
mereka bertiga yakin kalau Kiran membawa Titania ke kediaman Riko.
"Riko punya 5 rumah di negara ini " ucap Kiara tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.
"Gue juga udah nemuin keberadaan ponselnya Kiran " ucap Darwin .
"keberadaannya di sebuah pulau yang lumayan jauh dari kota " ucap Darwin.
"Lokasi itu adalah sebuah kastil milik Riko yang penjagaannya ketat banget " timpal Rangga.
"bahkan buat sampe sana , kita harus lewati beerbagai macam prosedur " lanjut Rangga lagi.
mereka bertiga memang terbilang ahli dalam bidang retas meretas , sehingga menemukan keberadaan Kiran bukanlah suatu hal yang sulit bagi mereka.
tring....tring......
Tiba-tiba ponsel Rangga berbunyi , dan ia mendapat telpon dari nomor yang tidak dikenal.
"nggak dikenal " ucap Rangga melihat Kiara dan Darwin bergantian.
"angkat aja ,siapa tau penting " ucap Darwin.
Akhirnya Rangga pun menerima panggilan itu .
"Rangga Wijaya , senang sekali bisa melihatmu menderita seperti saat ini. hahahah..." ucap orang diseberang Telpon dengan nada mengejek.
"siapa kau ??" tanya Rangga membesarkan volume ponselnya.
"apa kau tidak mengenal suaraku ??? aku ini kakak iparmu " jawabnya dengan nada nyeleneh.
"Dimana putriku " ucap Rangga mulai marah begitu tahu yang menelponnya adalah Riko.
"santai bro , Titania aman kok sama gue . " ucap Riko lagi
"Nggak usah basa basi , sekarang juga Lo lepasin anak gue. " ucap Rangga dengan amarah mulai meningkat.
"Apa kau tidak ingin tau keadaan istri yang sangat kau cintai itu ???" tanya Riko
"Dimana Titania " jawab Rangga tidak mau mengingat Kiran lagi.
"Wowww , memang tidak ada yang meragukan kasih sayang seorang ayah terhadap putrinya. Kalo Lo berani Lo Dateng besok pagi ke tempat gue . Lo udah nemuin lokasi keberadaan istri dan anak Lo kan ???hahahahah ....Kalian bertiga memang harus diacungi jempol " ucap Riko dengan tawa seram.
"Huhhh kalian memang tidak pernah berubah. Besok pagi gue tunggu kedatangan Lo ke kastil gue jam 10. SENDIRIAN. " ucap Riko lagi langsung menutup telponnya dari seberang sana.
__ADS_1
Kiara , tangga dan Darwin terdiam karena mereka bingung harus melakukan apa. Mereka yakin bahwa Riko sedang menyiapkan jebakan untuk mereka bertiga.
"Kita pergi sama-sama " ucap Kiara mantap.
"nggak Kik, Lo tau Riko seperti apa. Bisa saja karena kita melanggar ketentuannya , ia malah mengancam kita dengan menyakiti Titania " ucap Rangga
"gue mohon sama Lo berdua , Biarin gue pergi sendiri " ucap Rangga memohon.
Kiara memeluk kakaknya lagi penuh haru, ia tahu bahwa kakaknya rela mengorbankan nyawa untuk putrinya itu. apalagi sekrang ia juga sebenarnya memikirkan keadaan bayinya yang belum lahir.
"Gini aja , besok Lo beragkat duluan , nanti kita berdua nyusul dari belakang " saran Darwin yang langsung disetujui oleh kedua adiknya iitu.
Lalu setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing menemui keluarga masing-masing.
Sesampainya dirumah orang tuanya , Kiara langsung menuju kamarnya dan melihat seorang laki-laki tengah tertidur dengan sangat lelahnya.
'apa Arsen bakalan ngijinin gue buat bantuin kak Rangga ya ?? secara kan pasti disana penuh bahaya. apalagi dia pasti nggak mau gue capek , karena dia tu sebenarnya ingin denger berita kehamilan gue ' batin Kiara menatap wajah polos Arsen.
setelah itu ,Kiara membersihkan tubuhnya dan ikut masuk kedalam selimut dan terlelap menyelami alam mimpinya.
Keesokan paginya , Kiara terbangun lebih dulu , Ia terdiam menatap langit-langit kamarnya . Ia bingung bagaimana cara menyakinkan suaminya itu.
