
Di luar ruangan Rangga , ternyata Arsen dan Titania sudah kembali dari membeli makanan.
"Kiran , kau bisa masuk , " ucap Kiara dengan ekspresi datar.
"aku akan membawa Titania pulang. jadi kau bisa fokus menjaga Rangga disini " ucap Darwin dengan ekspresi datar juga.
"Baik kak " jawab Kiran canggung.
Kiran pun memberitahu putrinya untuk pulang bersama Darwin karena dia harus tetap dirumah sakit menjaga Rangga.
"Kak , Kia......aku minta maaf " ucap Kiran takut.
"sudahlah , kita bahas itu lain kali. " balas Darwin acuh.
"aku titip kakak ku " ucap Kiara.
tanpa mendengar jawaban Kiran , Kiara dan Darwin mengajak Titania dan Arsen untuk pulang meninggalkan Kiran seorang diri.
Setelah itu kiran pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruang rawat Rangga.
Dari kejauhan kira memandangi wajah ayah dari anak-anaknya itu.
'maafkan aku....'batin Kiran dengan suara isakan tangis.
karena tak ingin mengganggu suaminya itu , Kiran pun memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi dan menangis disana.
cukup lama kiran berada didalam kamar mandi , setelah ia merasa lebih baik barulah ia keluar dari dalam kamar mandi.
saat keluar betapa terkejutnya ia karena melihat Rangga sudah bangun dari tidurnya.
"ayo makan dulu " ucap Kiran lembut.
saat Kiran akan menyuapi Rangga , tiba-tiba Rangga menghentikannya
"aku bisa sendiri " ucap Rangga kasar.
Kiran terkejut, baru kali ini Rangga berkata dengan nada kasar seperti itu.
Kiran tak punya pilihan lain selain memberikan piring makanan itu kepada Rangga. Rangga pun menyuapi dirinya sendiri tanpa menghiraukan istrinya itu.
"kau makanlah , aku tidak mau kakakmu marah karena aku tak membiarkanmu makan " ucap Rangga sambil terus mengunyah makanannya.
"aku sudah makan " jawab Kiran
"jangan berbohong " sela Rangga singkat namun langsung membuat Kiran semakin ciut.
Kiran pun akhirnya memakan makanan yang tadi dibelikan oleh Arsen. Kiran nenelan makanan itu dnegan susah payah karena jangankan untuk makan , bernapas saja dia merasa sangat takut.
Malam harinya saat Rangga sudah tertidur pulas , barulah kiran membaringkan tubuhnya diatas sofa. Sebenarnya bukan membaringkan tepatnya menyandarkan .
__ADS_1
karena hari ini ia begitu letih, jadi tak butuh waktu lama baginya untuk terlelap.
saat Kiran terlelap , Rangga terbangun dan memandangi wajah istrinya dari kejauhan.
'terima kasih sudah mau kembali kepadaku. tapi maafkan sikapku kepadamu . Aku snagat mencintaimu sayang ' batin Rangga memandang wajah Kiran dalam.
Rangga tak tahu harus melakukan apa , ia tahu bahwa istrinya tidak nyaman tidur diposisi seperti itu , apalagi dengan perut yang sudah sangat membuncit karena mengandung anaknya.
Apalagi Kiran tak memakai selimut , malam ini terasa begitu dingin karena diluar sedang hujan lebat.
Rangga pun akhirnya memutuskan untuk memindahkan Kiran ke tempat tidurnya dengan mengangkat tubuh Kiran. Kiran sama sekali tak menyadari karena memang ia sudah sangat terlelap.
Rangga meletakkan perlahan tubuh Kiran diatas tempat tidur dan menyelimuti istri yang begitu ia sayangi.
Rangga kemudian mengecup kening Kiran dan tak lupa menciumi perut Kiran yang sudah sangat membuncit.
Kemudian ia memilih untuk tidur di sofa tanpa menggunakan selimut . Namun hal itu tak masalah baginya karena istrinya lebih penting .
Sedangkan di tempat lain ada Kiara yang terus saja memikirkan apa yang sebenarnya terjadi antara Arsen dan ayahnya.
"sayang kok belum tidur ??? aku perhatiin kamu melamun terus dari tadi. kenapa ??" tanya Arsen lembut.
