ia berbincang dulu dengan rekan-rekannya.


sedangkan di meja nomor 4 tersebut hanya ada Kiara yang sedang asyik menyantap buah-buahan segarnya .


"mereka berdua kemana sih , kok lama banget " ucap Kiara kesal namun tetap menyantap buah-buahannya.


"uhhhh ni orang tau aja kesukaan gue , coba aja gue bisa makan apapun kek dulu pasti gue makan semua makanan disini. sesuai selera gue banget. " ucap Kiara dengan nada rendah pada dirinya sendiri.


sedangkan disaat Kiara sedang asyik menghabiskan buah-buahan miliknya , ada Ardan dan juga Arsen yang sedang menuju ke tempatnya.


Kiara tak menyadari karena ia memilih untuk membelakangi panggung . karena tujuan ia datang ke acara ini hanyalah untuk menunjukkan kekompakannya dengan saudaranya .


Kiara memang terkenal cuek , tapi tetap saja banyak orang yang senang berteman dengan dirinya. Kiara bukannya tak ingin menemui rekan-rekannya tetapi ia ingin tetap menikmati buah-buahan segar miliknya.


"hmmmmmm kenyang juga ya , tapi sayang masih banyak . mana haus lagi , tapi air putih dimana ??" tanya Kiara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"nona...." ucap seseorang mengejutkan Kiara.


dengan spontan Kiara membalik badannya dan melihat siapa yang telah memanggilnya . Kiara terkejut namun....


__ADS_2