"Sayang kamu kenapa ??" tanya Arsen yang masih belum membuka matanya sepenuhnya.
"Sayang....maafin aku ya " ucap kiara menggantung.
"kenapa ???" tanya Arsen heran hingga terbangun.
"Aku harus bantuin kak Rangga "jawab Kiara khawatir.
"kenapa harus minta maaf ?? " tanya arsen heran.
"kita bertiga akan pergi ke rumah pamannya Titania " jawab Kiarra mantap.
Dalam hati Arsen khawatir karena ia tahu bahwa Kiara akan melakukan hal yang berbahaya.
cup.....
Arsen menci*m bib*r Kiara sekilas . Kemudian ia menatap dalam mata Kiara.
"Aku sayang sama kamu " ucap Arsen mengelus pipi lembut Kiara.
"Tapi aku harus membantunya , aku tidak bisa melihat dia seperti ini " ucap Kiara yang tahu bahwa Arsen tidak akan mudah mengizinkannya.
__ADS_1
Arsen sebenarnya berat membiarkan Kiara pergi , karena ia tahu bahwa Kiara akan menuju tempat berbahaya.
"memangnya akan pergi kemana sayang ??" tanya Arsen.
"Ke sebuah pulau yang tidak terlalu jauh dari pusat kota " jawab Kiara
Arsen terlihat berpikir sejenak , membuat Kiara cemas . Kiara takut jika Arsen tidak mengizinkannya pergi.
"baiklah , tapi jika ada masalah segera kabariku " ucap Arsen
Kiara begitu senang karena akhirnya Arsen mengizinkannya untuk ikut bersama Darwin dan Rangga. Bahkan saking senengnya Kiara menci*um bib*r Arsen dalam .
Akhirnya merekapun melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu dan barulah Arsen pergi untuk kekantor dan meninggalkan Kiara dirumah kedua orang tuanya.
Tepat pukul 7 pagi Rangga sudah siap untuk pergi ke tempat dimana putrinya berada.
Karena Riko meminta hanya Rangga datang seorang diri , jadilah ia pergi tanpa mengabari kedua saudaranya itu.
Sedangkan saat pukul setengah 8 , Darwin datang menjemput Kiara .
Didalam mobil , Darwin memberitahu Kiara bahwa Rangga sudah pergi tanpa memberi tahu mereka.
"Rangga udah jalan duluan , mobilnya nggak ada dirumah . Gue khawatir Kik. Gue yakin ini pasti jebakan " ucap Darwin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"sudah gue duga, tapi semoga Rangga baik-baik aja win " balas Kiara tak kalah khawatir.
Dalam hati Kiara sedang merasa gelisah dan merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.
'kok gue nggak enak badan ya rasanya ??? apa iya gue hamil ?? karena memang udah beberapa Minggu ini gue nggak pernah dapet ...dan juga akhir-akhir ini gue suka mual terus cepet capek juga. Huhhh tapi seandainya bener , Alhamdulillah . ' batin Kiara
'nak , maafin mama ya , kita harus bantuin om Rangga buat jemput kakak tita. Kita harus kuat ya ' batin Kiara yakin bahwa ia sedang mengandung.
memang Kiara belum mengecek sama sekali apakah dirinya mengandung atau tidak. Tapi entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya.
Sedangkan beberapa waktu lalu Rangga sudah tiba di sebuah pantai yang merupakan akses untuk menuju kastil Riko yang berada disebuah pulau.
Rangga turun dari mobilnya dan langsung dikawal oleh orang-orang Riko. Kemudian Rangga diminta untuk menaiki helikopter untuk menuju kastil milik Riko.
'Ternyata Riko bukan orang sembarangan , bahkan ia punya kastil dan helikopter seperti Alex. ' batin Rangga ketika sudah mengudara.
Dari atas ia sudah bisa melihat kastil Riko yang semakin dekat. Namun pandangannya tertuju pada seorang gadis kecil yang tak lain adalah putrinya Titania.
Gadis kecil itu terlihat murung , dan duduk sendiri di sebuah rooftop yang terlihat seperti taman.
__ADS_1
'tunggu ayah sayang ' batin Rangga dengan air mata yang sudah terbendung di pelupuk matanya.