"nggak ada kok ..aku cuma mikirin kak Rangga aja , " jawab Kiara berbohong.
"kan sudah ada istrinya yang menjaganya. lagian aku liat Kiran juga sayang banget kok sama Rangga " ucap Arsen.
"udah ayo tidur , kata dokter kamu nggak boleh begadang " lanjut arsen lagi.
"ummm Ken..." ucap Kiara ragu.
"apa ??" tanya Arsen sambil memejamkan mata.
"sebenarnya kamu ada masalah apa sama ayah ??" tanya Kiara akhirnya
Arsen membuka matanya , dan terdiam sejenak.
"nggak ada Masalah apapun. udah ayo tidur " ucap Arsen tak mau membahasnya.
"iya udah. " timpal Kiara akhirnya langsung menutup matanya.
Keesokan harinya Kiara terbangun lebih dulu dengan Arsen. Ia pun membangunkan Arsen untuk melakukan shalat berjamaah.
"sayang...ayo bangun " ucap Kiara lembut.
"ayo kita shalat dulu " ajak Kiara yang langsung diangguki oleh Arsen.
Mereka kemudian bergegas untuk membersihkan diri masing-masing di kamar mandi yang berbeda , baru setelah itu mereka melakukan shalat subuh berjamaah.
setelah shalat Kiara menyalami tangan Arsen dan ia mendapat ci*man hangat di keningnya.
__ADS_1
Tak lupa Arsen mencium perut Kiara yang masih rata.
"sayang motorku mana ??" tanya Kiara baru mengingat motornya.
"tenang aja , tuh ada dibawah. kemarin aku ke kastil Riko naik mobil sama Ardan " jawab Arsen masih menciumi perut Kiara.
"oh ya ,, kamu ada hubungan apa sama Riko. kok Riko langsung terdiam ketika melihat kamu ?? " tanya Kiara heran.
"huhhh,,, sebenarnya dulu waktu Riko lagi bangkrut , aku dan Ardan bantuin dia buat minjemin modal gitu , karena sebenarnya Riko adalah sahabat karib aku. Cuma dia lagi diluar negeri waktu kita nikah " jawab Arsen menjelaskan.
"ohh gitu , ummm sayang aku pengen makan nasi goreng buatan kamu " ucap Kiara tiba-tiba.
"wahhh istriku udah mulai ngidam ya " goda Arsen.
"iya lah. ayo cepet makanya " ucap Kiara tak sabaran.
"iya-iya. ya udah aku ke dapur dulu ya " ucap Arsen langsung bergegas.
"iya , aku mau beres-beres disini dulu. pokoknya nanti pas aku turun makanannya udah siap " ucap Kiara lagi.
"siap sayang " timpal Arsen mantap.
Tak berapa lama Kiara pun sudah selesai dengan pekerjaannya dan segera turun menuju dapur untuk sarapan.
"wahhh baunya sedap sekali " ucap Kiara mencium aroma makanan dari tangga.
Kiara pun segera menemui suaminya itu untuk menyantap sarapan.
"akhirnya kamu turun juga. ayo kita makan " ucap Arsen.
"Ayo , ummm tapi kamus suapin aku ya " ucap Kiara mantap.
Arsen terkejut karena memang Kiara jarang manja seperti ini
"kok sekarang jadi manja ya. " goda Arsen.
"ya udah kalo kamu nggak mau " ucap Kiara marah.
"iya-iya , siapa bilang aku nggak mau .ayo duduk " ucap Arsen dan Kiara langsung tertawa sambil bertepuk tangan.
'istriku semakin lucu setelah mengetahui dirinya mengandung, apa ini memang bawaan bayi ya ??' batin Arsen heran.
Akhirnya merekapun menyantap makanan dengan sesekali saling menyuapi.
"sayang, aku mau ke rumah sakit sekarang. nggak papa kan ??" tanya Kiara
"iya , kamu berangkat Ama aku aja. nanti aku jemput . " jawab Arsen.
"yeyyyy, ya udah aku siap-siap dulu ya " ucap Kiara antusias.
__ADS_1
Sedangkan dirumah sakit , saat matahari belum menampakkan sinarnya. Kiran terbangun dari tidurnya.
Kiran....